Cara unik Presiden Jokowi rayakan Hari Sumpah Pemuda

Cara unik Presiden Jokowi rayakan Hari Sumpah Pemuda

Image source: http://www.wowchannelz.com/assets/post/featured_image/48ef34813df02b65470f70bda13c727a.jpg

Cara unik Presiden Jokowi rayakan Hari Sumpah Pemuda

Ada yang berbeda di Istana Bogor kemarin. Presiden Joko Widodo (Jokowi) merayakan Hari Sumpah Pemuda memakai cara unik. Tamu undangan didominasi anak-anak muda Tanah Air berprestasi & bergerak di dunia kreatif, ada atlet sampai pengusaha motor akbar.

BERITA TERKAIT
Keberadaan PPP menegaskan koalisi Jokowi nasionalis-religius
Sindir PSI, Sekjen PDIP minta beri daftar cawapres tak sekadar demi elektoral
Ini isi surat untuk Jokowi supaya BBM jenis premium tak dijual saat Asian Games

Kepala Negara yang mengenakan celana jin berwarna biru, baju olah raga tangan panjang berwarna putih & sepatu kets, mengawali peringatan Sumpah Pemuda memakai bermain bulu tangkis beserta atlet berprestasi.

Dalam pertandingan bulu tangkis yang singkat ini, Jokowi berpasangan memakai atlet pria Kevin Sanjaya melawan Markus Fernaldi, yang berpasangan memakai atlet bulu tangkis perempuan Gregoria Mariska. Jokowi terlihat beberapa kali melancarkan smash.

Setelah bermain bulu tangkis, Jokowi lalu meninjau setiap stand yang ada di halaman Istana Bogor. Jokowi terlihat relatif berhenti lama saat berada di stand pengusaha di bidang motor custom, & menjual kostum ala bikers.

Pengusaha di bidang otomotif itu juga memboyong sekitar tiga motor & satu mobil. Setelah itu, mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut meninjau sejumlah food truck yang berjejer di samping kanan Halaman Istana Bogor.

Jokowi yang didampingi Mensesneg Pratikno, Menpora Imam Nahrawi, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki & Kepala Badan Ekonomi Kreatif itu terlihat relatif lama saat meninjau food truck yang menjajakan dimsum.

Selanjutnya Kepala Negara & sejumlah menteri masih berkeliling meninjau stand & mengajak berbincang para tamu undangan.

Dalam sesi obrolan memakai kalangan pemuda, Jokowi mengaku jenuh memakai proses pendidikan yang ada saat ini. Sebab hampir seluruhnya proses pendidikan dilakukan di dalam kelas.

"Kalau bisa banding 40:60, 40 (belajar) di ruangan, 60 luar ruangan," ujar Jokowi sekaligus disambut meriah oleh kalangan pelajar yang berkesempatan hadir dalam perayaan tersebut.

Keinginan Jokowi juga disuarakan oleh Siti Soraya Cassandra atau lebih dikenal memakai Sandra, pemilik kebun Kumara. Kepada Jokowi, Sandra mengaku prihatin atas respons sejumlah pelajar terhadap alam.

Berdasarkan pengalamannya, beliau menceritakan nir sedikit pelajar merasa risih menginjak rumput pada awalnya. Namun, imbuh Sandra, beberapa pelajar tersebut mengaku bahagia memakai pengalaman baru menginjak rumput.

"Saya kaget ada anak yang enggak mau injak rumput. Mereka geli lah apalah, tetapi pas kami coba kasih pengertian gambaran mereka mau injak tanah & oh begini yah rasanya, adem dingin begitu lembek," ujar Sandra.

Mendengar cerita Sandra, Jokowi merespons bakal mempertimbangkan memanggil sejumlah pihak yang memiliki gagasan ataupun terobosan di dunia pendidikan.

Jokowi berkata sebagai negara maritim & agraris, masyarakat Indonesia khususnya kalangan pemuda mampu lebih kreatif memanfaatkan limpah ruah kekayaan alam yang dimiliki. Tidak hanya sekedar menanam.

"Saya kira pemikiran pemikiran anak muda seperti ini yang kita tunggu. Ada kesempatan akbar kita di sektor pertanian entah masuk ke dalam sektor apapun, on farm nya kah, packagingnya kah, inovasinya kah," ujar Jokowi menutup sesi obrolan.

Saat berada di stand motor custom, Jokowi sempat mencoba jaket berwarna hijau tua yang dipajang oleh brand Rawtype Riot.

"Keren. Keren. Keren," kata Jokowi.

Setelah mencoba jaket berwarna hijau tua tersebut, Kepala Negara juga mencoba sebuah kacamata berwarna hitam yang framenya terbuat dari kayu.

Tak hanya relatif mencoba jaket & kacamata, mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menjajal menaiki salah satu motor aliran chopper yang dipajang oleh scene roda 2 tanah air.

"Ini (merek) Royal Enfield Pak," kata salah satu penjaga stand tersebut.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf menjelaskan, tahun ini pemerintah bukan untuk 'merayakan' Sumpah Pemuda. Tetapi pemerintah bertujuan untuk memfasilitasi anak-anak muda. Maka mereka diundang ke Istana Bogor.

"Bukan merayakan. Tapi memfasilitasi para pemuda. Pemuda maunya begini, & Presiden menyambut," kata Triawan.

Menurut Triawan, peringatan Sumpah Pemuda kali ini juga didesain oleh anak-anak muda. Maka tak heran, Istana Bogor terlihat seperti tongkrongan anak-anak muda. Halaman Istana Bogor yang berumput hijau ditaruh kursi santai layaknya orang yang tengah piknik. Jokowi, kata Triawan, juga tak ingin Sumpah Pemuda terkesan kaku.

"Ya udah jangan cuman upacara, kaku, beliau trauma. Ini konsep seperti di White House," ujarnya. [cob]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *