8 Bulan tak berhenti ereksi, sopir truk ini tuntut dokter

8 Bulan tak

Image source: https://cdns.klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2014/08/12/411673/540×270/derita-1400-pegawai-merpati-tak-digaji-8-bulan-tak-dapat-thr.jpg

8 Bulan tak berhenti birahi, sopir truk ini tuntut dokter

Bermaksud ingin mengembalikan kejantanannya, seseorang sopir truk berusia 44 tahun dari Newark, Delaware, Amerika Serikat mengunjungi seseorang dokter. Sukses menjalani implan penis, namun akibatnya fatal. Korban tak berhenti birahi selama 8 bulan.

BERITA TERKAIT

Peristiwa ini dialami sang Daniel Metzgar misalnya dilansir delawareonline, Rabu (12/6). Dia mengadukan seseorang dokter urolog yg bernama Dr Thomas J Desperito dari sebuah klinik pada kota itu.

Peristiwa itu dialami Daniel usai operasi pemasangan implan sebanyak tiga butir pada penisnya pada 2009 silam. Implan itu itu diisi cairan yg dipompakan melalui scrotum. Daniel memasang implan itu lantaran kesulitan birahi akibat penyakit diabetes yg sudah lama dideritanya.

Dalam kesaksiannya pada New Castle County Superior Court, Daniel mengaku sudah diberitahu sang dokter bahwa beliau akan mengalami pembengkakan usai operasi itu.

Daniel pun tak ambil pusing ketika butir zakarnya membengkak sebesar bola voli & menganggap itu wajar. Sampai akhirnya waktu scrotumnya mengempis, penisnya tak berhenti birahi, & itu berlangsung selama 8 bulan.

“Membaca koran pada pagi hari sebagai sebuah perkara akbar. Apalagi mengendarai sepeda motor. Demikian maupun menghadiri acara-acara famili. Sangat nir nyaman beserta kondisi itu,” istilah Michael C. Heyden, pembela terdakwa resmi Daniel ketika mengungkapkan gugatan pada pengadilan dalam persidangan awal yg digelar awal pekan ini.

Daniel yg maupun menaruh kesaksian berkata, “Sangat sulit bagi aku buat berdansa beserta kondisi birahi terus menerus. Partner dansa aku akan terusik. Kondisi ini bukan sesuatu yg ingin Knda bawa dalam sebuah pesta & menunjukkannya kepada teman-teman Knda,” keluh beliau.

Menanggapi tuntutan itu, Dr Thomas J Desperito, yg diwakili pengacaranya menolak klaim ganti rugi yg diajukan Daniel. Seharusnya, korban merasa muncul yg nir beres waktu butir zakarnya membengkak misalnya bola voli. Tidak muncul laporan pengaduan yg diterima Desperito sehabis operasi itu.

“Empat bulan pasca operasi, klien kami sudah menganjurkan agar implan itu dicabut waktu Daniel mengeluhkan adanya infeksi & birahi yg tak berkesudahan,” istilah pembela terdakwa resmi Desperito, Colleen D. Shields dalam persidangan yg sama. Namun, Daniel, lanjut beliau nir melakukan anjuran itu.

Pernyataan itu ditolak sang Daniel yg menyatakan dirinya dimintai uang sebesar USD 10.000 atau lebih kurang Rp 99 juta buat mengeluarkan implan tersebut.

Persidangan masih akan berlanjut. Daniel & istrinya Donna, menuntut ganti rugi atas ‘kerugian yg tak bisa dijelaskan’ kepada dokter Desperito.

Sementara terkait birahi tak berkesudahannya, Daniel sudah melakukan operasi pengangkatan implan pada dokter yg berbeda pada tahun 2010. Hasilnya, beliau merasakan “50 % lebih mungil beserta level sensasi yg berkurang.” [bal]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *