Bintang NBA rilis perangkat lunak fitness buat iOS

Bintang NBA rilis

Image source: https://cdn.tmpo.co/data/2012/02/26/id_107803/107803_620.jpg

Bintang NBA rilis perangkat lunak fitness untuk iOS

Ada perangkat lunak baru yang hadir di App Store, berjudul Dwyane Wade Driven, yang didesain oleh seseorang bintang NBA berasal klub Miami Heat, bernama Dwyne Wade.

BERITA TERKAIT
Ogah keteteran, Apple percepat uji coba untuk iPhone terkini tahun ini
Huawei siapkan smartphone beserta memori internal 512GB?
Dikecam, Instagram kini mulai tampilkan timeline kronologis

Dwyane Wade Driven menghadirkan program latihan & video yang secara khusus didesain untuk para pemain basket & maupun atlet olahraga lain. Aplikasi ini akan memantau perkembangan Anda dalam melakukan banyak sekali latihan, serta fitur lainnya.

Dilansir oleh Apppicker (27/6), "Banyak orang yang berolahraga di rumah, banyak orang yang nir mampu berlatih di gym, banyak maupun orang yang nir memiliki instruktur. Jadi, saya hadir menjadi instruktur eksklusif untuk berlatih basket & latihan kebugaran lainnya. Saya akan menampakan kepada mereka banyak sekali hal yang saya lakukan untuk tubuh saya', ujar Dwyane mengomentari aplikasinya ini.

Aplikasi ini dikembangkan oleh Driven Apps Inc. Mereka merencanakan untuk merilis paket tambahan untuk penggunanya. Kini, Anda mampu mengunduh perangkat lunak berasal bintang NBA ini di App Store. Dwyane Wade Driven dibanderol seharga Rp 39.000. [sny]

Bintang basket NBA coreti Tembok China dengan mengambarkan tangannya

Bintang basket NBA coreti Tembok China dengan mengambarkan tangannya

Image source: https://cdns.klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2013/06/07/201855/540×270/jadi-pelatih-terbaik-karl-didepak-dari-nuggets-20130607191503.jpg

Bintang basket NBA coreti Tembok China dengan pertanda tangannya

Pemain basket asal Amerika Serikat Bobby Brown dalam penyelidikan pihak berwenang China selesainya beliau mencoreti Tembok Besar China dengan pertanda tangannya.

BERITA TERKAIT
Sentimen perang dagang AS-China untuk harta orang kaya mayapada hilang Rp 979 T sehari
Perang dagang, China kenakan tarif impor tinggi babi sampai anggur AS
Membongkar tujuan Donald Trump picu perang dagang dengan China

Pemain berdasarkan klub Houston Rockets itu mengunjungi Tembok Besar China dalam lawatan NBA Global Games melawan New Orleans Pelicans.

Dia sebelumnya bermain selama 5 trend di luar negeri & 3 di antaranya di China.

Dikutip berdasarkan koran the Independent, Rabu (22/10), Brown berkata beliau menuliskan namanya di dinding tembok itu dengan kapur selesainya melihat orang lain maupun melakukannya.

Dalam akun media umum beliau mengunggah foto coretan itu seraya menulis, "Hari yg menyenangkan di Tembok Besar China."

Foto itu sontak menjadi viral & pengikut yg berasal berdasarkan China marah.

pertanda tangan Bobby Brown di Tembok Besar China Twitter

"Ini peninggalan sejarah mayapada, bukan toiletmu," istilah seorang netizen.

"Kalau Anda sahih mengasihi negara ini, maka harusnya Anda memeliharanya," istilah yg lain.

Brown kemudian menghapus foto itu diikuti pernyataan minta maaf.

"Saya menghormati budaya China & saya mengaku berbuat keliru. Saya mohon maaf." Namun rupanya ucapan permohonan maafnya itu maupun sudah dihapus.

Sejumlah pejabat setempat bereaksi atas insiden itu, Seorang pejabat Beijing bidang pariwisata berkata tindakan Brown itu kini tengah diselidiki.

"Hukuman & peringatan akan diberikan kepada turis yg nir bertanggung jawab," istilah pejabat China. [pan]

Bermacam-macam cara mudah melakukan shooting bola basket ke ring

Bermacam-macam cara mudah melakukan shooting bola basket ke ring

Image source: http://1.bp.blogspot.com/-6ljjKefPNtY/UZjv9tUYz4I/AAAAAAAACP0/E9PFYCF27wE/s1600/Dribble.jpg

Bermacam-macam cara gampang melakukan shooting bola basket ke ring

Apa yang terdapat di pikiranmu ketika mendengar 2 istilah, bola basket? Bola basket artinya olahraga sekaligus permainan yang menyenangkan. Banyak hal di permainan bola basket yang bisa bikin segalanya jadi seru. Nah, bola basket nggak cuma pas buat dicermati aja, tapi juga menantang buat dipelajari. Kali ini kita bakal bahas wacana beberapa praktek latihan buat bola basket.

BERITA TERKAIT
Ups, zat kimia ini ternyata sanggup mencemari udara!
4 Langkah ini wajib kamu lakukan dalam senam peti lompat
5 Jenis senam alat yang bakal bikin kamu 'hobi' olahraga

Untuk melakukan shooting bola basket kepada formasi berbanjar menurut arah depan ring basket, ikuti langkah-langkah di bawah ini:

1. Pertama-tama, berbarislah satu banjar menghadap ring beserta jarak sekitar tiga m.
2. Kelompok di depan ring basket yang melakukan shooting & yang terdapat di belakang yang mengambil bola & mengopernya ke grup di depan ring.
tiga. Setelah melakukan shooting & mengoper bola, beranjak lari pindah kawasan (yang melakukan shooting pindah ke belakang ring & yang mengoper ke depan ring).

Sementara itu buat melakukan gerakan lay up, kamu bisa mengikuti langkah-langkah berikut adalah:

1. Lay-up shoot

a. Berdiri menghadap rekan di depan beserta jarak sekitar 5 m.
b. Gerak melangkah, dilanjutkan dua langkah sambil memegang bolabasket, yang telah melakukan lay-up shoot beranjak berpindah kawasan ke barisan menangap bola.

2. Lay-up shoot diawali menggiring bola

a. Berdiri berhadapan beserta jarak 5 m.
b. Lakukan teknik lay-up shoot, yang telah melakukan lay-up shoot beranjak berpindah kawasan ke barisan menangkap bola.

Semua latihan yang telah disebutkan di atas, perlu dilakukan beserta sistem berkelompok, supaya hasilnya optimal. Nggak hanya belajar teknik, kamu juga akan belajar banyak wacana kerjasama, sportivitas & masih banyak lagi. So, nggak mau ketinggalan kan buat berlatih bola basket? [iwe]

Berkostum basket bak atlet, Jokowi tiga kali gagal tuang bola

Berkostum basket bak atlet, Jokowi tiga kali gagal tuang bola

Presiden terpilih periode 2014-2019 Joko Widodo (Jokowi) menghadiri pembukaan festival Journalist BasketBall ke-2. Pembukaan ini dilakukan di GOR Soemantri Bojonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan. Saat menghadiri program itu, Jokowi berkostum basket layaknya seorang atlet.

BERITA TERKAIT
Asal tak langgar konstitusi, Demokrat tak permasalahkan Jokowi-JK jilid II
2 Jam bertemu Jokowi, JK minta maaf telat ke peserta Silatnas KAHMI
Jokowi-JK makan siang bareng, investasi hingga Asian Games jadi pembicaraan

Dalam perlombaan ini diikuti 24 media nasional, & kompetisi itu sudah diadakan sebanyak 2 kali. Jokowi yang awalnya tiba mengenakan kemeja putih & celana panjang hitam. Kemudian, Jokowi menentukan berganti busana basket.

Mengenakan seragam merah putih dengan namanya tertulis di punggungnya, Jokowi membuka turnamen tadi. "Dengan mengucap Bismillahirohmanirohim, turnamen ini aku nyatakan dibuka," katanya ketika membuka program tadi, Senin (13/10).

Setelah itu, Jokowi yang memakai angka punggung satu ini mencoba melakukan lemparan bebas sebanyak tiga kali. Lemparan pertama dilakukan dengan posisi berdiam diri di free throw, akan namun sayang tidak masuk.

Kedua kalinya, mantan Wali Kota Solo ini melemparkan bola basket ke arah keranjang, akan namun sayang hanya menyentuh bibir lubang. Pada lemparan terakhir, Jokowi yang mengenakan sepatu pantofel menurut Cibaduyut merogoh ancang-ancang sebelum melempar. Tapi permanen saja tidak berhasil masuk.

Sebelumnya, Jokowi jua pernah memakai baju bola buat bermain sepak bola beserta beberapa artis di Lapangan Waduk Pluit. [eko]

Berdiri Gagah Diantara Raksasa

Berdiri Gagah Diantara Raksasa

Image source: https://halunikdunia.files.wordpress.com/2012/10/kjeragbolten.jpg?w=593

Berdiri Gagah Diantara Raksasa

Ketika pertama kali melihatnya bermain pada televisi, jujur aku resah, sedikit mencemooh, memandang sebelah mata & memprediksi bahwa pemain ini tidak akan bertahan usang pada kompetisi sekelas NBA (National Basketball Association). Bagaimana bisa bersama tinggi badan hanya 5 kaki, 5 inchi (165 centimeter) & berat 60 kg, bisa bermain pada NBA? Earl Antoine Boykins nampak mirip kurcaci diantara kepungan para raksasa. Earl Boykins begitu dia biasa dipanggil ialah pemain terpendek ke 2 dalam sejarah NBA selesainya Muggsy Bogues (160 centimeter). Kompetisi basket terutama pada NBA memang didominasi oleh lelaki berbadan kekar bersama tubuh tinggi menjulang (homogen-homogen tinggi pemain NBA sekitar 2 meter bersama berat 100 kg. asal: Wikipedia). Karena pada dasarnya, basket adalah salah satu olah raga yg memprioritaskan & menuntut height advantage seorang pemain. Semakin tinggi seorang pemain, ditunjang oleh kecepatan tinggi & performa yg atletis dipastikan pemain tadi akan mendominasi NBA. Michael Jordan, Magic Johnson,Kareem Abdul Jabbar, Charles Barkley, Kobe Bryant & Lebron James ialah beberapa nama pemain NBA bersama tinggi homogen-homogen yg sebagai legends & tentu saja lebih terkenal pada mata rakyat. Dengan tinggi yg sangat minim bagaimana Earl Boykins bisa bertahan pada NBA selama 12 ekspresi dominan pertandingan atau lebih kurang 13 tahun? Berikut ialah petikan wawancara yg dimuat pada NBA .com (versi terjemahan): NBA.com:  Sepertinya, Anda sudah merubah paradigma. Dari "Bagaimana anda bisa bermain pada NBA?" ke "Berapa usang anda bisa bermain pada NBA?" Apa rahasianya? Earl Boykins: Cara aku memainkan permainan pada dasarnya tidak berubah, tapi aku pikir semakin usang Anda bermain, anda akan semakin pintar. Saya kini  sudah sebagai jauh lebih efisien dalam bermain. Tapi, aku masih mempunyai kecepatan. Saya masih secepat mirip dulu. Tapi permainanku jauh lebih efisien kini. Mengetahui bagaimana bermain pada lapangan. Mengetahui bagaimana bermain bertahan. Lebih hening bermain. Ketika Anda pertama kali datang ke liga ini, bagian terbesar ialah mengikuti keadaan bersama kecepatan.  Sekarang aku hanya pergi bermain & menikmati permainan. NBA.com: Siapa saja yg pernah melakukan tindakan tidak baik atau tidak hormat kepada anda? EB: Saya belum pernah diperlakukan tidak sopan. Bahkan ketika aku pertama kali datang ke liga, aku tidak pernah merasakannya. Tidak sama sekali. Saya pikir orang kagum kepada aku, bersama tinggi badan aku, bisa bermain pada liga ini selama 12 tahun. NBA.com: Apa yg sebagai rahasia anda berhasil melakukannya? EB: Alasan terbesar ialah lantaran tinggi aku. NBA.com:  Tunggu – Anda mempunyai laba yakni tinggi anda? EB: Tidak. Tapi cara aku bermain ialah sama mirip ketika aku masih bermain pada SMA. Kebanyakan orang, ketika mereka pindah dari SMA ke perguruan tinggi, mereka wajib mengusut posisi baru pada dalam permainan. Dari perguruan tinggi ke NBA, mereka wajib mengusut posisi baru juga. Permainan aku selalu sama pada setiap taraf. NBA.com: Sebenarnya, kadang-kadang itu tampak mirip laba tinggi Earl,  lantaran kau datang pada versus dari sudut yg asing bagi mereka. Derrick Rose (pemain Chicago Bulls) berkata kepada aku, "Earl ialah tantangan, lantaran posisi anda wajib permanen pada bawah. Dia punya gerakan tipuan berbahaya." Kebanyakan Point Guard (posisi pemain pada basket) pada NBA tidak biasa bermain bersama seseorang yg jauh lebih mini dari mereka. EB: Tinggi badan adalah laba. Karena bagi aku, setiap kali aku melangkah kedalam  lapangan, itu sama. Lawan selalu sama tingginya bagiku. Tetapi setiap versus dalam menjaga aku akan berbeda dari apa yg biasanya mereka lakukan terhadap orang lain, hanya lantaran tinggi & kecepatan. NBA.com: Bukan berarti Anda akan tahu mirip apa cita rasanya? EB: Ketika aku pertama kali bermain pada NBA, Muggsy Bogues & Spud Webb (keduanya ialah beberapa pemain terpendek pada NBA) masih aktif bermain. Ketika aku bermain melawan mereka, aku mengalami kesulitan lantaran aku tidak biasa bermain bersama seseorang yg tingginya sama bersama aku. Itu menyulitkan. Muggsy memberi aku poly kasus lantaran jelas aku tidak biasa bermain bersama siapa pun yg lebih pendek dari aku. NBA.com: Apakah anda akan berpikir bahwa instruktur NBA masih melihat  bahwa tinggi badan seseorang ialah kekurangan? EB: Lonjakan terbesar dalam karir aku ketika Eric Musselman (Pelatih Golden State ekspresi dominan 2002-03),  yg berkata, "Lupakan tinggi badan. Lupakan apa yg dipikirkan poly orang. Saya akan membiarkan anda  bermain, & anda akan membuktikan bahwa  anda dapat bermain pada liga ini atau anda tidak bisa bermain." Begitu beliau memberi aku kesempatan, aku pikir itu yg mengganti karir aku. Beberapa instruktur selalu percaya bahwa aku bisa bermain. Pelatih lain tentu, tidak peduli apa yg aku lakukan, mereka masih akan berkata, "Dia terlalu pendek."

NBA.com: Apakah anda pernah berharap tinggi anda 7 kaki (2,13 meter)? EB: Nah. Tidak pernah. NBA.com: Setidaknya Anda tampak mirip pemain basket pada umumnya, ketika Anda pergi ke bioskop atau ke mall. Semua orang akan mengira anda ialah pemain basket. EB: Saya menikmati itu. Saya menikmati "sebagai reguler." Itu kepribadian aku. Saya orang yg rendah hati. Bika orang melihat aku pada jalan & mereka tahu bahwa itu aku, tidak timbul pertanyaan wacana siapa aku. Tetapi mirip biasanya, aku hanya mengenakan topi atau celana jogging atau memakai hoodie, aku dapat pergi kemanapun aku ingin pergi. NBA.com: Ketika orang mengenali Anda, atau menulis kepada Anda, apakah mereka pernah berbicara bahwa mereka terinspirasi oleh prestasi Anda? EB: Tentu saja. Ketika orang melihat aku, aku memberi mereka virtual. Saya mengambarkan bahwa jikalau Anda bekerja keras apa pun, entah itu dalam bola basket atau hal lain dalam hidup, Anda bisa sukses tanpa memandang berukuran tubuh. Kerja keras ialah segalanya. Earl Boykins sudah merubah paradigma aku dalam memandang hidup. Memberikan pelajaran yg sangat berarti bagi aku. Jadikan kelemahanmu sebagai kekuatanmu, jangan menyerah bersama kelemahan yg anda punya, justru sebaliknya, manfaatkan! Anda bisa sukses tanpa memandang berukuran tubuh. Kerja keras ialah segalanya. Thanks Big Earl

Belum Ada Tanda-mengambarkan Bubar dalam Halim

Belum Ada Tanda-mengambarkan Bubar dalam Halim

Image source: http://www.sinarharian.com.my/polopoly_fs/1.496554%21/image/image.jpg_gen/derivatives/landscape_700/image.jpg

Belum Ada Tanda-mengambarkan Bubar kepada Halim

Kapanlagi.com – Klub Bola Basket Halim Kediri hingga kini belum terdapat gejala akan bubar, mirip yang telah terjadi kepada Persatuan Tenis Meja (PTM) Surya Kediri.

"Belum terdapat gejala klub ini akan bubar. Kami masih permanen menjalankan program latihan mirip biasa," istilah Pelatih Kepala Halim Kediri, Rendy Yuwono, kepada Kediri, Jawa Timur, Jumat.

Ia telah mempersiapkan klub itu buat mengikuti beberapa ajang kejuaraan, termasuk Kompetisi Bola Basket Utama (Kobatama) tahun ini.

Klub Bola Basket Halim Kediri & PTM Surya Kediri sama-sama milik PT. Gudang Garam Tbk. Namun PTM Surya Kediri resmi bubar per 13 Oktober 2008 kemudian, selesainya manajemen perusahaan rokok itu tak lagi bisa mendanai klub tenis meja yang berdiri kepada 14 Oktober 1982 silam.

Sebelumnya, manajemen Gudang Garam juga telah membubarkan klub golf, Surya International Golf Club (SIGC) kepada Surabaya.

"Pudah-mudahan hal itu nir berimbas kepada Halim," istilah Rendy Yuwono yang juga keliru satu pengurus teras klub yang bermarkas kepada GOR Halim Kediri itu.

Namun demikian, dia permanen menyayangkan bubarnya PTM Surya Kediri itu. "Prestasi yang diraihnya telah banyak ditambah lagi memiliki segudang atlet potensial. Jadi sayang memang. Tapi mau bagaimana lagi, itu telah menjadi keputusan manajemen," ucapnya kepada sela-sela mendampingi atletnya berlatih kepada GOR Halim Kediri itu.

Halim Kediri didirikan oleh Bos Gudang Garam, Rachman Halim alias Tjoa To Hing yang tewas global kepada usia ke-61 kepada 27 Juli 2008 kemudian.

Sedang PTM Surya Kediri didirikan oleh saudara kandung Rachman Halim lainnya, Susilo Wonowidjoyo beserta 3 atlet tenis meja nasional kepada era 1970 hingga 1980-an, Empie James Wuisan, Diana Wuisan Tedjasukmana, & Sinyo Supit.

Di dalam aneka macam ajang kejuaraan baik nasional juga internasional, kedua klub tidak sinkron itu selalu membawa bendera Gudang Garam.

Sementara itu hingga ketika ini pihak manajemen PT. Gudang Garam, Tbk belum menyampaikan komentar apa pun atas bubarnya 2 klub cabang olahraga tadi.

Demikian juga ketika ditanya ihwal nasib Halim Kediri selanjutnya. "Mohon maaf, saya belum bisa menyampaikan komentar ihwal hal itu," istilah Humas PT. Gudang Garam, Tbk, Vidya Rahayu Boedianti.?(kpl/cax)

Basket, Kebebasanku Berolahraga

Basket, Kebebasanku Berolahraga

Image source: https://ngobrolbasket.files.wordpress.com/2017/09/whatsapp-image-2017-09-13-at-11-00-50.jpeg

Basket, Kebebasanku Berolahraga

Melakukan aktivitas outdoor yang membuat tubuh berkecimpung & berkeringat ketika ini  tidak terlalu diminati sang generasi Z karena mereka lebih nyaman bermain gadget.  Berbeda menggunakan generasi Y yang dulunya lebih poly bermain di luar rumah misal main benteng, layang-layang & lainnya.  Begitu juga menggunakan berolahraga, generasi Y maupun lebih aktif berolahraga & mulai menyadari betapa pentingnya berolahraga bagi kesehatan tubuh.  Kecanggihan teknologi memang membuat insan lebih manja & malas berkecimpung, generasi Y tidak mau terlena & mulai aktif mengikuti aktivitas olahraga seperti lari, yoga dll. 

Sebagai keliru satu generasi Y, aku termasuk orang yang senang berolahraga & bisa dikatakan memiliki gen sebagai olahragawan.  Gen ini bukan berarti keluargaku muncul atlit terkenal, tetapi setidaknya ke 2 orang tuaku memiliki tendensi yaitu selera berolahraga.

Keluargaku Pecinta Olahraga

Bisa dikatakan keluargaku sebagai famili sportif  karena berasal bapak, bunda hingga adikku bisa melakukan majemuk olahraga.  Kadang kami sekeluarga bercanda mengatakan bahwa gen famili kami tidak muncul jiwa seni (art) sama sekali tapi lebih ke sportif.

Sebelumnya sudah kujelaskan bahwa orang tuaku senang berolahraga, ini terbukti berasal bapak yang berprofesi sebagai pegawai negeri sipil tetapi  masih bisa melakukan aneka macam macam olahraga & hampir tidak pernah melewatkan sehari untuk berolahraga. Dari kecil pun aku sudah tidak jarang diajak bapak melakukan bermacam olahraga di kantornya mulai berasal tenis meja, badminton hingga bermain bola volley.

Setiap pergi kerja, bapak selalu bersiap-siap ke wilayah kerja lagi (kebetulan jaraknya memang tidak jauh berasal rumah kami) untuk berolahraga & kadang bapak mengajak kami untuk ikut berolahraga atau sekedar melihat bapak bermain olahraga, seperti bermain badminton beserta rekan-rekan kerjanya, atau ketika hari rabu yang bermain volley beserta bunda darma perempuan. 

Selain volley & badminton, muncul satu olahraga yang tidak asing bagi kami sekeluarga yaitu tenis meja.  Permainan olahraga menggunakan memakai bola kecil termasuk olahraga yang sulit dilakukan karena membutuhkan konsentrasi tinggi, tetapi kami sekeluarga masih bisa bermain tenis meja. Bahkan, Almarhumah ibuku yang jarang keluar rumah pernah membuktikan kemampuannya sebagai keliru satu pemenang (juara tiga) perlombaan tenis meja melawan bunda-bunda berasal Darma Wanita yang ketika itu sedang merayakan anniversary Darma Wanita & mendapatkan anugerah gelas manis bergambarkan logo Darma Danita 🙂 (masih teringat banget menggunakan gelas darma perempuan itu  karena bunda menceritakannya menggunakan bangga)

Basket Olahraga kesukaanku

Diantara olahraga yang pernah kulakukan, olahraga basket yang menjadi keliru satu olahraga favoritku.  Bermula ketika aku duduk di ketika sekolah tingkat menengah, karena ketertarikanku terhadapa basketlah yang membuatku mulai mendaftar extrakurikuler basket.  Sayangnya, ketika itu kondisi tubuhku yang masih kecil kecil membuatku membuat malu untuk melanjutkan extrakurikuler basket di sekolah karena kalah postur tubuh menggunakan anak-anak lainnya.  Setelah sekali bergabung ikut latihan menggunakan siswa siswi lainnya di extrakurikuler basket, aku mulai mengundurkan diri & berpindah ke extrakurikuler PMR.

Ternyata kecintaanku terhadap basket tidak berkurang hingga aku masuk sekolah tingkat atas (SMA). Awalnya, aku memang masih ragu menunjuk extrakurikuler tapi muncul kejadian yang membuatku menyadariku kecintaanku terhadap basket.

Saat itu muncul pelajaran olahraga & setiap anak diberikan tantangan untuk memasukan bola berasal titik 2 point menggunakan kesempatan lima kali, & bila bisa memasukan bola sebanyak tiga kali maka akan mendapatkan es teh/sirup sebanyak 10 gelas di kantin sekolah.  Sebenarnya aku tidak terlalu berharap bakal bisa melakukan tantangan itu, tetapi ternyata kecintaanku yang terpendam selama tiga tahun ini tidak hilang & aku berhasil melakukan tantangan berasal guru olahragaku serta mendapatkan anugerah 10 gelas es teh manis hehehe.  

Keberhasilanku ini ternyata menjadi butir bibir satu angkatan karena diantara 8 kelas yang berhasil hanya 8 orang & aku adalah satu-satunya anak perempuan yang berhasil melakukannya. Aku pun mulai dianggap keliru satu cewek yang bisa bermain basket di sekolahku. 

Walaupun begitu, aku tetap masih tidak percaya diri untuk bergabung di extrakurikuler Basket hingga suatu hari muncul teman sekolahku yang menawariku ikut klub basket di kotaku.  Memang klub ini tidak terlalu akbar, tetapi menggunakan klub ini aku mulai bisa menyalurkan kecintaanku terhadap basket.  Aku bahagi banget bisa bergabung menggunakan klub basket yang bernama Garuda ini & berlatih rutin seminggu tiga kali (setiap hari jumat, sabtu & minggu).  Bahkan ketika sedang bulan ramadhan pun aku tetap bermain basket sembari menunggu berbuka puasa.

Pertandingan persahabatan

Suatu hari sesudah ujian semester, akan diadakan pertandingan olahraga antar sekolah di kotaku seperti pertandingan basket, volley, sepakbola. Aku memang tidak ikut extrakurikuler sekolah, tetapi pihak sekolah(guru sekolah & senior) memanggilku & memberikan kesempatan kepadaku untuk ikut bertanding melawan sekolah lainnya.  Aku diijinkan ikut bergabung berlatih menggunakan siswi lainnya yang memang aktif di ekstrakurikuler Basket hingga bertanding mewakili sekolahku.

Aku bermain basket & gabung di sebuah klub bukan untuk sebuah kompetisi, tetapi karena semata-mata aku menyukai basket.  Pengalamanku bertanding melawan sekolah lain di kotaku maupun menjadi personal branding ku lebih terkenal sebagai pemain basket.

Sebelum kelas tiga SMA, aku masih aktif bermain basket beserta teman-teman di klub Garuda.  Klub Garuda ini adalah milik swasta yang dilatih sang guru SMA Swasta di kotaku, & ternyata kami para anggota klub disuruh mewakili sekolah swasta tadi melawan SMA berasal kota lain yaitu Sidoarjo. 

Saat pertandingan persahabatan, aku tetap menjadi pemain inti & berasal awal permainan aku sudah bermain bagus sehingga menjadi perhatian coach tim lawan.  Permainan diawal memang klub kami menguasai permainan & aku termasuk keliru satu sebagai pencetak skor, tetapi sesudah time out tim lawan mulai memblok aku sehingga tidak berkutik & tidak bisa mencetak skor lagi.

Keadaanku fisikku mulai kecapekan & ditambah menggunakan adanya kram dalam kakiku membuatku wajib keluar berasal lapangan, hingga akhirnya pertandingan dimenangkan sang tim lawan. 

Memiliki hobi olahraga basket yang membuat tubuhku wajib berlari mengejar  bola & berresiko kram, tetapi sekarang sudah bisa mensiasati agar tidak kram atau pegal menggunakan mengoleskan Geliga Krim. 

Pengalaman bermain basket  semasa sekolah tetap menjadi kenangan manis bagiku & kegigihanku terhadap basket bisa menyebabkan implikasi yang maksimal.  Jiwa sportivitasku selalu tertanam dalam sanubariku & kegigihanku itu tetap selalu muncul ketika menghadapi tantangan hidup.