Breaking News Seruan Boikot TopSkor Menggema dalam Dunia Maya

Breaking News Seruan

Image source: http://tribratanews-polresbaubau.com/wp-content/uploads/2017/07/lakudo-23.jpg

Breaking News Seruan Boikot TopSkor Menggema di Dunia Maya

Nasi telah sebagai bubur. Gara-gara tuduhan Kompasianer of the Year 2017, Zulfikar Akbar, kepada Ustadz Abdul Somad (UAS), koran olahraga TopSkor pun kena getahnya. Akun twitter Zulfikar Akbar (@zoelfick) langsung diserbu netizen. Caci-maki dan sumpah serapah pun datang bak air bah. Hujatan dibalas hujatan. Hukum karma berlaku. Langsung dibalas kontan.

Tuduhan bahwa dakwah Ustadz Abdul Somad melahirkan umat yang beringas yang dilontarkan oleh Kompasianer of the Year 2017 Zulfikar Akbar memancing amarah netizen. Sebagai balasan atas tuduhan Zulfikar Akbar kepada Ustadz Abdul Somad netizen pun mulai menyerukan boikot kepada TopSkor, media loka Zulfikar Akbar bekerja.

Amarah netizen boleh dibilang wajar sebab sebagai seseorang jurnalis seharusnya Zulfikar Akbar lebih mengedepankan cover both side, klarifikasi dan menjunjung tinggi etika jurnalisme. Sayangnya, Zulfikar Akbar justru lebih mengarah jalan menebar kebencian yang akhirnya memancing amarah netizen.

Masalah justru semakin melebar dan menjurus ke problem personal waktu Zulfikar menanggapi kritikan balik netizen memakai cuitan-cuitan yang semakin memancing emosi netizen. Bahkan tak segan-segan dalam cuitannya Zulfikar hingga berani menuliskan istilah-istilah bahwa dakwah UAS telah melahirkan umat yang beringas dan lebih mendekatkan kepada setan. Hasilnya, netizen pun menyerukan boikot TopSkor.

Pemimpin Redaksi TopSkor, Yusuf Kurniawan pun bertindak cepat. Melalui akun @yusufk09, redaksi TopSkor akan memanggil Zulfikar Akbar buat mempertanggungjawabkan cuitan-cuitannya yang telah menyebabkan amarah netizen. Yusuf Kurniawan pun mengklarifikasi bahwa yang dilakukan Zulfikar Akbar ialah tanggungjawab pribadi yang nir ada kaitannya memakai TopSkor.

Sebagai liputan, Ustadz Abdul Somad ialah rakyat yang terhormat di Riau. Beliau ulama yang disegani bergelar Datuk dan sebagai anggota Majlis Kerapatan Adat Lembaga Adat Melayu Riau. Wajar bila rakyat Riau sangat murka memakai cuitan-cuitan Zulfikar Akbar terkait UAS.

Sangat disayangkan Kompasianer of the Year 2017, Zulfikar Akbar yang berprofesi sebagai jurnalis telah menuduh ulama yang disegani memakai kalimat-kalimat tak pantas yang memancing amarah netizen. Semoga kita bisa mengambil pelajaran menurut perkara ini. Jangan hingga kita kehilangan pekerjaan lantaran menebar kebencian di dunia maya.

Update: Zulfikar Akbar telah diberhentikan oleh TopSkor (Sumber @zoelfick)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *