Main Sepak Bola atau Serial Drama FTV

Main Sepak Bola atau Serial Drama FTV

Image source: http://1.bp.blogspot.com/_4mfYaZIcAY4/TQsnurZxxgI/AAAAAAAAAAU/Xmor-BM-kKY/s1600/kim+hyu+joon+1.jpg

Main Sepak Bola atau Serial Drama FTV

Gara-gara nonton Mata Najwa, tiba-tiba terbersit untuk menuliskan soal sepak bola. Jarang-jarang tulisan aku nyangkut pada kanal olahraga, ya mau bagaimana lagi maunya sih pada catatan harian, eh akan namun udah engga muncul.  Menyelingkuhi tulisan deh sekali-kali. Baiklah, memang aku ngga ngerti banget soal namanya sepak bola, cuma ngerti gol ,  tendangan sudut , pinalti ya yang generik-generik aja sih.

Tulisan ini terlahir sebab aku gemas beserta apa yang aku kemudian memahami tentang apa yang terjadi pada persepak bolaan Indonesia. Gemas bukan sebab unyu-unyu akan namun gemas yang sedih serta mungkin inilah hal yang semestinya pantas digalau-i. Memang aku nir bisa membahasnya secara komprehensif sebab pergi lagi aku memang nir mengerti banyak soal sepak bola, orang generik. Saya hanya satu menurut ratusan juta penduduk Indonesia yang mendukung garuda untuk sebagai lebih baik, keliru satunya ketika pada lapangan, itu saja.

Saya memang nir selalu menonton pertandingan sepakbola, paling seringkali kalau Indonesia main lawan negara lain, misal Malaysia. Sebagai penonton yang jua sebagai pendukung kesebelasan garuda, benar-benar aku selalu merasa ikut terbawa suasana pada lapangan sepak bola. Ya, padahal itu hanya lewat layar kaca entah bagaimana yang menontonnya langsung disana mungkin suara aku habis hanya untuk teriak yang nir terperinci nadanya (akan namun terperinci cemprengnya). Saya merupakan keliru satu penonton serta pendukung Indonesia yang relatif lebay (baca:hiperbola).Berlebihan sebab aku kadang mengarah pergi ke kamar serta menyendiri ketika pemain Indonesia sudah nir muncul virtual hingga detik terakhir atau bahkan hingga menangis pun pernah. Lebay, kan? Bahkan aku pun sempat berlagak jadi (sok) komentator beserta menuliskan sebuat catatan, contohnya pada empat tahun silam. Ya, gitulah.. tim sepak bola Indonesia selalu berhasil menghasilkan hati aku ikut pada permainkan kesana kesini serta gol #apasih

Kembali ke Mata Najwa malam yang membahas tentang si bundar ini. Selama menonton aku cuma bisa menghela nafas panjang serta berkata Ya ampuuun ternyata begini yang terjadi… Jujur, aku baru  memahami jikalau pada sepakbola pun muncul dramanya. Saya kira drama cuma muncul pada cinta-cintaan. Ternyata sepak bola pun muncul skenarionya. Ah iya, aku jadi berpikir lagi. Sebenarnya ini sepak bola atau sinetron 90-menitan kayak ftv. 

Skenario  Pengaturan Skor

Lagi-lagi aku melongo. Ternyata sepak bola muncul sutradaranya, serta kali ini si sutradara bisa mengatur apa yang beliau kehendaki, skornya bisa pada-request. Yaa ampunn ternyata begini, batin aku lagi. Saya baru memahami, ternyata gol pun bisa diatur pada menit keberapa. Seperti yang diungkapkan pada acara tersebut. Ada yang menyebutkan bahwa gol harus terjadi pada menit ke-70. Dan terjadi pada menit ke 70 beneran lho. Kok bisa? Konon muncul yang ngodein. Duh, sistematis sekali. Ternyata pada persepakbolaan pun muncul kode-kode-an, bukan hanya ketika kau lagi PDKT ke gebetan. Ah!

Dari skenario ini, mereka (baca: seluruh yang terlibat atas keberhasilan pertandingan yang telah dibentuk) akan mendapatkan uang. Ya, lagi-lagi uang mempunyai kekuasaan tertinggi disini. Kalau aku nir keliru menyimpak, dalam sebuah pertandingan yang melibatkan satu kesebelasan serta 3 pemain cadangan yang ikut bermain waktu itu bisa mengantongi uang sebesar 2,5 juta rupiah. Lumayan banget untuk (skenario) selama 90 menit. Yakan?

Jangan Kecewakan Kami,Supporter!

Dari bencana ini,  supporter sepak bola sebagai keliru satu yang dikecewakan berat. Supporter yang  rela melakukan apa saja demi tim kesebelasannya, yang membanggakan nama timnya ketika mendapat piala beserta riang gembira, yang selalu permanen mendukung meski kecewa berkali-kali sebab timnya tak kunjung menang. Supporter tak pernah minta dibayar,toh? Jangan muncul lagi, skenario ini lagi. Bermainlah semampunya, bukan sebab uangnya. 

Sepak bola artinya permainan masyarakat yang banyak disukai. Jadi, kenapa harus dikotori serta dikhianati? Jangan muncul lagi mafia sepak bola. Indonesia rindu mempunyai tim kesebelasan sepak  bola yang bermain menurut hati. Ini sepak bola bukan serial ftv. Buat apa pakai skenario lagi?

Berita yang sedang hangat-hangatnya artinya keliru satu wasit Indonesia muncul yang mahir melakoni ini. Sebut saja bapak Nasirrudin yang "bermain apik" dalam skenario pengaturan skor pada SEA Games antara Timor Leste vs Malaysia. Bapak kenapa kau melakukan ini seluruh? Mungkin benar istilah Menpora- Imam Nahrawi-perstiwa itu harus memotori pemberantasan mafia sepak bola pada Indonesia. 

Buat pemain serta segala yang terlibat didalamnya, bertanyalah pada diri sendiri : Mau main sepak bola apa sandiwara? Kalau mau main bola, bermainlah yang benar. Kalau sandiwara, daftar aja jadi pemain ftv. Jangan keduanya, jadi sepak bola rasa ftv. galau dah!

akan namun aku engga pernah galau untuk mendukung kau Indonesia, iya kau. 

Salam menurut supporter yang aku mah apa atuh,

Listhia H Rahman

paparan

Live Streaming Liga Champions Real Madrid Vs PSG

Live Streaming Liga Champions Real Madrid Vs PSG

Image source: https://cdn.images.express.co.uk/img/dynamic/67/590x/secondary/Real-Madrid-vs-PSG-LIVE-updates-Champions-League-latest-score-news-and-stream-details-1233800.jpg

Live Streaming Liga Champions Real Madrid Vs PSG

Jakarta – Pertarungan nama-nama akbar di kancah sepak bola Eropa bakal tersaji di Stadion Santiago Bernabeu, Rabu (14/2/2018) atau Kamis (15/2/2018) dini hari WIB. Hal itu terjadi kala Real Madrid kedatangan raksasa Ligue 1, Paris Saint-Germain (PSG).

Real Madrid bersua PSG kepada Leg 1 Babak 16 Besar Liga Champions 2017-2018. Pertemuan kedua tim sebagai simbol permainan atraktif dua tim akbar, selain adu pengalaman antara Zinedine Zidane (Pelatih Real Madrid) & Unai Emery (Pelatih PSG).

Tak heran bila poly pihak menilai perjumpaan Real Madrid & PSG terlalu dini. BBC menyebut, pasukan Zidane & Emery tergolong bintang lima. Bukan imbasan jempol semata, karena di sana berdiri sederet pemain berharga mahal.

Satu yg paling menyorot perhatian publik ialah perseteruan Cristiano Ronaldo (Real Madrid) & Neymar (PSG). Namun, Zidane menganggap hal itu hanya dibesar-besarkan media.

Zidane mengakui gembar-gembor pertarungan ikon Real Madrid & Neymar tersebut sempat mengganggu konsentrasi. Namun, semuanya balik  normal setelah timbul jalinan komunikasi lebih intens & pemugaran performa tim.

Enda mampu menyaksikan laga ini mulai pukul 02.45 WIB atau dinihari WIB nanti.

Link live streaming pertandingan Real Madrid Vs PSG, di halaman selanjutnya.

Liga Pekerja Indonesia Diikuti 544 Klub Sepak Bola

Liga Pekerja Indonesia Diikuti 544 Klub Sepak Bola

Image source: https://www.berkabar.id/wp-content/uploads/2018/02/LPI-Jambi-4.jpg

Liga Pekerja Indonesia Diikuti 544 Klub Sepak Bola

Liputan6.com, Jakarta Sebanyak 544 klub bola yang berasal dari kalangan Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB) & perusahaan akan memperebutkan Piala Presiden Joko Widodo. Piala bergilir ini akan diperebutkan dalam kompetisi Liga Pekerja Indonesia (LPI) yang ialah rangkaian kegiatan May Day 2018.

Ini ialah momen vital bangkitnya balik  sepak bola pekerja/buruh yang sudah usang vakum. Momen ini tentu saja dapat memperlihatkan hasrat bagi atlet sepak bola buat permanen berkarir & berkarya dalam industri sepak bola, ujar Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), M. Hanif Dhakiri, ketika membuka LPI Zona Provinsi Bangka Belitung di Stadion Depati Pangkal Amir, Pangkal Pinang, Kamis (1/dua/2018).

Menurutnya, penyelenggaraan LPI terinspirasi dari Galakarya yang pernah populer kepada era 1970-an & 1980-an. Galakarya ketika itu banyak melahirkan pemain-pemain sepak bola yang ikut memperkuat tim nasional, mirip Ronny Pattinasarani, Rully Nere, Anjas Asmara, & Andi Lala.

Hanif pun berharap, penyelenggaraan LPI nir hanya sebagai sarana buat membangkitkan semangat kebersamaan antar pekerja & menaikkan kualitas korelasi industrial, namun maupun dapat melahirkan balik  atlet sepak bola nasional.

Selain buat memperkuat iklim safety di lingkungan perusahaan, aku berharap LPI dapat melahirkan atlet sepak bola potensial dari kalangan pekerja, katanya.

Hanif menambahkan, penyelenggaraan LPI ialah sebuah kegiatan yang sengaja diadakan buat menyambut Hari Buruh Internasional (May Day) 2018. Diharapkan menggunakan mengisi May Day menggunakan berbagai kegiatan positif semacam LPI, pekerja, pengusaha, & pemerintah dapat menikmati suasana May Day yang positif.

Diharapkan melalui berbagai kegiatan positif mirip LPI, buruh nir hanya berdemo ketika memperingati Hari Buruh Internasional. Untuk itu, Kemnaker mendukung berbagai kegiatan positif yang dilakukan buat merayakan May Day, baik sebelum & sesudah May Day, istilah beliau.

LPI diresmikan pertama kali di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (17/12/2017). Selain mendapatkan piala bergilir Presiden, kampiun I perserikatan maupun berhak mengantongi uang training. Akan diberikan juga penghargaan kepada pemain menggunakan kategori Top Scorer, Best Player, & Best Goal Keeper dari tim Juara I – IV.

Hanif mengatakan, LPI nir akan membebani perusahaan. Menurutnya, keikutsertaan dalam kompetisi ini justru bagian dari upaya buat menaikkan produktivitas pekerja & perusahaan.

LPI ini maupun jadi keliru satu sarana buat menaikkan kualitas korelasi industrial lebih produktif & safety perusahaan, ujar Hanif.

Ia melanjutkan bahwa LPI dapat membentuk korelasi yang realistis, lebih manusiawi, terintegrasi, kekeluargaan, & sportif, khususnya bagi pekerja yang secara umum dikuasai menggemari olahraga sepak bola.

Digelarnya LPI ialah tonggak sejarah olahraga bagi para pekerja & pengusaha, ucap Hanif.

Melalui LPI ini, beliau maupun berharap korelasi industrial dibangun nir hanya melalui gaya industrial, namun maupun dapat dibangun secara sangat efektif melalui olahraga.

(*)

Komentator Silang Bola Berteriak Ahay

Komentator Silang Bola Berteriak Ahay

Image source: https://img.okezone.com/content/2016/12/14/598/1566073/live-dahsyat-lucunya-denny-cagur-gagal-jadi-komentator-bola-CW3N7jNFHO.jpg

Komentator Silang Bola Berteriak Ahay

Ya, saya kali ini agak berbeda berasal biasanya.

Tidak menulis atau menyoroti tentang perkembangan olahraga sepakbola Indonesia, nir juga mengulas akibat berasal dua pertandingan ujicoba timnas sepakbola putra Indonesia baik yang senior (14 Agustus 2013 vs Philippines) maupun timnas U-23 SEA GAMES 2013 (15 Agustus 2013 vs Timnas Brunei Darussalam).

Menyaksikan kedua pertandingan siaran langsung tersebut di RCTI ada yang menarik berasal gaya reporter pembawa acara Hadi Gunawan.

Setiap kali terjadi peluang yang menegangkan, baik shot on goal maupun umpan berbahaya yang terkejar oleh striker baik berasal pihak Indonesia maupun pihak lawan, sang reporter selalu berteriak "AHAYY !!"

Begitu fenomenalnya teriakan tersebut sehingga banyaka penggemar sepakbola menjadikannya sebagai trending topic baik di lembaga-lembaga komunikasi dunia maya seperti Kompasiana ini, maupun website-website gosip online.

Banyak yang menjadikannya sebagai trade mark komentator sepakbola Indonesia gaya baru. Karena gayanya Hadi Gunawan ini lebih menarik perhatian daripada gaya "datar" nya Tris Irawan yang sebelumnya sering menjadi reporter silang bola di RCTI.

Ripto Syahvidi pencipta teriakan "Ahay !"

Tapi tahukah Anda bahwa Hadi Gunawan bukanlah orang pertama yang mempopulerkan teriakan "Ahay!"dalam siaran langsung pertandingan olahraga Indonesia khususnya yang berlangsung di Kompleks Olahraga Senayan Jakarta.

Adalah Ripto Syahvidi orang yang pertama kali mempopulerkan teriakan "Ahay !" ini.

Saya nir tahu apakah beliau saat ini masih hidup atau telah wafat, mengingat kompatriotnya di TVRI, Bung Sambas telah tiada di pertengahan tahun 1990-an

Saya masih inget saat itu masih duduk di bangku SD, pertengahan tahun 80-an , kala mendengarkan siaran langsung pertandingan sepakbola final Perserikatan, pertandingan-pertandingan sepakbola timnas Indonesia era Ricky Yacobi dkk., maupun pertandingan-pertandingan badminton tim Piala Thomas maupun Uber, terutama yang berlangsung di Stadion Utama Senayan (belum GBK namanya kala itu), maupun Istora Senayan Jakarta.

Penyiar RRI tahun 80-an yang acapkali menjadi juara turnamen Tenis Meja antar karyawan Departemen Penerangan di jaman Harmoko tersebut, seingat saya saat itu memang satu-satunya dan yang pertama yang mempopulerkan teriakan alay tersebut.

Ini misalnya:

"Haa…umpan tarik berasal Marzuki, berikan cepat saja dalam Zulkarnaen (Lubis), ada pemain Korea di sana, ia oper lagi dalam Ricky Yacobi…Ricky mencoba utak-atik sebentar, tembak !!!…..Ahaaaaayy! bolanya melenceng jauh di atas gawang, saudara-saudara"

Atau:

"Icuk angkat kok ke depan, coba bermain reli bersama Morten, balik lagi tipis berasal Morten, langsung smesh….Ahayy…sayang seribu sayang saudara-saudara, smesh berasal Icuk jatuh tipis di luar garis lapangan"

Kebanyakan memang teriakan Ahay ini diucapkan Bung Ripto, jikalau peluang yang tercipta gagal dimanfaatkan.

Namun saya nir setuju jikalau teriakan penuh semangat nan menggelikan berasal Bung Ripto, maupun gaya barunya Hadi Gunawan yang kini menjadi trend setter baru tetapi berbau retro itu.

Jujur saja, silahkan Anda menyaksikan siaran langsung sepakbola di televisi-televisi negara-negara Arab…..itu jauh lebih "alay" dari saya.

Bayangkan kala sang striker tim kesayangan atau tim lawan sedang mengancam gawang tim musuhnya, sang reporter tak jarang mengucapkan takbiratul ihram, bahkan ada yang bersyahadat.

Ya, seingat saya saat pertandingan di Piala Asia 2000 Lebanon, suatu pertandingan di TV Arab antara tim tuan rumah melawan tim lawan saya lupa, saat pemain Lebanin akan mengambil penalti, sang penyiar TV berkata cepat"

"Asyhadu an Laa Ilaha Ila Allah, Wa Asy hadu anna Muhhamadar Rasulullah…yala…yala"

dan saat tendangan penaltinya gol, maka sang reporter pun berteriak bukan "Gol !!" melainkan "Allahu Akbar….Alhamdulillah…Allahu Akbar !!"

Buat saya yang seseorang Muslim, agak menggelikan juga, kok orang mau tendangan penalti malah dibacaka syahadat..?

Kalo gol diteriaki Takbir masih masuk akal.

Bayangkan, bermain bola diperlakukan bagai jihad di medan perang, pantas saja tim-tim Arab prestasi sepakbola nya menjulang hebat homogen-homogen.

Hehehe,

Komentar Bepe soal Laga Persija Vs Persib dalam Solo

Komentar Bepe soal Laga Persija Vs Persib dalam Solo

Image source: http://www.dongguantoday.com/Upload/pic/201052717494819.jpg

Komentar Bepe soal Laga Persija Vs Persib di Solo

Liputan6.com, Jakarta – Striker gaek Persija Jakarta, Bambang Pamungkas, siap tampil aporisma dalam pertandingan klasik melawan Persib Bandung dalam Jumat (31/10/2017) di Stadion Manahan, Solo. Partai yang kerap diklaim El Clasico Indonesia ini nir mendapat biar kepolisian buat digelar di Stadion Patriot, Bekasi, sehingga berlangsung di Solo. 

Laga Persija vs Persib wajib dipindahkan ke Solo berasal Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi. Kepolisian Bekasi hingga Polda Metro Jaya tak mengeluarkan biar menggelar pertandingan tersebut atas alasan keamanan.

"Di Solo tetap dapat ditonton langsung. Saya nir dapat berkomentar itu, sebab terdapat otoritas yang menentukan pertandingan di Jakarta (sekitarnya) safety atau nir serta potensi kerusuhannya bagaimana," ucap Bambang Pamungkas atau Bepe di Senayan, Selasa (31/10/2017).

Pemindahan venue sudah dialami Persija dalam tahun kemudian di Torabika Soccer Championship (TSC 2016). Pada putaran kedua kompetisi tersebut Macan Kemayoran ditahan imbang Persib 0-0 di Manahan.

"Tapi, lebih berasal itu aku pikir main di manapun kami. Saya nir terdapat persiapan spesifik," ungkap Bepe.

"Pertandingan ini krusial, sebab prestisius buat kedua belah klub. Bukan hanya buat pemain, tapi juga buat fans. Jadi kita lihat apa yang terjadi di hari Jumat," katanya.

Persija mengincar kemenangan atas Persib dalam pekan ke-33 Liga 1 ini buat mengamankan posisi 5 akbar Liga 1. Sekarang mereka berada di peringkat enam klasemen sementara, terpaut 2 poin berasal Madura United di atasnya.

Kessie yakin Milan dapat balikkan keadaan di London

Kessie yakin Milan dapat balikkan keadaan di London

Image source: https://cdns.klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2013/01/30/144939/540×270/nomor-9-untuk-balotelli-di-milan-20130131142504.jpg

Kessie yakin Milan bisa balikkan keadaan dalam London

Gelandang tengah AC Milan Franck Kessie yakin bisa membalikkan ketertinggalan dua gol saat Rossoneri bertandang ke London dalam leg ke 2 Liga Europa. Ia yakin timnya akan memberikan yang terbaik dalam pertemuan tersebut.

BERITA TERKAIT
Spalletti: Milan akan tetap berada dalam bawah Inter meski menang derby
AC Milan ternyata kalah cepat dari Liverpool dalam perburuan gelandang ini
Montella: Saya Dibayar Untuk Jadi Kambing Hitam Milan

Dalam pertemuan sebelumnya, Milan harus tumbang dalam hadapan pendukungnya sendiri usai kalah atas Arsenal bareng skor 2-0. Dua gol The Gunners dicetak sang Henrikh Mkhitaryan & Aaron Ramsey.

Namun, hasil tersebut tidak membuat Kessie kecewa. Malah, beliau yakin timnya akan berhasil membalikkan keadaan saat bertamu ke Emirates Stadium nanti.

"Sekarang kami mengerti sedang berhadapan bareng siapa. Kami siap memberikan semuanya dalam Kamis nanti," ujar sang pemain tersebut.

"Seberapa yakin kami bisa membalikkan keadaan? Semuanya mungkin dalam sepakbola. Dalam laga antara Milan melawan Arsenal sebelumnya, Milan menang 4-0 dalam sangkar & kalah 3-0 dalam London," tambahnya.

"Kami kalah dalam sangkar, jadi hal tersebut bisa terjadi kepada mereka juga. Semuanya masih mungkin," tutupnya.

Di laga sebelumnya, Milan berhasil menumbangkan tuan rumah Genoa bareng skor tipis 1-0. Gol Rossoneri diciptakan dalam menit akhir melalui aksi dari Andre Silva.(scu/yml)

Kenapa Sepak Bola Jepang Bisa Maju

Kenapa Sepak Bola Jepang Bisa Maju

Image source: http://www.thesouthlake.com/wp-content/uploads/2018/02/19.jpg

Kenapa Sepak Bola Jepang Bisa Maju

Sore ini Kompas edisi online menayangkan berita yang menarik. Sebuah wawancara memakai pelatih timnas U-22 Jepang, Yushasi Yoshida. Ia membeberkan beberapa cara agar sepakbola Indonesia bisa semaju Jepang.

Kunci Kesuksesan Jepang

Kunci kesuksesan Jepang dimulai menurut tim nasional grup umur. Federasi Sepak bola Jepang (JFA) memiliki sistem pembinaan buat beberapa grup umur, seperti U-10, U-13, U-14, & U-16. Para anak akan dididik & dipersiapkan buat mencapai level lebih tinggi di timnas senior. Para pemain muda ini dilatih buat memiliki teknik bermain yang baik & berlatih setiap hari.

Ajari terus pemain sejak mereka masih muda, ujarnya.

Selain itu JFA maupun membuat sistem kompetisi yang selalu mengadakan pertandinagn setiap minggu, buat semua grup kategori umur. Hal ini dilakukan agar mereka memiliki jam terbang yang banyak, seperti yang maupun dilakukan di Eropa.

Untuk sistem timnas, muncul 2 kategori. Tim sepakbola pelajar & satu lagi tim yang berasal menurut klub. JFA membuat banyak pertandingan yang memungkinkan ke 2 timnas ini saling bertemu. Ada maupun talent scout yang dimiliki sang setiap klub & akademi grup umur.

Belajar menurut Jepang

Menarik sekali membaca berita tersebut. Ada banyak hal baik yang bisa dicontoh menurut sepakbola Jepang. Jepang yang dulu dipercaya sebelah mata kini menghasilkan pemain-pemain cemerlang yang bermain di perserikatan-perserikatan besar Eropa seperti Shinji Kagawa & Keisuke Honda.

Indonesia, khususnya PSSI sebenarnya bisa belajar banyak menurut ini. Negeri kita yang penduduknya 230 juta lebih, tentu mutlak memiliki anak-anak yang berbakat. Lihat saja Andik Vermansyah yang memukau beberapa tahun belakangan atau, Tristan Alif yang membuka mata mayapada, bahwa anak-anak Indonesia maupun berbakat. Aika muncul sistem pembinaan usia dini yang baik, bukan tak mungkin timnas Indonesia akan bisa mewarnai klub-klub besar Eropa beberapa tahun lagi.

Sistem Liga Spanyol & Jerman

Kuncinya memang muncul di pembinaan pemain muda & pengaturan kompetisi. Aika kita menengok bagaimana kesuksesan Spanyol di Piala Eropa, kita bisa menilik bagaimana Liga Spanyol diatur agar bakat-bakat lokal bisa mendapat tempat di klub. Peraturan di Liga Spanyol hanya memberi jatah 3 pemain asing di setiap klub. Artinya, kebijakan ini akan membuka kesempatan seluas-luasnya buat pemain lokal Spanyol.

Vicente del Bosque tentu tak akan sulit membentuk timnas, sebab di perserikatan, pemain spanyol bertebaran begitu banyak di setiap klub. Akademi-akademi berkualitas maupun berhasil melahirkan pemain-pemain bertalenta. Lihat saja aksi Jordi Alba di Piala Eropa lalu, ia merupakan jebolan akademi La Masia milik Barcelona.

Sistem pembinaan di Jerman mirip memakai Spanyol. Bahkan di Jerman, selalu muncul pemain muda yang bercokol di skuad primer. Lihat saja Mario Gotze, Andreas Schurrle, Marco Reus ataupun Marc Andre ter Stegen. Mereka artinya produk berkualitas hasil pembinaan jangka panjang. Ter Stegen bahkan sempat menjadi kiper ketiga Jerman sebelum berangkat Ke Euro 2012, padahal usianya baru 20 tahun.
Tidak bisa Instan

Memang, menghasilkan sesuatu yang besar tak bisa dilakukan memakai instan. Pengiriman pemain ke Belanda, Italia, Uruguay ataupun Brazil mungkin membuat pemain belajar lebih baik, sebab tertentu belajar ke negeri-negeri yang budaya sepakbolanya bertenaga. Tetapi hasil yang didapat menurut program instan ini belum menggembirakan.

Jepang sudah membuktikan memakai pembinaan jangka panjang yang sabar & bertahap, bakat-bakat besar bisa lahir & berkembang. Mereka bukan cuma menjadi atlet-atlet yang bersinar di Jepang, melainkan bisa bicara di sepakbola Eropa. Kalau Jepang bisa, Indonesia maupun bisa!

Jong Ambon Hanya Perkumpulan Sepak Bola

Jong Ambon Hanya Perkumpulan Sepak Bola

Image source: https://cdn.yukepo.com/content-images/listicle-images/2017/10/05/64243.jpg

Jong Ambon Hanya Perkumpulan Sepak Bola

Jong Ambon ternyata hanya klub sepak bola? Hal itu menjadi temuan menarik dalam percakapan Sumpah Pemuda menggunakan tema "Gerakan Kaum Muda dalam Memperjuangkan Kemerdekaan Pasca Sumpah Pemuda" yg diselenggarakan di Museum Sumpah Pemuda, Jakarta, kepada 27 November 2017.

Dialog itu menghadirkan gurubesar sejarah Universitas Indonesia, Prof. Dr. Djoko Marihandono, kemudian Sunarjo Djojopuspito yg merupakan putera dari Sugondo Djojopuspito, Ketua Kongres Pemuda II kepada 1928 yg melahirkan Sumpah Pemuda, dan Ketua Asosiasi Guru Sejarah Indonesia, Sumardiansyah Perdana Kusuma.

Seperti diketahui generik, Kongres Pemuda II yg berlangsung 27-28 Oktober 1928 dihadiri utusan-utusan organisasi pemuda dan kepanduan di Indonesia. Termasuk grup-grup kaum belia yg sesuai kedaerahan, seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Bataks Bond, Pemoeda Kaoem Betawi, Jong Celebes, Jong Ambon, dan lain-lain.

Kelompok-grup kaum belia kedaerahan itu beserta grup dan organisasi kaum belia dan kepanduan lainnya, akhirnya bersepakat "menjadi satu Indonesia" menggunakan mengakui tumpah darah dan bangsa Indonesia yg satu, dan menjunjung Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Walaupun saat itu secara resmi Bahasa Indonesia belum terdapat, tetapi semangat buat menunjuk bahasa persatuan sudah terdapat.

Hanya menariknya, anak dari Sugondo Djojopuspito berkata balik  tulisan ayahnya. Untuk menyambut peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 1973, Sugondo menulis catatan berjudul "Ke Arah Kongres Pemuda II", yg dimuat di majalah Media Muda No. 6 dan 7 Tahun II.

Di halaman 13 majalah itu, Sugondo menulis tentang nama-nama yg mewakili organisasi-organisasi peserta Kongres Pemuda II. Namun ditulisnya maupun, "… Leimena tidak jadi duduk dalam panitia mewakili Jong Ambon sang alasannya adalah perkumpulan ini ternyata perkumpulan sepak bola".

Betulkah itu? Tentu masih harus diteliti kebenarannya. Tetapi dapat jadi Sugondo kacau menggunakan perkumpulan sepak bola yg bernama Jong Ambon. Bisa maupun, alasannya adalah dalam aktivitasnya Jong Ambon secara aktif berolahraga sepak bola, jadi dianggap organisasi itu artinya perkumpulan sepak bola.

Sementara itu di banyak kitab sejarah, masih disebutkan bahwa Jong Ambon memang memiliki wakil dalam software Kongres Pemuda II itu, dan Johannes Leimena yg menjadi utusan Jong Ambon duduk sebagai Pembantu IV Panitia Pelaksana Kongres Pemuda II.

Menjadi tugas para sejarawan buat balik  meneliti keberadaan organisasi-organisasi yg ikut menyokong lahirnya Sumpah Pemuda, termasuk Jong Ambon itu. Walaupun catatan itu dibuat sendiri sang Ketua Panitia Pelaksana Kongres Pemuda II, tapi bukan berarti catatan itu dapat dikutip dan dipercaya secara tertentu. Apalagi alasannya adalah catatan itu ditulis kepada 1973, berarti 45 tahun setelah peristiwa Kongres Pemuda II tersebut. Sisi manusiawi, di mana seorang dapat lupa atau mungkin menjadi kacau sang hal-hal lain yg hampir mirip, harus dipertimbangkan jua.

Saya sendiri, seperti sudah ditulis, lebih percaya bahwa Jong Ambon itu memang sama organisasi sejenis menggunakan nama "Jong" lainnya, yaitu organisasi yg dibuat buat menggalang persatuan dan persaudaraan antarkaum belia yg berasal dari tempat yg sama. Sama seperti organisasi-organisasi kaum belia di Tanah Air yg lahir setelah Boedi Oetomo kepada 1908, maka hasrat kemerdekaan maupun menjadi tujuan mereka.

Kalau pun mungkin terlihat banyak kegiatan Jong Ambon dalam bidang sepak bola, dapat jadi alasannya adalah memang para anggota banyak yg menggemari olahraga itu. Bahkan bukan tidak mungkin, melalui kegiatan olahraga sepakbola itu maupun ditumbuhkan benih-benih kemerdekaan Indonesia di kalangan anggotanya. Memupuk semangat persatuan dan kesatuan melalui olahraga, begitu mungkin slogannya, walau tak pernah dituliskan.

Jakarta Equal Festival, jembatan menuju liga sepakbola wanita

Jakarta Equal Festival, jembatan menuju liga sepakbola wanita

Image source: http://www.cafeweb.it/wp-content/uploads/2013/02/Borse-Le-Pandorine-primavera-estate-2013-prezzo-400×291.jpg

Jakarta Equal Festival, jembatan menuju perserikatan sepakbola wanita

Asosiasi Sepak Bola Wanita Indonesia (ASBWI) mengelar event bertajuk " Jakarta Equal Festival" di Lapangan National Youth Training Center (NYTC), Depok, Jawa Barat, Minggu (11/3/2018). Kegiatan ini dalam rangka seremoni Hari Sepak Bola Wanita Sedunia yg jatuh dalam 8 Maret.

BERITA TERKAIT
PSIS putusan bulat Liga 1 Women digelar
Tim Vasanta Borong Gelar di Jakarta Equal Festival 2018
Klub Liga 1 wajib punya tim wanita

Festival ini dibuka sang Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha. Dalam sambutannya, beliau berharap event "Jakarta Equal Festival" dapat digelar rutin serta bisa menyaring bibit-bibit pe sepakbola wanita Tanah Air.

"Kami report ke AFC mengenai acara ini. Ini merupakan tonggak pertama, dan event mungil buat kami meriahkan dulu. Harapannya nanti dalam tahun-tahun berikutnya bisa diselenggarakan di setiap provinsi buat mencari bakat-bakat di sepakbola wanita," ujar Tisha.

Tisha juga mengungkap planning besar PSSI buat menggulirkan Liga 1 Wanita. Klub-klub Tanah Air dibutuhkan di dikala mendatang dapat membentuk tim sepakbola wanitanya masing-masing.

"Kemeriahan ini cikal bakal PSSI bahwa nantinya Liga 1 women itu akan kami rencanakan memakai baik. Jadi klub-klub Liga 1 itu harus mempunyai tim wanita. Persija Women, Arema Women dan lain sebagainya, alasannya itulah yg akan menghasilkan gegap gempitanya sepakbola wanita," kata wanita berusia 32 tahun ini.

"Road show itu akan kami mulai usai Agustus. Jadi festival ini artinya kemeriahan pertama buat kami lihat mirip apa, alasannya jikalau kami bebankan kepada klub Liga 1 buat menghasilkan tertentu tim wanita, niscaya mereka juga kesulitan mencari bakat. Nah nanti kami akan merger memakai klub-klub ataupun perkumpulan yg sudah timbul. Semoga itu bisa menaikkan gegap gempitanya sepakbola wanita dalam tahun 2019. Jadi 2018 kami planning dulu," tambahnya.

Jakarta Equal Festival edisi pertama ini diikuti sebanyak delapan tim, yaitu Vasanta (Jakarta), Gelora Muda Putri (Bogor), Goal Aksis (Bandung), Pro:Direct (Jakarta), Benteng Muda (Banten), MFA Ladies (Bandung), Persijap (Jawa Tengah), dan Binus School (Jakarta). Vasanta lalu keluar sebagai kampiun sesudah mengalahkan Gelora Muda Putri memakai skor, 2-0. (bola/hsw)