Alessandro Volta, oleh penemu cikal bakal baterai terbaru

Alessandro Volta, oleh

Image source: http://fisikazone.com/wp-content/uploads/2014/09/Elemen-Volta-300×179.jpg

Alessandro Volta, sang penemu cikal bakal baterai modern

Hampir seluruh gadget yang engkau punya kini ini memakai baterai. Ada baterai yang sekali pakai, serta terdapat juga baterai yang dapat di-charge pergi untuk dipergunakan terus. Baterai sangat penting bagi perkembangan teknologi. Kali ini, kita bakal bahas lebih poly perihal sosok fisikawan berasal Italia yang merupakan penemu cikal bakal baterai, yaitu Alessandro Volta.

BERITA TERKAIT
Inilah ciri khas sastra berbahasa Melayu Klasik, mau memahami?
Tips sukses di dunia kerja: Gunakan momentum!
Ups, zat kimia ini ternyata dapat mencemari udara!

Alessandro Giuseppe Antonio Anastasio Gerolamo Umberto Volta merupakan anak dari Donna Maddalena serta Filippo Volta. Ia dilahirkan dalam 18 Februari 1745 di Como, Italia. Dengan kecerdasan serta rasa ingin memahami yang tinggi, Volta menemukan teori yang menunjuk dalam baterai modern di era 1800an. Dilansir Time beberapa saat yang lalu, Volta menyadari cikal bakal baterai modern kala dirinya memasukkan serangkaian lempeng tembaga serta seng strip dalam air garam yang menghasilkan arus listrik bukan listrik tidak aktif.

Setelah melakukan berbagai percobaan, Volta akhirnya berhasil menyebarkan baterai pertama bertajuk ‘voltaic pile’. Penemuan ini berawal dari perdebatannya bareng ilmuwan lainnya yaitu Luigi Galvani terkait tubuh makhluk hidup menghasilkan arus listrik atau hanya menjadi konduktor saja.

Perdebatan Galvani serta Volta inilah yang menghasilkan Volta bereksperimen terkait konduktivitas tubuh makhluk hidup bareng memakai lidahnya sendiri. Volta akhirnya mengumpulkan tumpukan lempeng logam, menyambungkan kabel beraliran listrik ke ke 2 ujung tumpukan, lalu arus listrik mengalir melalui tumpukan, pertanda bahwa tubuh makhluk hidup juga bersifat sama seperti tumpukan logam yaitu hanya menjadi konduktor saja.

Fisikawan ini mati dalam tanggal lima Maret 1827 di Como, Italia, serta meninggalkan 3 orang anak, yaitu Zanino Volta, Luigi Volta serta Flaminio Volta. Meskipun sudah hampir 2 abad dia mati, tapi jasa-jasanya masih terus selalu dikenang. [iwe]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *