Lari berdasarkan tempat tinggal ke Monas, Sandiaga ikut senam & main basket

Lari dari tempat tinggal ke Monas, Sandiaga ikut senam & main basket

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengawali aktivitas pagi hari ini, Jumat (20/10), dengan berlari dari ke rumahnya ke Monumen Nasional (Monas). Kemudian, beliau melanjutkan dengan senam dengan warga & main basket.

BERITA TERKAIT
Sejak jadi Wagub DKI, Sandiaga penghasilannya berkurang
Beri ucapan selamat, Sandiaga Uno hadiri peresmian Wakil Ketua MPR
Sandiaga lapor SPT: Pelayannya sangat ramah & muncul kemajuan

Berdasarkan pantauan merdeka.com, Sandi hingga di lapangan Monas kurang lebih pukul 7.20 WIB. beliau lari ditemani sang beberapa SKPD DKI Jakarta, terlihat Sekretaris Daerah DKI Saefullah maupun ikut dalam rombongan.

"Lari ke kantor seminggu sekali, hari ini mulainya, hayati sehat, & dari saya buat mengurangi kemacetan & mengecek trotoar-trotoar," tutur Sandi di Lapangan Monas, Jumat (20/10).

Sandiaga Uno lari ke Monas 2017 Merdeka.com/Syifa Hanifah

Usai bermain basket Sandi dengan rombongan balik  lari menuju Balai Kota, buat balik  beraktifitas.

Sebelumnya, Sandiaga berjanji akan mengecek sendiri proses pelebaran trotoar seminggu sekali ini. Sesuai janjinya, beliau akan lari dari rumahnya ke Balai Kota DKI Jakarta.

Bukan hanya dirinya, Sandiaga maupun menyarankan agar kepala dinas terkait seperti Kepala Dinas Bina Marga Yusmada & Kepala Dinas Perhubungan Andriansah buat terjun langsung mengecek. Karena sinkron instruksi presiden pelebaran wajib terselesaikan sebelum ajang Asian Games 2018.

"Jadi Pak Yus, Pak Kadishub ini nanti akan lari (maupun) & akan cek sendiri perkembangannya seperti apa," tutur Sandi di ruang Pola, Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (17/10).

Karena berdasarkan beliau, membangun sesuatu khususnya di Ibu Kota sungguh wajib diawasi agar seluruh pekerjaan terselesaikan dalam waktunya. Terlebih sebelum Asian Games 2018.

"Membangun sesuatu itu apabila nggak di tongkrongin nggak on schedule, nggak on tracks, enggak on budget jadi memang wajib di tongkrongin," jelasnya.

"Dan kebetulan maupun saya akan lewat situ & gampang-mudahan menjadi akselerasi dalam pembangunan trotoar khususnya di daerah protokol sudirman ini diperlukan sebelum program telah rapih," ucapnya. [fik]

Kris Eks EXO Main Basket di NBA

Kris Eks EXO Main Basket di NBA

Liputan6.com, Toronto- Mundur sumber boyband EXO, tak lantas menghasilkan nama Wu Yi Fan, atau yg dianggap Kris, menjadi redup sinarnya. Lihat saja fakta terkini sumber lelaki kelahiran tahun 1990 ini.

Dikutip sumber page Soompi, Minggu (14/dua/2016), kepada 12 Februari lalu Kris ikut bertanding dalam 'NBA All-Star Celebrity Game' di Toronto, Kanada. Kris yg berimigrasi ke Kanada kepada umur 11 tahun ini, ikut membela Tim Kanada dengan seragam bernomor punggung 10.

Beberapa rekan satu timnya antara lain Win Butler sumber grup musik Arcade Fire, atlet tenis Eugenie Bouchard, serta aktor serial The Flash, Tom Cavanagh. Ada pun yg duduk di kursi pelatih, artinya rapper pelantun 'Hotline Bling', Drake.

Dalam pertandingan ini, Tim Kanada yg dipertemukan dengan Tim Amerika ini berhasil menundukkan lawannya dengan skor 74-64.

Dalam sebuah wawancara sebelum pertandingan, Kris berkata kepada sebuah media Cina bahwa dia sudah berlatih basket sejak usang. "Aku mulai bermain basket sejak umurku 11 tahun, serta saya mulai mendapat latihan basket secara formal sebagai pemain basket di Cina kepada umur 15 tahun," pungkasnya.

Tak hanya itu, Kris maupun menambahkan bahwa dia menjadi kapten regu basket di sekolahnya, bahkan mendapat output memuaskan saat mengikuti kompetisi nasional kala itu.

Kompas TV Juara Dua Basket Antarmedia

Kompas TV Juara Dua Basket Antarmedia

JAKARTA, Kompas.com – Ajang basket antarmedia bertajuk Sinar Mas Land Journalist Basketball Tournament 2014 mempunyai juara baru. Tim debutan Trans TV mencatat sukses memakai mengalahkan Kompas TV memakai skor telak 55-23 kepada GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta, Kamis (16/10). Kemenangan ini menutup perhelatan bergengsi yg telah berjalan kepada tahun kedua.

"Kami mempersiapkan diri selama dua bulan untuk turnamen ini. Kami memahami lawan-lawan cukup berat. Tapi kami main misalnya biasa," tutur instruktur Trans TV Rendy Putrama usai pertandingan. Dia menambahkan, dirinya memahami lawan cukup berat, tetapi kunci kemenangan adalah para asuhannya bermain kompak serta berupaya memenangi tiap game-nya.
Selain memenangi turnamen, Trans TV pula menuai sukses melalui pemainnya, Muhammed Gumilar yg menjadi pemain terbaik kepada event ini.

Sementara itu kapten tim Kompas TV Bima Marzuki mengakui lawan bermain lebih baik serta rekan satu timnya pun telah aporisma bermain. "'Kita latihan selama 3 bulan untuk turnamen ini. Target hanya semifinal serta masuk final pun telah cantik," komentar Bima.

Pihak Sinar Mas Land mengaku puas memakai suksesnya acara ini. Ajang yg untuk kali kedua ini telah memenuhi kualitas serta kuantitasnya. Kondisi inilah yg membuat pihak sponsor siap mendukung perhelatan ini kepada tahun depan.

Komentator Boleh Emosional

Komentator Boleh Emosional

Ini bukan goresan pena pertama yang membahas komentator siaran sepakbola. Gempita Piala Asia Tenggara 2010 yang akhirnya ditakhta oleh Malaysia semalam menyisakan isu-isu garis kedua (second line) yang jua seru buat diperbincangkan. Ada sepakbola, ada suporter, tapi kali ini mari kita bahas sedikit problem komentator kita di tayangan televisinya. Di waktu komentatornya artinya orang Indonesia & membawakan pertandingan Timnas Indonesia, mereka lumrah bila bergembira waktu gol bagi tim kebanggaan tercipta & bicara memakai nada rendah waktu kebobolan lawan. Namun apakah di ranah profesional menjadi komentator dibolehkan mirip itu? Apakah setiap opini komentator wajib bernada emosional atau persuasif mengajak para penontonnya membela tim tertentu? Komentator memang biasanya identik memakai tayangan pertandingan olahraga atau tragedi vital. Artikata.com mendefinisikannya menjadi 1. orang yg (pekerjaannya) mengomentari atau mengulas suatu isu dsb; juru ulas. Olahraga sepakbola menjadi seru waktu ditayangkan memakai pengisi suara komentator. Tujuannya terang, yaiut buat menyampaikan gambaran lebih baik wacana aksi-aksi para atlet yang berlaga di lapangan. Secara fungsional jua diperuntukkan membantu para pemirsa yang kebetulan menderita tunanetra & hanya bisa menikmati suara. Tinggi rendah/naik-turunnya suara komentator memang selalu memengaruhi aliran emosi penontonnya. Di AS, komentator tidak hanya dipakai waktu tayangan pribadi teve, akan tetapi jua di lapangan pertandingan secara pribadi di depan para suporter. Di Indonesia hal serupa telah dipakai dalam kejuaraan beberapa olahraga yang sering dipadati penonton mirip pacuan kuda, futsal, & bola basket jalanan (streetball). Komentator menyampaikan keterangan konvoi pemain atau bola, keadaan visual yang sifatnya insidental, maupun perseteruan-perseteruan yang ada selama pertandingan. Pada hakikatnya, fungsi pokok inilah yang mengharuskan seorang komentator bersikap netral terhadap seluruh penontonnya, tidak terkecuali para pendukung tim lawan. Semalam, dalam gelaran Final leg kedua Piala AFF yang mempertemukan tuan tempat tinggal Indonesia menjamu Malaysia yang akhirnya memanangkan agregat 4-2 buat tim tamu, komentator siaran pribadi nampaknya sering terbawa emosi. Ini artinya membuktikan cantik lantaran menegaskan dukungan kolektif rakyat Indonesia kepada tim pahlawan sepakbolanya. Namun yang disayangkan, beberapa kali 2 orang komentator teve itu terkesan terlalu menggiring opini publik menjadi akibatnya (ekstremnya) mereka sendiri ibarat penonton pertandingan tak ubahnya sedang berada di tempat tinggal sendiri, bukan di stasiun teve yang notabene siarannya bisa ditangkap jua di negara-negara tetangga. Lebih parahnya lagi, sangking terbawa emosi beberapa kali komentator keceplosan & galat bicara. Berdasarkan pengamatan, komentator kita semalam melontarkan beberapa pernyataan yang galat: Pertama, komentator mengungkapkan (lebih kurang berbunyi): "Inilah Safee Sali, pemegang top scorer ad interim Piala AFF memakai menyumbangkan 5 gol buat Indonesia."  Komentar ini disebutkan waktu Safee baru saja memasukkan satu gol tambahan ke gawang Timnas di Babak kedua. Padahal, seharusnya yang dimaksudkan artinya 5 gol buat Malaysia. Kedua, komentator mengungkapkan: Sejauh ini Safee Sali seorang penyerang kredibel yang membobol gawang Malaysia sebesar 2 kali. Dan yang ini seharusnya disebutkan membobol gawang Indonesia. Terbalik, bukan! Mungkin poly yang tidak menyadari, tapi bila kita menyampaikan perhatian lebih, maka poly kesalahan penyebutan (keceplosan) lain yang seharusnya tidak dilakukan oleh seorang komentator berpengalaman. Okey, insan tempatnya galat, berarti ini buat pelajaran beserta. Tapi, memakai kadar emosional & berkesan menggiring opini publik secara hiperbola itu bukannya jua menjadi hal bias bagi profesionalisme media menjadi penyiar fakta kepada publik & dituntut bersikap netral? Apa bedanya memakai pemberitaan problem dugaan korupsi seorang pejabat yang jua pemilik stasiun teve? Apakah pemberitaan yang di-lunak-kan oleh media tertentu lantaran yang bersangkutan artinya pemilik perusahaannnya jua dibenarkan? Dengan mempertaruhkan integritas pemberitaan? Well, entahlah apakah komentator bola di siaran pribadi jua mengkategorikan pers atau tidak, belum ada kepastian. Apakah komentator bola jua wajib netral? Itu tugas Dewan Pers yang menentukan. Masyarakat hanya sebatas konsumen, pengamat, & pengkritik yang sejatinya jua wajib menyampaikan solusi. Euforia sepakbola Indonesia waktu ini menjadi membuktikan positif bagi kemajuan mental juara keolahragaan negeri kita. Masalah-problem mirip Komentator yang terlalu emosional waktu ini boleh dianggap tidak begitu vital lantaran lebih poly problem yang lebih parah lantaran menyangkut pemanfaatan popularitas satu pihak guna menciptakan citra diri pihak lain. Tapi, bila hal-hal separah itu saja tidak diperhatikan, Apa istilah dunia? Tayangan sepakbola kita akhir-akhir ini menyampaikan poly warna di poly sisi. Masyarakat kita menjadi lebih perhatian kepada hal-hal mini yang dulu mungkin dianggap tidak terlalu vital. Sekarang segala hal wacana usaha timnas & pihak-pihak yang mendukungnya menjadi sorotan & selalu asik diperbindangkan. Masyarakat bak menikmati menjadi komentator-komentator tidak pribadi yang terkadang malah menyampaikan pandangan yang tajam memakai analisis yang lebih mendalam daripada komentator profesioanl di layar kaca. Bahkan komentar-komentar mirip "Lho kok itu kameramen lapangannya lebih sering sorot ke Manohara & Luna Maya ya daripada kepada pertandingan-pertandingan sebelumnya?" & "Emm…. Pantas timnas gak juara. Lunmay ikut nonton sih! Apalagi Nurdin! Beuh…." menjadi bahan tertawaan lucu akan tetapi bila disimak lebih jeli mengandung pesan moral yang sangat strategis. Semoga ini menjadi pemugaran bagi kita seluruh. PSSI, Timnas, para kerabat kerja stasiun teve, Suporter yang semakin damai & antilaser, Para Selebritis yang mendadak bolamania, Pejabat yang tiba-tiba menggelontorkan pemberian , Panitia ticketing yang masih perlu belajar, & keluarga besar sepakbola Indonesia yang selalu setia. Ini artinya awal kebangkitan kita menjadi bangsa. Semoga.

Komentar Masyarakat Mengenai Kenaikan Harga BBM

Komentar Masyarakat Mengenai Kenaikan Harga BBM

Image source: https://statik.tempo.co/data/2017/01/11/id_571494/571494_620.jpg

Komentar Masyarakat Mengenai Kenaikan Harga BBM

Beberapa hari pasca naiknya harga BBM menyampaikan reaksi yang tidak sama dalam warga. Ada yang pro terdapat jua yang kontra. Reaksi yang bermacam-macam jua ditunjukkan oleh warga Bukittinggi yang penulis wawancarai Pada tanggal 25 november kemaren. Berikut output wawancara penulis dengan sejumlah elemen warga kepada Bukittinggi :

1.Dika (14 Tahun)

Ditemui diarea lapangan basket wirabraja bukittinggi, Salah seorang peserta didik SMP N 2 Bukittinggi ini beropini, Saya sepakat dengan kenaikan harga BBM karena dana subsidi yang selama ini diberikan kepada warga mampu dialihkan buat membantu biaya pendidikan. Lebih lanjut peserta didik kelas VII ini menyampaikan solusi kepada seluruh pelajar yang terdapat dibukittinggi buat mampu menggunakan sepeda ke sekolah. Hal ini dilakukan buat mengirit biaya serta mengakibatkan bukittinggi yang bebas dari asap tunggangan misalnya kepada jepang. Pasti mantap jika warga bukittinggi bersepeda misalnya kepada Jepang, jadinya bukittinggi tambah sejuk serta mengurangi polusi udara imbuh peserta didik yang hobby bermain basket ini.

2.Aan (26 Tahun)

Ketika ditanya mengenai pendapatnya perihal naiknya harga BBM, Aan (26 tahun) berkomentar, Kita mampu apa menjadi warga biasa, jika mahasiswa mungkin mampu didengar oleh pemerintah, kalaupun kita menjadi warga tidak sepakat, pemerintah tetap dengan menaikkan harga BBM. Lebih lanjut, pemuda yang hobby olahraga climbing ini beropini, Naiknya Harga BBM bukan perkara sepakat, atau tidak sepakat. Tapi sejauh mana kita menjadi warga buat sedikit bicara serta lebih banyak bekerja. Ketika ditanyai pendapatnya mengenai mahasiswa yang berdemo buat menolak kenaikan harga BBM, pemuda yang jua koordinator dari Komunitas Surau Kaciak ini beropini, Mahasiswa berdemo boleh saja karenanya bagian dari penyampaian aspirasi, akan tetapi mahasiswa yang ikut demo tersebut harus tahu alasannya berdemo. Jangan dari ikut berdemo, akan tetapi waktu ditanya alasannya, malah tidak tahu. Tutup laki-laki yang jua Alumni Kimia UNSRI.

3.Husna (18 Tahun)

Pendapat yang tidak sama disampaikan oleh Husna, Mahasiswa TM 2014 kepada STAIN Bukittinggi. Mahasiswi Jurusan PAI ini tidak sepakat dengan kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM, karena berpengaruh terhadap biaya per bulan yang dikeluarkannya buat ongkos angkutan awam. Pendapatan orang tua aku tetap, tetapi pengeluaran output naiknya harga BBM semakin bertambah, Ucap mahasiswi berparas mengagumkan ini. Namun waktu ditanya apakah beliau ikut serta dalam demonstrasi yang dilakukan mahasiswa STAIN, beliau berkomentar Ga, ngapain ikut demo jawabnya sembari tersenyum.

4.Zul Fadli (32 tahun)

Pria yang berprofesi menjadi penjual gorengan ini sangat antusias waktu ditanya mengenai nainya harga BBM, Zul Fadli beropini. Naik atau tidaknya harga BBM tidak begitu berpengaruh, harga sembako cukup normal, kecuali harga cabe, yang melonjak drastis. Ketika ditanya harga kebutuhan primer lainnya, laki-laki ini menjawab, ya, harga minyak jua naik 9000, tetapi tepung, bahan lainnya misalnya pisang masih tetap normal. Tak ketinggalan Bapak 2 anak ini mengatakan pesan, Bagi mahasiswa yang ikut berdemo sah-sah saja, akan tetapi jangan hingga ganggu fasilitas awam. Perbanyaklah sahabat, serta perluaslah pergaulan. Karena sahabat lebih krusial daripada materi. Zul Fadli jua mengungkapkan, yang paling krusial buat menyikapi kenaikan harga BBM ini merupakan bagaimana kita menjadi warga bekerja keras serta semangat menghadapi hidup. Uda saja, buat mempersiapkan gorengan ini bangun subuh, kemudian bekerja hingga zuhur. Dan baru beristirahat jam 9 malam. Tegas laki-laki kekar yang easy going ini.

Nah, itu beliau komentar warga mengenai harga BBM, Bagaimana dengan anda…???