BWF Ubah Format Pertandingan Thomas dan Uber Cup

BWF Ubah Format Pertandingan Thomas dan Uber Cup

Image source: http://cdn1-a.production.images.static6.com/Ly4PZrsIMZA8vLUKHGSZiNlAIjg=/640×355/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/657312/big/thomascup.jpg

BWF Ubah Format Pertandingan Thomas dan Uber Cup

Badminton World Federation (BWF) telah mengusulkan format baru dalam perhelatan Thomas dan Uber cup di India nanti. Beberapa peraturan sebelumnya yang mengalami perubahan adalah jumlah partai pertandingan yang awalnya lima menjadi tiga (dua partai tunggal dan satu ganda) dan memangkas skor (andai kata pertandingan berlanjut game ketiga) asal 21 menjadi 11. Alasan penyebab memakai format baru ini agar pemain tidak terlalu menghabiskan banyak tenaga saat pertandingan berlanjut hingga game ketiga. Format pertandingan yang biasanya lima partai menjadi tiga partai pertandingan karena agar penonton tidak terlalu usang menunggu hanya untuk mengetahui tim/negara yang menang (juara).

Perubahan format pertandingan ini bukan kali pertama yang dilakukan oleh BWF, pada tahun 2004 silam format pertandingan kejuaraan Thomas dan Uber cup berbeda asal  pertandingan sebelumnya (2002). Ditahun 2002, satu partai pertandingan poin hanya hingga nomor tujuh dan diselesaikan dalam lima games. Sedangkan ditahun 2004, poin hingga nomor 15 dan diselesaikan dalam tiga game saja.

Meski masih menjadi wacana, namun andai kata aturan ini jadi diterapkan dikejuaraan beregu Thomas dan Uber cup 18-25/5 nanti, maka tidak menutup kemungkinan akan banyak kejutan yang terjadi saat kejuaraan Thomas dan Uber cup nanti. Negara/tim yang awalnya tidak diperhitungkan dapat saja muncul menjadi juara baru, ataupun kebalikannya. Jika format baru memainkan dua sektor tunggal diawal pertandingan dan satu ganda diakhir pertandingan, maka negara yang mendapat keuntungan besar asal format baru ini dan yang paling diunggulkan untuk menjadi juara di bagian putra (Thomas cup) adalah Negeri Tirai Bambu (China).

Ditunggal pertama ada Chen Long sedangkan ditunggal kedua dengan masuknya Lin Dan sebagai tim inti China, peluang memertahankan gelar juara beruntun enam kali, peluangnya 99%:1%. Begitu pula dibagian putri, tim Negeri Tirai Bambu ini tetap berpeluang memertahankan gelar juara mereka ditahun kemudian. Namun andai kata format pertandingan memainkan partai pertama tunggal, partai kedua ganda, dan terakhir tunggal, maka negara-negara penguasa bulutangkis seperti China, Indonesia, Denmark, Malasya, dan Korea adalah negara yang paling berpeluang menjadi juara dibagian putra, namun China tetap memiliki peluang yang lebih besar dibandingkan tim asal negara lainnya.

Sangat disayangkan andai kata format baru ini akan mulai diberlakukan ditahun ini. Pertandingan semakin tidak menarik dan membosankan untuk ditonton. Jika ditahun kemudian, dengan memainkan lima partai di babak perempat final hingga final, untuk meraih kemenangan, suatu tim/negara harus mengumpulkan poin 3 (menang 3 partai)  atas lawannya. Saat itu, meski telah unggul 2-0 atas lawannya di dua partai awal, maka tim/negara tersebut belum dapat dikatakan menang. Dengan memertandingkan lima partai, membuka peluang/kesempatan kepada setiap tim untuk memenangkan pertandingan. Tahun ini, dengan format baru, maka tim/negara yang telah menang didua pertandingan awal telah dikatakan sebagai pemenang.

Susunan pemain sebuah tim pun akan gampang ditebak, siapa saja yang akan bertanding. Tentu saja mereka akan memilih atlit yang kiranya mampu memenangkan pertandingan. Negara-negara (tim) seperti China, Denmark, dan Indonesia akan semakin lebih gampang untuk ditebak komposisi pemain-pemainnya yang akan diturunkan dibabak perempat final hingga ke final. Dibagian Thomas cup, China, susunan/komposisi pemainnya adalah tunggal pertama akan diisi oleh Chen Long, Ganda akan menurunkan Liu Xiaolong/Qiu Zihan, dan tunggal kedua akan diisi oleh Lin Dan. Indonesia, tunggal pertama Tommy Sugiarto, ganda Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, dan Simon Santoso akan mengisi tunggal terakhir. Denmark, Jan O Jorgensen dan Hans-Kristian Vittinghus akan mengisi tunggal pertama dan terakhir, sedangkan diganda mereka akan menurunkan Mathias Boe/Carsteen Mogensen. Dibagian putri, negara China dan Korea pun akan gampang ditebak susunan pemainnya. Li Xiurei, Wang Shixian, dan Bao Yixin/Tang Jinhua pasti akan diturunkan. Korea akan menurunkan Sung Ji Hyun, Bae Yeon Ju, dan Jang Ye Na/So Young Kim akan dipercayai untuk mengemban amanah bagi timnya. Sedangkan tim uber Indonesia, sepertinya tidak mendapatkan pengaruh akan perubahan format baru ini. Lima atau tiga partai pertandingan, peluangnya pun sama saja. Tapi kejutan diharapkan mampu diukir oleh para Srikandi Indonesia ini.

Salam bulutangkis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *