Berapa Lama Menanti Chong Wei, Peter Gade, Lin Dan serta Taufik Hidayat Baru

Berapa Lama Menanti

Image source: http://mediaserver.fxstreet.com/Reports/974fee59-84f1-4a1f-9b5d-025d75888b69/eursd1_20150727061204.png

Berapa Lama Menanti Chong Wei, Peter Gade, Lin Dan dan Taufik Hidayat Baru

Sektor tunggal putra dunia pernah diwarnai persaingan sengit antara empat pemain terbaik dari empat negara berbeda. Taufik Hidayat dari Indonesia, Peter Gade Christensen dari Denmark, Lee Chong Wei dari Malaysia dan Lin Dan dari Tiongkok.

Keempat pemain ini selalu bersaing di pentas bulu tangkis setidaknya sejak Taufik dan Peter Gade mulai mencuri perhatian menjelang tahun 2000 selanjutnya kemunculan Lin Dan dan Chong Wei, hingga Taufik purna tugas pada 2012, tahun yang sama waktu Gade maupun gantung raket.

Selama rentang waktu tersebut, pertemuan di antara keempat pemain ini selalu ditunggu-tunggu. Masing-masing dari antara mereka mempunyai keunggulan dan kelebihan yang nir dimiliki yang lain. Saat mereka bertemu nir hanya rivalitas untuk memenangkan laga yang dicari, maupun kepiawain masing-masing yang menarik disaksikan.

Misalnya, Taufik yang nir hanya kencang dalam smes maupun mempunyai powerbackhand yang istimewa. Kecepatan backhandsmes Taufik pernah mencapai angka 206 km/jam, anugerah yang melambungkan namanya dan virtual yang hingga kini masih terus dikejar para penerus. Sementara di sisi berbeda, Gade yang jangkung itu sangat harmonis mengggabungkan antara serangan cepat, gerakan kaki yang halus dan tekanan konstan. Tipuan-tipuan dan pancingan-pancingannya sangat jeli dan terukur. Melihat Gade bermain kita nir hanya melihat lawannya jatuh bangun menjangkau ruang-ruang sempit, maupun bagaimana Gade memainkan harmoni yang rupawan itu.

Dari segi konsistensi Chong Wei dan Lin Dan unggul. Rivalitas keduanya bahkan masih berlangsung hingga kini. Terakhir kali kita menyaksikan partai el clasico di arena bulu tangkis yakni di semi final Olimpiade Rio de Janeiro kemudian. Saat itu Chong Wei sukses mengandaskan Super Dan, sekaligus mendekatkan legenda Malaysia itu dengan medali emas pertama dalam karirnya setelah di dua edisi sebelumnya meraih perak. Itu maupun setelah kalah dari Lin Dan.

Bagi Peter Gade menyebut dua edisi Olimpiade sebelum di Rio itu mempunyai arti sendiri. Bisa jadi mirip membuka luka lama. Namun di situlah kita mendapati bagaimana tingkat persaingannya dengan Taufik dan Lin Dan.

Di Olimpiade Athena Gade nyaris tembus semi final andai saja ia nir lebih dulu bertemu Taufik. Setelah lolos dari hadangan Chien Yu-Hsiu dari Taiwan dan Nikhil Kanetkar dari India, Gade bertemu Taufik di semi final. Saat itu patut diakui Taufik sedang on fire. Gade takluk straight set dengan skor identik 15-21 dan 15-21. Lolos dari Gade, Taufik kemudian bertemu Shon Seung-mo dari Korea Selatan dan memenangkan pertarungan itu untuk mempersembahkan emas. Sementara pemain Indonesia lainnya, Sony Dwi Kuncoro kebagian medali perunggu.

Empat tahun kemudian, tahun 2008, di Tiongkok. Giliran Lin Dan yang jadi bahan pembicaraan. Gade kembali menelan pil getir setelah kandas di babak yang sama dari Super Dan yang kemudian menjadi kampiun.

Di Olimpiade Rio, giliran Lin Dan dan Taufik bersaing di semi final. Julukan sebagai Mr.Runner-up semakin pantas disematkan kepada Lee setelah di final kalah dari Chen Long. Sebelum di Rio, Lee lebih dulu mendapatkan julukan itu setelah kandas di final Kejuaraan Dunia 2015 di Jakarta. Hingga periode itu tercatat Lee sudah enam kali kandas di partai puncak turnamen besar, di antaranya empat kali di Kejuaraan Dunia dan dua kali di Olimpiade.

Kekalahan di Brasil itu menandai penurunan performa Lin Dan yang sebelumnya sangat superior. Dibandingkan ketiga rekan segenerasi itu, pemain yang kini berusia 33 tahun itu paling poly mengoleksi gelar. Selain dua keping emas Olimpiade, di lemari prestasinya ada lima gelar Juara Dunia (2006, 2007, 2009, 2011 dan 2013), dan jumlah yang sama untuk gelar All England yang diukirnya tahun 2004, 2006, 2007, 2009, dan 2012.

Selain dua ajang besar itu hampir semua turnamen mayor sudah pernah dimenangi. Puncaknya pada usia 28 tahun ia sudah memenangkan sembilan turnamen bergengsi mulai dari Olimpiade, Kejuaraan Dunia, Piala Thomas, Piala Sudirman, Super Series Finals, All England, Asian Games hingga kejuaraan Asia. Ia menjadi pebulutangkis pertama yang menorehkan catatan impresif itu dan berhak atas predikat Super Grand Slam.

Tidak hanya Lin Dan yang bisa menguasai puncak bulu tangkis dunia. Taufik dan Peter Gade maupun pernah berada di urutan teratas. Taufik baru bisa berada di puncak pada tahun 2000, tiga tahun setelah Gade merasakannya. Tidak hanya di tingkat dunia, di level Eropa, sejak 1998 hingga 2010 Gade ialah penguasanya.

 Meski Lin Dan paling lama menyandang status pemain tunggal putra nomor satu, Chong Wei-yang waktu ini masih di puncak dunia-pernah menjadi nomor satu selama 199 pekan secara beruntun sejak 21 Agustus 2008 hingga 14 Juni 2012. Sementara di arena Asian Games, Taufik paling superior dari ketiganya karena berhasil menggondol tiga medali emas.

Paparan singkat di atas ialah bagian dari jejak prestasi yang diukir dari persaingan di antara mereka. Dari lapangan sebagai lawan hubungan mereka kemudian berlanjut ke luar lapangan sebagai sahabat.

Kedekatan relasi mereka waktu ini nir hanya memantik rasa kagum, serentak mengundang rasa rindu. Kapan pencinta bulu tangkis dunia kembali mendapatkan tontonan menarik dari para pemain hebat mirip mereka?

Saat ini dan mungkin sampai satu atau dua tahun mendatang kita masih bisa menyaksikan Lin Dan dan Chong Wei bersaing di senja karir mereka. Namun setelah itu, siapa saja yang akan mengisi panggung bulu tangkis dunia?

Tidak simpel memang menjawab pertanyaan ini. Masih bercokolnya Lee di puncak dunia menawarkan bahwa belum ada generasi baru yang benar-benar istimewa bisa menggusur para pemain senior mirip Lee, Lin Dan bahkan Jan O Jorgensen dari Denmark. Di sisi lain keempat pemain itu, begitu maupun pebulu tangkis legendaris lainnya, mirip terlahir dengan anugerah istimewa.

Tentu saja perjuangan dan kerja keras mereka patut diacungi jempol. Tentang ini Lee dan Lin menjadi contoh paling aktual. Selalu gagal berkali-kali bahkan dengan cara dramatis sekali pun, Lee tetap tegar. Begitu maupun ketika tersandung duduk perkara doping nir membuatnya patah arang.

Saat acara Yonex The Legend's Vision, di Jakarta, Senin (17/8) tahun kemudian yang maupun dihadiri Taufik, Peter Gade, minus Lin Dan, Lee berkata bahwa dirinya perlu berjuang keras untuk mempersiapkan diri. Ia tahu bahwa dalam setiap turnamen hanya ada satu kampiun sehingga persiapan yang matang dan perjuangan selama pertandingan ialah harga mati.

Selain butuh kedisiplinan ekstra, patut diakui bulu tangkis dunia waktu ini memang sedang krisis bibit-bibit istimewa. Tidak hanya Indonesia setelah era Taufik, Tiongkok, Malaysia dan Denmark maupun mencicipi hal yang sama. Belum ada penerus dengan bakat dan kemampuan mirip Lin Dan, Peter Gade dan Chong Wei.

"Semua orang nir tahu betapa sulitnya untuk berada di atas dalam waktu yang lama. Mungkin untuk memenangkan satu atau dua turnamen simpel, tetapi sulit untuk melakukannya secara konsisten, ungkap Lee kepada Berita Harian (Jumat, 3 Februari 2017, mirip dikutip dari Djarumbadminton.com.

Tentang bulu tangkis Malaysia, Lee mempunyai kesaksian betapa susahnya negara tersebut mencari penerusnya. "Semua pemain muda yang ada di kita sekarang masih jauh tertinggal di belakang saya, malah untuk menyaingi saya ketika latihan pun nir bisa."

Pemain yang kini bergelar Dato itu kemudian meminta Asosiasi Badminton Malaysia (BAM) untuk melupakan cita-cita mendapatkan suksesor selevelnya. Lebih berfaedah mencari sebanyak-banyaknya pemain muda dan menempa mereka, ketimbang hanya penekanan pada beberapa pemain.

Saya kira wejangan Chong Wei pada BAM relevan maupun bagi bulu tangkis Indonesia. Gencar melakukan regenerasi agar jangan sampai ada jurang antar generasi mirip pada tunggal putri kita waktu ini. Siapa tahu dari proses berkelanjutan dan berjenjang itu akan lahir para pemain hebat. Walaupun mirip istilah Lee, mendapatkan penerus setingkat empat sekawan itu, hampir tidak mungkin. Sekalipun nanti akan datang maupun para penerus itu, waktunya nir singkat.

"Secara pribadi, saya merasa itu akan memakan waktu 20 sampai 30 tahun lagi.

Jaylin Fleming, pemain basket termuda di global

Jaylin Fleming, pemain basket termuda di dunia

Dua tahun kemudian, Jaylin Fleming yang berusia 10 tahun ditetapkan sebagai pemain basket termuda di dunia. Bocah ini menimba ilmu di Beasley Academic Center di Chicago, Amerika. Ia berhasil menyebarkan talentanya dalam bermain basket, sesudah dilatih oleh ayahnya. "Saya hanyalah anak rendah hati, yang sedang mencoba buat mencapai virtual," istilah Jaylin kepada Tribune News.

Dalam kesehariannya, Jaylin seringkali bermain video game serta sepak bola bersama adiknya. Ia bahkan nir pernah merasakan tekanan buat bermain. Apa yang dilakukannya adalah hanyalah buat terus bekerja keras.

Jaylin sudah bermain menggunakan beberapa pebasket profesional dari Knicks serta Bulls. Aksi hebatnya di lapangan jua menerima kebanggaan dari instruktur atletik Knicks, oger Hinds.

"Berdasarkan usianya, beliau yang terbaik yang pernah aku lihat," istilah Refiloe Lethunya, mantan pemain Divisi I, serta sekaligus instruktur NBA.

John Fleming melatih anaknya dua atau tiga kali dalam seminggu. Jaylin benar-benar berlatih menggunakan keras buat mencapai cita-citanya. Sungguh sebuah kisah inspiratif yang mencengangkan.

Yuk lihat aksi hebatnya di lapangan!

[des]

Benarkah Ada ‘Anak Emas’ di Pelatnas PBSI

Benarkah Ada 'Anak Emas' di Pelatnas PBSI

Image source: https://cdn1-a.production.liputan6.static6.com/medias/1326979/big/071539700_1472033136-1471988644-1471896863-strict-parenting.jpg

Benarkah Ada 'Anak Emas' di Pelatnas PBSI

Tepat sehari setelah penyelenggaraan Indonesia Open 2017 berakhir yaitu tanggal 19 Juni 2017, Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) mengumumkan daftar skuad inti Indonesia untuk Southeast Asia (SEA) Games 2017. Sebanyak dua puluh pebulutangkis terpilih untuk membela nama Indonesia di cabang bulutangkis pada ajang olahraga multicabang antar negara-negara Asia Tenggara itu. Pada tahun ini, SEA Games akan diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia pada tanggal 19-30 Agustus 2017.

PBSI menargetkan untuk mampu meraih tiga medali emas dengan nomor-nomor andalan artinya beregu putra, tunggal putra dan ganda putra. Susy Susanti selaku manajer tim bulutangkis Indonesia di SEA Games 2017 jua berharap sektor ganda putri mampu tampil maksimal untuk menyumbangkan tambahan medali emas. Sebagai negara dengan tradisi bulutangkis paling bertenaga di Asia Tenggara, sudah sepantasnya Indonesia memasang sasaran yang tinggi di SEA Games.

Pemilihan anggota skuad bulutangkis untuk ke SEA Games 2017 memang sempat memproduksi PBSI cukup pusing. Hal ini karena tanggal penyelenggaraan ajang yang tahun ini memasuki edisi ke 29 itu bertabrakan dengan tanggal pelaksanaan Kejuaraan Dunia 2017 di Glasgow, Skotlandia. Banyak pebulutangkis Indonesia dengan kualitas top yang lolos kualifikasi untuk tampil di turnamen level tinggi itu. Indonesia mengincar untuk bisa kembali menempatkan pebulutangkisnya sebagai juara global.

Di sisi lain, PBSI jua tak bisa begitu saja menurunkan pemain-pemain pelapis di ajang SEA Games 2017 karena bulutangkis artinya cabang olahraga yang selalu diberi sasaran tinggi oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk bisa meraih medali emas bagi Kontingen Indonesia. Pada gelaran SEA Games 2015 di Singapura, tim bulutangkis Indonesia sukses menjadi juara umum dengan raihan total sembilan medali yang terdiri dari tiga medali emas, dua medali perak dan empat medali perunggu. Prestasi tersebut diharapkan bisa terulang atau bahkan lebih baik lagi tahun ini.

Walaupun hanya dalam level Asia Tenggara, namun persaingan di cabang olahraga bulutangkis cukup sengit karena Thailand dan Malaysia punya pemain-pemain berkualitas yang tak bisa dianggap remeh. Thailand bahkan memilih strategi untuk hanya mengirim dua orang pemain saja ke Kejuaraan Dunia 2017 dan mengalihkan kekuatan penuh lainnya ke SEA Games 2017.

Oleh karena itu, beberapa nama pemain yang masuk kategori utama dan sebenarnya lolos untuk tampil di Glasgow seperti Jonatan Christie, Greysia Polii, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Fitriani pun mundur dari daftar pemain di Kejuaraan Dunia 2017 dan lalu dimasukkan ke dalam skuad untuk SEA Games 2017. Pemain-pemain andalan lainnya seperti Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Praveen Jordan/Debby Susanto, dll. tetap berangkat ke Glasgow.

Dari daftar nama pada skuad bulutangkis Indonesia ke SEA Games 2017, salah satu yang menyita perhatian publik artinya masuknya nama Muhammad Bayu Pangisthu dan Firman Abduk Kholik. Bersama dengan Jonatan Christie dan Ihsan Maulana Mustofa, mereka akan jadi kuartet tunggal putra yang turun di nomor beregu. Mereka akan bahu-membahu bareng dua pasangan ganda putra yang sedang naik daun, Berry Angriawan/Hardianto dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto untuk mempertahankan medali emas di nomor beregu putra yang nir pernah lepas dari tangan Indonesia sejak SEA Games tahun 2007.

Meskipun hanya turun di nomor beregu dan nir di nomor perseorangan, Bayu dan Firman dinilai oleh banyak orang kurang layak untuk masuk skuad bulutangkis Indonesia di SEA Games 2017. Berbagai komentar di akun media sosial resmi PBSI dan gerombolan-gerombolan fans bulutangkis Indonesia ramai-ramai mempertanyakan keputusan PBSI membawa dua tunggal putra tersebut ke SEA Games 2017. Bahkan, nir sedikit yang menilai bahwa PBSI telah menjadikan Bayu dan Firman sebagai anak emas yang mendapat perlakuan spesifik.

Mengapa komentar-komentar ihwal isu anak emas itu muncul? Kita bisa melihat dari catatan prestasi keduanya yang bisa dibilang kurang baik dalam dua tahun terakhir. Pada tahun 2016 dan 2017, keduanya lebih sering kalah di babak pertama dan babak kedua dikala dikirim bertanding di turnamen internasional. Terkadang kekalahan itu terjadi bukan dikala melawan pemain unggulan, namun dari pemain yang usianya sama-sama muda dan di atas kertas punya kemampuan yang sebanding.

Hal itu berdampak pada peringkat global BWF mereka yang cenderung stagnan dan bahkan melorot sejak tahun lalu. Bayu ada di peringkat 65 sedangkan Firman terpaku di peringkat 90. Seharusnya mereka mendapat teguran keras atau bahkan hukuman berupa nir dikirim bertanding ke luar negeri untuk sementara dikala.

Kekhawatiran akan kemampuan Bayu dan Firman untuk sanggup menanggulangi tekanan dikala tampil di nomor beregu jua disuarakan oleh fans. Apalagi salah satu dari mereka kemungkinan akan turun sebagai tunggal putra ketiga setelah Jonatan dan Ihsan. Itu berarti mereka akan bermain di partai kelima yang menjadi penentuan dikala skor kedua tim imbang 2-2. Status wajib menang untuk menyumbangkan poin bagi tim Indonesia dirisaukan belum bisa diemban oleh Bayu dan Firman.

Berkaca pada Kejuaraan Bulutangkis Beregu Campuran 2017 yang dihelat di Vietnam pada bulan Februari lalu, keduanya nir berhasil menang dikala diturunkan. Yang memproduksi fans bulutangkis gemas, keduanya kalah dari pemain lawan yang peringkatnya di bawah mereka. Kekalahan mereka berpengaruh pada skor secara keseluruhan yang dihasilkan Indonesia.

Firman kalah dari Lim Chi Wing yang berperingkat 120 dalam dua set langsung 19-21 15-21 dikala Indonesia bersua Malaysia di babak penyisihan grup B. Untungnya Indonesia masih bisa menang 3-2 atas negeri jiran itu. Lalu, Bayu kalah dari Kenta Nishimoto yang berperingkat 85 dalam dua set langsung 15-21 16-21 dan itu menyebabkan Indonesia takluk 2-3 dari Jepang di babak perempatfinal.

Dengan rentetan catatan yang nir baik itu, nampaknya bisa dipahami bila para pecinta bulutangkis berharap PBSI memilih pemain lain sebagai tunggal putra yang melengkapi Jonatan dan Ihsan ke SEA Games 2017. Panji Ahmad Maulana yang duduk di peringkat 75 dan di atas peringkat Firman disebut-sebut lebih pas diberi kesempatan beraksi di SEA Games. Ada jua yang beropini bahwa PBSI sebaiknya justru menyertakan peraih medali perak pada Kejuaraan Dunia Junior BWF 2016, Chico Aura Dwi Wardoyo yang punya potensi untuk berkembang jadi pemain hebat di masa depan.

Meskipun sudah banyak mendapat kritikan dari sana-sini, namun PBSI tetap nir memberikan respon. Organisasi yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto ini tetap lanjut dengan daftar nama anggota skuad bulutangkis untuk SEA Games 2017 yang sudah diumumkan. Dengan demikian, klaim ihwal status anak emas PBSI yang ditujukan untuk Bayu dan Firman pun tetap mengambang dan diamini oleh banyak orang.

Kini semua ada di tangan Bayu dan Firman untuk membuktikan kepantasan diri mereka sebagai anggota tim bulutangkis Indonesia di SEA Games 2017. Mereka punya kesempatan untuk mematahkan klaim banyak orang bahwa mereka dijadikan anak emas oleh PBSI melalui penampilan yang ciamik di Kuala Lumpur nanti dan persembahan medali emas di nomor beregu putra. Jadikanlah tuduhan itu sebagai motivasi dan pelecut untuk bekerja keras.

Untuk itu, mereka wajib melakukan persiapan yang lebih keras dalam sekitar dua bulan tersisa sebelum SEA Games 2017 dimulai. Selama ini, mereka dinilai kurang disiplin karena terlalu sering eksis di media sosial Instagram. Kini, hal itu sebisa mungkin harus mereka kurangi agar bisa lebih fokus untuk berlatih. Perbaikan dalam sisi mental jua perlu dikerjakan sehingga mereka lebih tenang dan percaya diri dikala bertanding. Hendri Saputra selaku instruktur di sektor tunggal putra diharapkan bisa lebih keras menggembleng mereka.

Bola panas sekarang dipegang oleh atlet yang bersangkutan dan tentunya para instruktur dan pengurus di PBSI untuk memberikan verifikasi bahwa seleksi anggota tim bulutangkis SEA Games 2017 sepenuhnya berdasarkan pertimbangan yang rasional dan nir ada unsur anak emas. Masyarakat Indonesia siap mendukung dan mendoakan tim bulutangkis Indonesia agar sukses di Kuala Lumpur. Namun di sisi lain, masyarakat jua ikut mengawal bagaimana kiprah Bayu dan Firman dalam mengemban tugas di ajang olahraga yang diikuti oleh 11 negara itu. Kita tunggu saja.

Aturan Servis Baru, Golden Ratio, dan Keuntungan bagi Pebulutangkis Indonesia

Aturan Servis Baru,

Image source: http://surabayaonline.co/wp-content/uploads/2017/12/SERVIS-BADMINTON-800×445.jpg

Aturan Servis Baru, Golden Ratio, dan Keuntungan bagi Pebulutangkis Indonesia

Aturan servis dalam olahraga bulu tangkis akan resmi dilakukan dalam turnamen All England 2018 pekan depan. Inti dari aturan tadi adalah data pertemuan shuttlecock dan ketua raket (impact), nir boleh lebih tinggi dari 115 cm diukur bawah. Sebelumnya, tinggi servis disesuaikan beserta antropometri tubuh masing-masing, yaitu di rusuk terbawah.

Belum jua dilaksanakan peraturan ini banyak menuai kontra dari para pelatih serta para pemain. Hal ini terutama berlaku buat para pemain-pemain yang mempunyai postur tinggi jangkung, terutamanya pemain Eropa. Mengapa hal ini menjadi kesulitan bagi para pemain jangkung dan bisa jusrtu memberikan keuntungan bagi para pemain kita? Mari sedikit kita lihat aturan servis dan sedikit anatomi tubuh manusia serta apa hubungannya beserta deret Fibonacci yang terkenal itu.

Sebelum ke sana sedikit kita mengerti apa deret Fibonacci. Deret Fibonacci ditemukan sang Leonardi Pisano atau lebih dikenal beserta sebutan Leonardo Fibonacci dalam abad 12 di Italia. Pada dasarnya deret fibonacci merupakan barisan bilangan sederhana dimulai dari 0 dan 1 dan suku berikutnya merupakan jumlah dua bilangan sebelumnya.

0 1 1 2 3 5 8 13 21 34 55 89 144 dan seterusnya…

Kehebatan deret ini adalah jika angka deret di depannya dibagi angka di belakangannya dalam akhirnya akan mendapatkan suatu nilai yang tidak jarang disebut Golden Ratio, yakni: 1.6180339…

Tubuh manusia sendiri menurut beberapa teori boleh dibilang sebagai penjabaran Golden Ratio tadi. Manusia yang proporsional mempunyai perbandingan tubuh yang mengikuti Golden Ratio. Kita ambil paling gampang buat menggambarkan tubuh manusia adalah kalau dari pusar kita ke bawah adalah 100 cm, maka tinggi dari pusar kita ke ujung ketua kita adalah 61,8 cm. kalau dibagi (100/61.8) maka akan dapat angka 1.618 sekian. Kalau nir percaya coba ukur sekarang tanah ke pusar anggap bernilai x cm, lalu ukur dari pusar ke ujung ketua anggap y cm. setelah itu bagi x/y nilainya akan mendekati 1.618..

Mengapa perbandingan ini menjadi penting buat melihat bagaimana servis dalam bulu tangkis merugikan atau menguntungkan. Coba lihat tabel di bawah ini:

Keterangan: semua ukuran dalam cm

Tinggi badan pemain,
Jarak dari telapak kaki sampai pusar,
Jarak dari pusar ke ujung ketua,
Selisih jarak antara peraturan (115 cm) terhadap pusar, positif berarti di atas pusar, negatif berarti di bawah,
Golden Ratio.

Dari tabel terlihat jika pemain sampai ke tinggi 186 cm maka secara hitungan, servis masih bisa dilakukan di atas pusar, tetapi kalau lebih dari itu maka servis wajib dilakukan di bawah pusar. Hal ini kentara sangat merugikan para pemain jangkung alasannya adalah bisanya mereka melakukan servis tepat di tulang rusuk terbawah (aturan lama) yang berarti masih di atas pusar.

Bayangkan kalau pemain yang tingginya sampai 2 meter, maka mau nir mau dia wajib melakukan servis sampai 9 cm di bawah pusar, sangat merepotkan dan pastinya mereka akan tidak jarang terkena fault alasannya adalah melanggar batas.

Tetapi buat pemain Indonesia apalagi yang mempunya tinggi rata-rata antara 165-180 cm (sebagai perbandingan, Kevin mempunyai tinggi 170 cm), bisa jadi merupakan suatu keuntungan. Bagi yang bertinggi 170 mereka masih bisa servis sekitar 9 cm dari atas pusar atau kurang lebih seperti peraturan yang seperti sekarang.

Data dan tabel di atas adalah mungkin nir tepat sekali, alasannya adalah kondisi dan anotomi bentuk pemain nir seratus persen sama, tapi setidaknya bisa menggambarkan apa yang terjadi dana pa yang menjadi kesulitan para pemain dalam mengadopsi peraturan servis yang baru ini.

Salam.

Jatim jumpa Jabar di final basket putra

Jatim jumpa Jabar di final basket putra

Image source: http://cdn.klimg.com/bola.net/library/upload/20/2016/09/manajer-tim-voli-jat_105283c.jpg

Jatim jumpa Jabar pada final basket putra

Tim basket putra Jawa Timur (Jatim) mencatat ulang sejarahnya pada Pekan Olahraga Nasional (PON). Pada PON XIX Jawa Barat (Jabar) 2016 ini, Jatim akan menantang tuan tempat tinggal pada partai final, Rabu (27/9) besok pada GOR C-tra Arena.

BERITA TERKAIT
Jaga kebugaran tubuh beserta lakukan 6 gerakan sederhana ini pada kantor
lima Jenis latihan sederhana buat dapatkan bokong seksi berisi

Avan Saputra & kolega melaju ke partai puncak pasca menundukkan Jawa Tengah (Jateng) beserta skor 76-59, Selasa (27/9). Kemenangan ini sangat berarti mengingat Jatim selalu tumbang ketika berjumpa Jateng dalam dua edisi PON terakhir.

Jateng mendapat kekalahan ini beserta jiwa akbar. Pelatih Jateng, Efri Meldi mengakui seandainya Jatim bermain lebih baik. Kristianto Halim yang umumnya jarang membuat poin, tampil sangat dominan ketika berhadapan beserta Jateng.

"Dari segi rebound, kami kalah telak. Mereka punya pemain beserta size yang cantik. Liem yang umumnya kurang cantik dalam mencetak poin, kali ini tidak sama. Pergerakannya kurang kami antisipasi. Saya sudah coba berbagai macam strategi, namun kami gagal menghentikan Jatim," ujar Efri Meldi.

Tentang persiapan menghadapi Jabar pada final, tim pelatih mengkhawatirkan kebugaran timnya. Sebab jarak waktu antara semifinal & final hanya sehari saja. "Tidak timbul yang perlu dikhawatirkan menurut segi teknik. Yang jadi perhatian saat ini artinya kebugaran pemain," ujar asisten pelatih Jatim, Wahyu Budi.

Sayang, tim putri Jatim gagal ke semifinal sesudah dikalahkan Jateng beserta skor 62-56. "Start kami lambat. Kami tertinggal & anak-anak mengikuti ritme permainan lawan. Itu yang membuat mental turun," aku pelatih tim putri Jatim, Hartono. (faw/keinginan)

Aturan penting dalam bulu tangkis, jangan sampai terlewat

Aturan penting dalam bulu tangkis, jangan sampai terlewat

Image source: http://4.bp.blogspot.com/-Wr8c8v3SHI0/TpUnBT7_3vI/AAAAAAAAADI/U6VkgciUYxc/s250/298611_164247396993683_164245166993906_323488_1815763101_n.jpg

Aturan penting dalam bulu tangkis, jangan sampai terlewat

Bulu tangkis atau badminton artinya olahraga yang sangat populer di kalangan anak-anak sampai dewasa. Bulu tangkis mudah dimainkan, dan cukup menantang orang yang suka bermain menggunakan kecepatan dan ketangkasan.

Main bulu tangkis memang menyenangkan. Meskipun belum pernah memainkan raket dan kok sebelumnya, kamu bisa mempelajari permainan sekaligus olahraga ini menggunakan cukup cepat. Asalkan kamu sabar dan seringkali berlatih, kamu akan segera menjadi pemain yang handal. Untuk membantumu, kali ini Kelas Merdeka bakal bahas tentang aturan penting yang sederhana dalam bulu tangkis.

1. Tiap pemain atau pasangan mengambil posisi berseberangan pada kedua sisi jaring di lapangan bulu tangkis. Pada partai tunggal, berarti ada 2 orang yang saling berhadapan pada 2 sisi lapangan. Sedangkan pada partai ganda, ada 4 orang (2 orang pada masing-masing sisi).

2. Permainan dimulai menggunakan keliru satu pemain melakukan servis. Ada berbagai teknik servis yang bisa kamu pakai.

3. Tujuan permainan artinya untuk memukul sebuah kok memakai raket, melewati jaring ke wilayah lawan, sampai lawan nggak bisa mengembalikannya lagi. Area permainan berbeda untuk partai tunggal dan ganda, seperti yang diperlihatkan pada gambar. Kalau kok jatuh di luar area tersebut maka kok dikatakan keluar (out).

4. Setiap kali pemain atau pasangan nggak bisa mengembalikan kok (karena tersangkut di jaring atau keluar lapangan) maka lawannya akan memperoleh poin.

5. Permainan akan berakhir kalau keliru satu pemain atau pasangan sudah meraih sejumlah poin tertentu.

Peraturan dalam bulu tangkis sama sekali nggak susah, asalkan kamu sungguh memperhatikannya. Sering berlatih menggunakan keluarga, teman atau pelatih akan membuatmu mudah terbiasa menggunakan aturan yang ada. Tertarik untuk memainkan bulu tangkis [iwe]

Artis – Atlet Gabung Demokrat, AHY Untuk Lawan Ketidakadilan

Artis - Atlet

Image source: http://cdn.klimg.com/muvila.com/resources/photonews/2015/06/04/9024/520xauto-8-artis-indonesia-yang-dulunya-atlet-150604m-55700964b98d2-rev1.jpg

Artis – Atlet Gabung Demokrat, AHY Untuk Lawan Ketidakadilan

Liputan6.com, Jakarta Sejumlah artis dan atlet ternama bergabung sebagai kader Partai Demokrat. Mereka pun telah mengikuti inagurasi, Kamis 15 Februari 2018, di Puri Cikeas, Bogor.

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) merasa bersyukur memakai banyaknya kader baru dan muda bergabung di partai yang dipimpin ayahnya, Susilo Bambang Yudhoyono itu.

"Saya bersyukur dan berbangga, alasannya adalah hari ini melihat semangat baru, generasi muda bergabung," ucap AHY yang juga telah sebagai kader Demokrat di malam inagurasi kader baru Demokrat, Kamis (15/2/2018).

Meski kebanyakan kader baru tak memiliki pengalaman di dunia politik, AHY mengatakan, hal tersebut tak sebagai dilema. Dia pun menceritakan pengalamannya saat bertarung di Pilkada DKI lalu.

"Ada kekhawatiran tak mampu di politik. Itu pun saya mengalami. Saya mengalami transisi besar, termasuk keluarga saya yang mengalami transisi. Memang politik tidak sesederhana dibayangkan, tapi juga tidak angker. Saya pernah jatuh, dan kini bangun, berdiri tegak untuk maju ke depan," tukas AHY.

Karena itu, AHY yang akan diangkat sebagai Komando Satuan Tugas Bersama Pemenangan Pemilu Partai Demokrat, menyambut para kader baru tersebut.

"Senang sekali timbul tukang smash, tinju, banting-banting, tentunya itu untuk melawan ketidakadilan," tandas AHY.

Jangan Mau Itu-Itu Saja. lima Macam Olahraga Ini Bikin Kamu Sehat & Seru Pastinya

Jangan Mau Itu-Itu Saja. lima Macam Olahraga Ini Bikin Kamu Sehat & Seru Pastinya

Image source: http://www.youthmanual.com/assets/file_uploaded/blog/1457759459-japan.jpg

Jangan Mau Itu-Itu Saja. 5 Macam Olahraga Ini Bikin Kamu Sehat dan Seru Pastinya

Semua orang pasti pernah ber-olahraga, mau terpaksa atau emang betul-betul suka pasti pernah melakukan olahraga. Bagaimana tidak? Sedari kita duduk pada bangku sekolah dasar kita telah menerima pelajaran pendidikan jasmani, yg dimana praktik lebih krusial berasal pada teori. Maka berasal itu pasti kita pernah melakukan olahraga.

Olahraga, terutama buat kaum laki-laki mungkin menjadi hobi pokok mereka. Entah itu futsal ataupun basket pasti pernah dicoba oleh poly orang, memang tidak praktis buat menguasai suatu olahraga tertentu, apalagi buat mengikuti latihan fisiknya. Banyak orang yg menyerah buat menggeluti olahraga tertentu karena nya.

Di Indonesia memang poly jenis jenis olahraga, mulai berasal sepak bola, basket, badminton, renang, maupun bola voli. Tapi bosen gak sih sama olahraga yg itu itu aja? Di TV pun yg ditayangkan hanya program sepakbola, bola basket, ataupun badminton saja. Sisanya mungkin ditayangkan pada channel channel tertentu saja saat sedang ada PON ataupun ASEAN Games. 

Jika anda emang bahagia bersama olahraga tapi bosan sama olahraga yg itu itu saja, coba ayo intip olahraga-olahraga ini yg jarang pada ketahui oleh masyarakat Indonesia dan peminatnya masih sedikit. Barangkali anda bisa jadi atlit internasional lho karena peminatnya yg masih sedikit ini. Yuk lihat!

1. Flyboard

flyboard via http://okinawatravelinfo.com

Bagi anda yg bahagia bersama olahraga air yg ekstrim ini ia!!

Flyboard artinya sebuah jenis jet pack air yg melekat pada kerajinan air pribadi yg memasok penggerak buat menggerakkan Flyboard melalui udara dan air buat melakukan olahraga yg dikenal sebagai flyboarding.Seorang pengendara Flyboard berdiri pada atas papan yg dihubungkan bersama selang panjang buat sebuah perahu. Air pada bawah tekanan buat sepasang sepatu bot bersama nozel jet bawah yg menyampaikan dorongan bagi pengendara buat terbang hingga 15 meter pada udara atau buat menyelam ditanduk melalui air.

Olahraga ini diciptakan pada tahun 2011, tetapi baru dikenal dan disorot oleh media semenjak 2012. Di Indonesia pun olahraga ini pada kenal karena sebuah iklan rokok yg memberi paparan sebuah petualangan yg seru dan pada akhir iklan, olahraga flyboard ini pun pada munculkan. Sejak itu, mulai poly masyarakat loka pantai yg menilik olahraga tadi.

dua. Flag Football

FF via http://www.ballcharts.com

Flag football artinya satu dari variasi berasal American Football. Analoginya, flag football bisa dibilang sebagai futsalnya American Football. Terdapat beberapa perbedaan antara flag football bersama football, namun yg paling mendasar artinya tackle yg digantikan bersama deflagging. Olahraga ini tidak ada kontak fisik, cara menjatuhkan lawannya bersama cara mencabut bendera yg ada pada pinggang pemain lawan.

Dalam Flag Football ini sendiri satu tim nya berjumlah minimal 6 orang dan maksimal nya 8 orang.Dengan minimal 3 offensive line(OL). Offensive line ini artinya yg bertugas mencetak skor dalam pertandingan.

Olahraga ini pertama kali dimainkan semenjak pertengahan 1800-an . Permainan Universitas pertama terjadi antara Princeton dan Rutgers pada 6 November 1869 . Dan permainan profesional telah dimainkan dalam beberapa bentuk semenjak tahun 1895 .

Tapi sayangnya hingga saat ini, pada Indonesia belum poly perempuan yg meminati olahraga Flag Football ini.

3. Floorball

floorball via https://www.facebook.com

Floorball artinya olahraga tim indoor yg dimainkan bersama menggunakan tongkat komposit bersama ujung plastik yg melengkung, pada mana tujuan permainan artinya buat meletakkan bola plastik ringan ke dalam gawang lawan. Floorball dimainkan pada lapangan bersama enam pemain per sisi. Tujuan permainan artinya buat mencetak gol bersama menempatkan bola plastik ke gawang lawan yg berada pada ujung lapangan. Sebuah tim floorball terdiri berasal 5 pemain dan satu penjaga gawang, yg menggunakan perlengkapan spesifik dan pekerjaan utamanya artinya buat menghentikan bola memasuki jaring.

Olahraga ini bisa pada bilang misalnya bersama Hockey, hanya saja bebereapa peraturan nya tidak selaras dan stick yg pada pakai pun tidak selaras. Stick Floorball terbuat berasal plastik dan stick Hockey terbuat berasal kayu, karena bola Hockey terbuat berasal plastik yg padat, dan bola Floorball terbuat berasal plastik yg dalamnya kosong.

Di Indonesia, olahraga ini telah mempunya asosiasi yaitu Indonesian Floorball Association (IFA), atau yg jua disebut sebagai Asosiasi Floorball Indonesia, didirikan pada tanggal 28 Oktober 2009. Jadi kalian yg ingin mendaftar bisa eksklusif bergabung karena olahraga ini telah dinaungi oleh orang yg pakar pada bidangnya.

4. Paintball

paintball via https://www.bigdeal.tn

Nah ini ia!! Aktivitas yg fun tapi olahraga! Paintball!

Paintball artinya suatu permainan dimana seorang atau grup pemain berusaha buat mengalahkan pemain / grup lain bersama cara memberi tanda cat pada tubuh lawan. Peluru cat yg digunakan wajib terbuat berasal bahan yg aman dan tidak beracun, sedangkan senjata yg digunakan buat menembakkannya biasa disebut paintball marker atau paintball gun. Peralatan lain yg wajib ada ialah masker pelindung paras.

Selain buat permainan, teknologi Paintball jua digunakan sebagai simulasi / latihan militer yg lebih berfokus. Ide permainan paintball pertama kali ada pada tahun 1976 oleh Evan Thomspon, dan dimainkan pertama kali pada tahun 1981. Permainan paintball bisa dilakukan pada dalam maupun pada luar ruangan bersama barikade alam dan sintesis.

Paintball adalah Olahraga yg memiliki Resiko yg cukup tinggi, Namun aman dilakukan bahkan oleh anak anak sekalipun apabila mematuhi seluruh peraturan yg telah pada menetapkan secara Internasional terkait baku keamanan dan baku permainan pada lapangan.

5. Bungee Jumping

bungee jumping via http://www.gilasport.com

Ini ia olahraga terakhir yg keren banget!

Bungee Jumping dikenal bersama olahraga yg sangat ekstrem, walaupun ekstrem tapi poly orang yg menyukainya lho

Bungee Jumping artinya satu dari cabang olahraga extreme. Olahraga ini dilakukan bersama melompat berasal ketinggian puluhan meter hanya bersama mengandalkan bungee cord spesifik sebagai alat pengaman. Bungee cord sendiri adalah sebuah tali yg dililitkan dikaki sebagai pengaman.

Bungee Jumping jua bermanfaat buat mengurangi tertekan, melatih tubuh agar lebih lentur, melancarkan sirkulasi darah ke otak, dan bisa jua buat terapi yg memiliki phobia ketinggian.

Di Indonesia ada 6 spot terkenal buat Bungee Jumping yaitu:

1. Jalan Pura Puseh, Seminyak, Bali

dua. Desa Blangsinga, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar Bali

3. Gili Trawangan, Lombok

4. Jalan Arjuna, Seminyak, Bali

5. Jl. Benasari, Kuta, Bali

6. Bali Tower, Kuta

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Hypothermia Itu Bukan Kesurupan Kawan. Pahamilah!
6 Olahraga yg Bikin Tubuh dan Gaya Hidupmu Sehat, Tapi Nggak Bikin Dompetmu Sekarat
9 Cara yg Wajib Dicoba Kalau Kamu Ngaku Nggak Punya Waktu Buat Olahraga
Satu Set Olahraga Pagi yg Bisa Kamu Lakukan Hanya Dengan 10 Menit
Berharap Punya Pipi Tirus dan Perut Rata Nggak Ada Salahnya. 6 Gerakan Simpel Ini Membantumu Mewujudkannya!

Apresiasi para atlet, Kemenpora beri penghargaan di 286 legenda olahraga

Apresiasi para atlet, Kemenpora beri penghargaan di 286 legenda olahraga

Image source: https://cdn.sindonews.net/dyn/620/atmaja/permintaan_maaf.jpg.620.jpg

Apresiasi para atlet, Kemenpora beri penghargaan pada 286 legenda olahraga

Pemerintah melalui Kementerian Pemuda serta Olahraga (Kemenpora) menaruh penghargaan kepada 286 legenda olahraga. Para olahragawan berprestasi yg telah menorehkan catatan prestasi membanggakan bagi Indonesia dalam aneka macam event Internasional serta pula multi event menurut level SEA Games, Asian Games, sampai olimpiade.

BERITA TERKAIT
Kemenpora dukung OSYLC dalam mencari pemain belia sepak bola berbakat
Lawan PSSI Pers, Menpora cetak dua gol
Tutup Srikandi cup, Menpora optimis akan kejayaan basket putri Indonesia

Anugerah bagi para legenda olahraga ini diberikan eksklusif sang Menteri Pemuda serta Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (13/12) kemarin.

"Inilah bentuk komitmen bertenaga pemerintah di era Presiden Jokowi saat ini yg lebih peduli serta berpihak pada nasib serta masa depan atlet," ucap Menpora.

Atas nama pemerintah, Menpora berterima kasih atas prestasi serta darma tinggi yg telah ditorehkan para pejuang-pejuang olahraga yg luar biasa.

"Semoga apa yg sudah diberikan kepada bangsa serta negara melalui olahraga akan dikenang selamanya, mampu sebagai pemicu serta semangat para olahragawan kita saat ini untuk maju serta berprestasi di tingkat mayapada," harapnya.

Imam menambahkan, beserta kekuatan fisik serta ketangguhan mental, sejumlah atlet telah mengibarkan bendera merah putih di puncak tertinggi olahraga. Baik secara individu maupun beregu. Para atlet berhasil membuktikan bahwa sebuah bangsa menurut negeri mayapada ketiga pun sanggup mengalahkan para raksasa.

Pemberian anugerah bagi para legenda olahraga 2017 Merdeka.com

"Dalam urusan olahraga, Indonesia mungkin secara umum masih kalah dibandingkan raksasa-raksasa mayapada serta Asia lainnya. Namun bukan berarti kita sama sekali tak punya kebanggaan dalam olahraga. Sepanjang sejarahnya, olahraga berkali-kali menyelamatkan wajah Indonesia, berkali-kali menaruh kebanggaan di saat-saat krusial," ucapnya lagi.

Imam meminta kepada seluruh warga Indonesia untuk mengisi memori kolektif bangsa beserta cerita-cerita kepahlawanan kebanggaan nasional yg salah satunya berupa kemenangan gemilang di lapangan olahraga.

"Karena hanya beserta itulah cerita klasik perjuangan di masa revolusi fisik terus menerus diperbaharui beserta epos-epos (cerita kepahlawanan) baru, perjuangan-perjuangan baru, pula pejuang-pejuang baru. Atlet Indonesia artinya mercusuar Indonesia, merekalah bukti bahwa tak muncul yg mustahil dalam olahraga. Mereka artinya pejuang. Mereka artinya pahlawan. Ya, Pahlawan Olahraga," tegas Menpora.

Pada kesempatan tersebut, bentuk apresiasi yg diberikan selain berupa piagam penghargaan, pula uang senilai 40 juta. Imam menyampaikan penghargaan ini mungkin tidak sebanding beserta perjuangan masa lalu, namun beliau meminta jumlah ini tidak dibandingkan beserta penghargaan yg diberikan sang pemerintah di era sekarang.

Pemberian anugerah bagi para legenda olahraga 2017 Merdeka.com

"Inilah bentuk apresiasi kepada para pahlawan olahraga sekaligus menaruh spirit pantang menyerah bagi olahragawan-olahragawan yg masih aktif, terlebih bagi atlet yg akan berjuang di Asian Games serta Asian Para Games 2018 mendatang, supaya mampu menorehkan sejarah seperti pendahulu-pendahulunya," pintanya kepada para atlet.

Sejumlah legenda yg menerima penghargaan ini di antaranya, Mardi Lestari, Supriyati Sutono, Ade Rai, Rudi Hartono, Christian Hadinata, Lim Swie King, Verawaty Fajrin, Icuk Sugiarto, Alan Budikusuma, Edi Manopo, Hengky Lasut, Feri Pantau, Nur Fitriyana, Lilis Handayani, Elfira Nasution, Jonathan Sianturi, Yayuk Basuki, Yohanes Auri, Robi Darwis, Oka Sulaksana serta Yustedjo Tarik.

Juga atlet-atlet legenda olahraga lainnya yg berasal menurut 26 cabang olahraga yaitu, Anggar (3), Atletik (12), Angkat Besi (6), Bina Raga (2), Bulutangkis (44), Balap Sepeda (5), Basket (4), Bridge (7), Catur (2), Dayung (17), Judo (12), Karate (8), Menembak (3), Pencak Silat (21), Panahan (4), Renang (7), Sepakbola (54), Selancar (1), Senam (4), Sepak Takraw (2), Tenis (11), Tenis Meja (11), Tinju (6), Voli (36), Paralimpik (2) serta Pebalap (2). [hhw]

Ahsan Kevin Menang, Indonesia Gandakan Keunggulan atas Jepang

Ahsan  Kevin Menang, Indonesia Gandakan Keunggulan atas Jepang

Image source: http://img.bandungsiana.com/2018/650/bultang.jpg

Ahsan  Kevin Menang, Indonesia Gandakan Keunggulan atas Jepang

Alor Setar – Mohammad Ahsan/Kevin Sanjaya Sukamuljo memperbesar keunggulan Indonesia atas Jepang babak kepada perempat final Kejuaraan Bulutangkis Asia Beregu 2018, di Alor Setar, Jumat (9/2/2018).

Keunggulan Indonesia menjadi 2-0 sehabis Ahsan/Kevin menundukkan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda dalam dua gim langsung 21-17, 21-15.

Meski baru berpasangan dalam dua pertandingkan, Ahsan/Kevin tak tampak bermain kikuk. Mereka bahkan dapat mendominasi pertandingan melawan ganda putra terkuat Jepang.

Sejak awal gim pertama Ahsan/Kevin terus memimpin. Setelah unggul 11-8 ketika interval, Ahsan/Kevin dapat memenangi gim pertama beserta skor 21-17.

Momentum tadi dapat dipertahankan Ahsan/Kevin. Bahkan, kepada gim ini dominasi Ahsan/Kevin makin menjadi-jadi. Setelah unggul 9-6, Ahsan/Kevin semakin kuat menekan Kamura/Sonoda.

Setelah interval, margin kedua pemain semakin melebar. Ahsan/Kevin akhirnya menyudahi pertandingan beserta skor 21-15.

Sementara itu, poin pertama Indonesia disumbangkan sang tunggal putra, Jonatan Christie. Jonatan yang turun di partai pertama berhasil mencuri kemenangan dari Kenta Nishimoto beserta skor 21-11, 20-22, 21-13. 

Puji Tuhan saya mampu menang lagi di partai pertama. Beberapa kali saya salah buang bola dan ini telah dibaca beserta tepat sang lawan, ditunggu terus sama lawan. Pelatih instruksikan untuk mempertajam pikiran dan jangan dikeluarkan lagi pukulan itu, sebab telah ditebak, jadi saya cari pola lain lagi, ujar Jonatan, mirip dilansir blog PBSI. 

Tim putra Indonesia tinggal membutuhkan satu kemenangan lagi untuk melangkah ke semifinal Kejuaraan Bulutangkis Asia Beregu 2018. Harapan Indonesia bertumpu kepada tunggal kedua, Anthony Sinisuka Ginting, yang menghadapi Kazumasa Sakai.