Didukung 7 Sponsor Dunia, Industrialisasi Bulutangkis Indonesia Dimulai

Didukung 7 Sponsor Dunia, Industrialisasi Bulutangkis Indonesia Dimulai

Image source: https://cdn2.mobilwow.com/images/news/7399.jpg

Didukung 7 Sponsor Dunia, Industrialisasi Bulutangkis Indonesia Dimulai

Ada yg tidak selaras dari Timnas Bulutangkis Indonesia dikala bertarung di ajang All England 2013 yg baru berakhir pekan kemarin. Menyaksikan beberapa pertandingan yg melibatkan para pemain Indonesia, ada belang dalam seragam yg dipakai oleh mereka. Bukan warna jersey yg berganti setiap pertandingan tapi logo di kaus serta raket mereka. Di dada, punggung serta raket pasangan Tontowi-Lilyana misalnya, bukan lagi logo YY seperti yg dari awal selalu mereka kenakan bareng seluruh pemain timnas lainnya. Demikian juga Markis Kido-Pia Zebadiah yg menggunakan produk apparel tidak selaras. Sementara ganda putra Hendra-Ahsan di dada serta punggung mereka masih terpasang logo YY.  Begitupun kepada tim pelatih yg mendampingi, ada yg menggunakan seragam berlogo YY adapula yg berlogo V.

Sebenarnya bukan hal baru apabila dalam sebuah pertandingan bulutangkis para pemain dari negara yg sama mengenakan seragam serta perlengkapan yg disponsori oleh produsen tidak selaras. Tapi hal itu terjadi apabila pemain nir lagi berstatus anggota pelatnas sehingga biasanya memiliki sponsor yg tidak selaras dengan sponsor utama timnas. Maka menjadi unik apabila para pemain Timnas dari Pelatnas yg sama tak lagi mengenakan jersey serta raket dengan logo yg seragam. Ada apa dengan Timnas Bulutangkis kita ?.

Bukan lagi logo "YY" di dada seragam Tontowi & Lilyana. Semenjak 22 Februari 2013 pemegang gelar All England 2012 serta 2013 ini dikontrak oleh Victor, apparel asal Korea Selatan (dok. : www.badmintonindonesia.org)

Kenyataannya mega kontrak dengan Yonex, brand besar asal Jepang ini sudah berakhir. Sejak bulan Februari lalu Timnas Bulutangkis Indonesia tak lagi mengikat kontrak tunggal kolektif dengan Yonex yg sudah menjadi sponsor selama hampir 40 tahun. Lalu apakah ini berarti Timnas Bulutangkis kehilangan sponsor atau mengalami kesulitan finansial ?. Justru kebalikannya, berakhirnya mega kontrak dengan Yonex menjadi awal baru pengelolaan bulutangkis Indonesia. Timnas Bulutangkis Indonesia dibawa memasuki era baru industrialisasi bulutangkis modern.

Menjual Pemain dengan Sponsor Individu

Tak ada lagi sponsor tunggal serta kolektif untuk Timnas Senior Bulutangkis Indonesia. Federasi Bulutangkis Indonesia menerapkan terobosan yg sebelumnya dianggap tabu di pelatnas bulutangkis Cipayung namun sudah menjadi hal biasa pentas olahraga profesional Eropa. PBSI kini menerapkan sistem kontrak individu kepada setiap pemain untuk bebas disponsori produsen apparel tertentu. Bidding pun dilakukan.

Wibawa Indonesia yg merupakan satu dari kekuatan utama bulutangkis dunia dengan banyak pemain top menjadi modal bagi PBSI untuk menjual Timnas bulutangkisnya. Hasilnya luar biasa. Mega kontrak dengan Yonex diakhiri serta Timnas Bulutangkis pun dibanjiri sponsor. Para pemain Timnas Bulutangkis Indonesia kini mengikat kontrak individu dengan sejumlah merek ternama.

Era baru industri bulutangkis Indonesia dimulai. Seperti disebutkan di halaman resmi PBSI, Victor, Li-Ning, Babolat, Fly Power, Astec, Reinforce Speed ialah 6 sponsor baru bagi pemain Timnas Bulutangkis Indonesia. Mulai 22 Februari 2013 merek-merek tersebut resmi menjadi penyokong pemain Timnas Bulutangkis Indonesia.

Namun demikian bukan berarti Yonex undur diri dari bulutangkis Indonesia. Meski tak lagi menjadi sponsor tunggal, Yonex berhasil mendapatkan tanda tangan 21 pemain Timnas. Sementara Victor mengikat kontrak dengan 24 pemain, Flypower 19 pemain, Li-Ning 9 pemain, Astec 8 pemain, Reinforce Speed (RS) 5 pemain serta Babolat 4 pemain . Dengan durasi kontrak 2 tahun, secara total ketujuh produsen apparel tersebut akan mengalirkan dana tak kurang dari 33 Miliar untuk mendukung para pebulutangkis Indonesia berlaga.

Kini kita tak akan lagi menjumpai jersey dengan logo sponsor yg sama di setiap pertandingan Timnas Bulutangkis Indonesia. Kontrak individu membuat senar raket para pemain bergambar logo yg bhineka. Seragam pemain Timnas pun menjadi lebih beraneka warna. Tontowi Ahmad-Lilyana Natsir akan mengenakan seragam serta perlengkapan pertandingan berlogo V dari Victor. Hendra-Ahsan masih akan mengusung logo YY Yonex, ad interim pemain tunggal seperti Simon Santoso serta Sony Dwi Kuncoro akan berseragam Li-Ning. Angga-Rian akan mengenakan Flypower serta Hayom Rumbaka akan membawa logo Astec. Lukhi Apri berseragam Babolat ad interim Hanna Ramadini mengikat kontrak dengan Reinforce Speed. Keunikan ada kepada pasangan ganda adonan Muhammad Rijal-Debby Susanto karena keduanya disponsori apparel yg tidak selaras. Debby membawa logo Li-Ning ad interim Rijal berseragam Yonex. Para pemain lain pun akan mengenakan seragam serta perlengkapan dari sponsor mereka masing-masing. Begitupun para pelatih kini memiliki sponsor individu. Christian Hadinata, Nova Widianto, serta Richard Mainaky ialah 3 dari sejumlah pelatih yg disponsori oleh Yonex. Sementara Liang Chiu Sia diikat kontrak oleh Victor.

Terobosan baru ini membuat Indonesia menjadi negara ASEAN pertama yg menerapkan kontrak individu serta menghapus kontrak kolektif untuk Timnas bulutangkisnya. Lain dari itu, sistem kontrak individu ini membuat nama bulutangkis Indonesia semakin terangkat dengan masuknya merek-merek berkelas dunia.

Li-Ning, brand ternama asal China yg berpusat di Inggris ini dikala ini ialah sponsor resmi Timnas Bulutangkis China. Sejumlah bintang bulutangkis China menjadi maskot utama Li-Ning. Sementara meski terdaftar sebagai merek China sejak 1968, Victor ialah nama besar di industri bulutangkis Korea Selatan. Sejumlah skuad utama bulutangkis Korea seperti Lee Yong Dae ialah maskot dari Victor. Babolat mungkin menjadi nama yg paling asing di telinga kita. Wajar karena merek asal Perancis ini baru menghasilkan raket kepada tahun 1995. Namun demikian Babolat ialah merek ternama di lapangan tennis dunia. Sementara itu Flypower serta Astec ialah brand unggul asal Indonesia yg dimiliki oleh legenda bulutangkis tanah air. Flypower dikibarkan oleh mantan juara dunia Heryanto Arbi ad interim Astec dibangun oleh pasangan suami istri peraih emas olimpiade Barcelona Alan Budikusuma serta Susi Susanti.

Memaksa Pemain Untuk Berprestasi

Bukan hanya menaikkan nilai tawar bulutangkis Indonesia di mata produsen dunia. Kontrak individu sebagai bagian dari industrialisasi bulutangkis juga dinilai sebagai satu dari cara untuk memacu prestasi atlet Indonesia yg dalam satu dekade terakhir menukik tajam.

Selama ini beberapa pihak mengkritik  kenyamanan pelatnas Cipayung membuat sejumlah pemain menjadi terlalu santai. Kontrak kolektif yg diterapkan kepada Timnas Bulutangkis Indonesia membuat pemain tak perlu susah payah memikirkan sponsor untuk berangkat mengikuti pertandingan dunia. Berprestasi baik atau selalu kalah tak akan membuat mereka kehilangan sponsor apabila harus mengikuti superseries atau grandprix gold. Inilah yg dianggap memanjakan pemain serta membuat mereka kurang termotivasi untuk menaikkan prestasi. Wajar apabila beberapa legenda bulutangkis dunia seperti Rudi Hartono kerap geram dengan sejumlah pemain yg tetap diberangkatkan ke ajang superseries meski prestasinya sudah dinilai mentok.

Kepengurusan baru PBSI di bawah Gita Wirjawan membaca indikasi kenyamanan itu. Selain menarik kembali sejumlah legenda bulutangkis Indonesia untuk menjadi pelatih serta pengurus PBSI, Gita yg merupakan menteri perdagangan menerapkan kontrak individu kepada seluruh penghuni timnas senior bulutangkis Indonesia.

Kontrak individu dengan 7 merek ternama ini memiliki nilai yg bhineka untuk setiap pemain atau pasangan. Nilai kontrak sponsor untuk pemain di Timnas berkisar dari 25 juta hingga milyaran rupiah. "Victor" mencatatkan nomor termahal dengan berani membayar masing-masing lebih dari 1 Milyar rupiah per tahun untuk Tontowi Ahmad serta Lilyana Natsir. Besarnya nilai kontrak Victor dengan pasangan ini sempat juga disinggung oleh komentator pertandingan final All England 2013 yg lalu. Kontrak inipun membuat Lilyana disebut-sebut menjadi pebulutangkis pelatnas dengan gaji terbesar.

Tontowi Ahmad & Lilyana Natsir bareng General Manager "Victor" usai penandatanganan kontrak individu pemain Timnas Bulutangkis Indonesia. Kontrak Tontowi & Lilyana masing-masing bernilai lebih dari 1 Milyar rupiah (dok. : https://www.victorsport.com/news_detail.html?id=1579)

Kontrak individu memang dianggap lebih mensejahterakan serta menaikkan pendapatan para pemain karena melalui sistem ini sponsor juga akan memberikan diskon di luar nilai kontrak untuk setiap capaian prestasi besar yg mereka ukir. Berprestasi baik serta meraih gelar-gelar juara di turnamen utama akan menaikkan nilai tawar Timnas sekaligus membuat nilai jual pemain bertambah. Para produsen yg berkepentingan menjaga serta menaikkan pamor brand mereka pun akan berlomba-lomba memperebutkan sang pemain dengan melakukan penawaran sebaik mungkin. Prestise sponsor pun meningkat apabila pemain yg dikontraknya meraih gelar juara.

Tapi di luar itu semua sistem kontrak ini mampu memacu pemain untuk terus berprestasi. Mereka dituntut lebih bertanggung jawab kepada diri serta prestasinya. Para pemain akan dipaksa untuk berprestasi demi menarik atau menaikkan sponsor mereka sendiri. Sebaliknya mereka tak dapat lagi nyaman apabila selalu kalah karena sponsor dapat jadi meninggalkan atau tak memperpanjang kontraknya. Tanpa sponsor pemain akan kesulitan mengikuti kejuaraan selanjutnya.

Asa Kembali Menguasai Arena

Indikasi dampak positif kontrak individu ini mulai terlihat di ajang All England 2013 lalu. Dibanding setahun kemarin, tahun ini Indonesia meloloskan lebih banyak pemain ke bebak perempat final  serta semifinal All England. Tiga pasangan ganda adonan bahkan berhasil mendominasi semifinal. Sementara pasangan ganda putra baru Hendra-Ahsan mampu mencapai semifinal. Capaian besar juga diraih tunggal putri Lindaweni, meski gagal melangkah jauh, ia mampu mengalahkan pemain utama China.

Semoga sistem kontrak baru ini bukan hanya membawa bulutangkis Indonesia ke persaingan industri olahraga modern semata. Lebih dari itu, semoga ini menjadi awal dari sebuah jalan bagi prestasi baru Indonesia untuk dapat kembali menguasai arena bulutangkis dunia karena sudah terlalu lama kita tak melihat Merah Putih dikibarkan paling tinggi di tengah-tengah bendera negara lain. Kita sudah rindu Indonesia Raya berkumandang di arena dunia.

Detik-detik penganiayaan Taruna Akpol Brigdatar Adam sampai tewas

Detik-detik penganiayaan Taruna Akpol Brigdatar Adam sampai tewas

Image source: https://www.jawapos.com/radar/uploads/radarsemarang/news/2017/07/23/berkas-perkara-14-taruna-akpol-segera-dilimpahkan_m_3042.jpeg

Detik-detik penganiayaan Taruna Akpol Brigdatar Adam sampai tewas

Polisi sudah menetapkan 14 orang menjadi tersangka atas kasus meninggalnya seorang Taruna Akpol tingkat dua, Brigadir Dua Taruna (Brigdatar) Muhammad Adam. 14 orang tersebut adalah Taruna Tingkat III, antara lain: RLW, GCM, EA, JED, MB, HA, CAE, AKU, GJN, RAP, CAS, RK, lZ, PDS.

BERITA TERKAIT
Ini vonis untuk 4 Taruna Akpol yang aniaya junior sampai tewas
Divonis 6 bulan, 9 taruna Akpol penganiaya junior eksklusif bebas
4 Taruna Akpol penganiaya Brigdatar Adam dituntut 3 tahun penjara

"Dari hasil pemeriksaan 24 orang saksi, tiga diantaranya pengasuh. Dan 14 orang kita tetapkan sebagai tersangka atas meninggalnya Muhammad Adam," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri, Komisaris Besar Polisi Martinus, melalui keterangan tertulis, Minggu (21/5).

Martinus mengatakan, kronologis awal mula Adam menjadi korban pemukulan tehadap 14 orang seniornya tersebut. Pada Rabu (17/5), pukul 23.00 WIB, setelah apel malam di depan ruang makan Brigdatar MKL diberitahu oleh Brigtutar RLW untuk beberapa Taruna tingkat II berkumpul di Flat A Graha Taruna Detasemen Tingkat III.

"Lalu pada pukul 24.00 WIB, para Taruna Tingkat II kumpul di Flat D Graha Taruna Tingkat II, selanjutnya berangkat menuju Flat A, di tangga bawah belakang melalui tebing di belakang kantor Detasemen Taruna Tingkat III," jelasnya.

"Sekira pukul 00.45 WIB, mereka diberi tindakan fisik oleh Taruna Tingkat III, disertai dengan tindakan kekerasan berupa pemukulan, baik dengan tangan kosong maupun menggunakan indera, kepada Taruna Tingkat II yang ada di dalam Gudang," sambung Martinus.

Setelah itu, kurang lebih pukul 01.30 WIB Brigtutar CAS memanggil korban (Brigdatar MA). Selanjutnya, MA diberi tindakan sendiri oleh Brigtutar CAS dengan cara memukul menggunakan tangan kosong sebanyak satu kali ke arah dada atau ulu hati, korban (posisi berlutut) sampai korban menunduk dan mengeluh kesakitan sambil memegang dada dengan ke 2 tangannya, namun korban tetap dipukul sampai lebih dari 5 kali sampai korban jatuh tersungkur di lantai.

"Setelah tersungkur, korban ditelentangkan oleh Brigtutar CAS untuk di cek kondisi kesehatanya, bahkan sempat di guyur mukanya menggunakan air Aqua, namun korban tetap tidak sadarkan diri, selanjutnya korban dibawa keluar gudang, yang dibantu Brigtutar lainnya ke luar gudang, supaya mendapatkan udara segar. Namun korban tetap tidak sadarkan diri," ujar Martinus.

Usai dibawa keluar gudang, kemudian korban dibawa ke salah satu kamar A.3 melalui kamar mandi untuk diberikan pertolongan dengan cara dada ditekan menggunakan ke 2 tangan 30 kali kemudian ditiup mulut 2 kali, hal itu diulangi dengan cara yang sama, akan akan tetapi korban tetap tidak sadarkan diri.

"Pada kurang lebih pukul 02.20 WIB, Brigtutar CAS menghadap dan melaporkan peristiwa ke Pawas AKP Agung Basuni, untuk selanjutnya dilaporkan ke Pawasden Taruna Tingkat III AKP CFFl untuk mengecek kesehatanya," katanya.

"Pukul 02.30 WIB, korban dibawa ke RS Akpol untuk mendapat tindakan medis. Sesampai di RS Akpol, oleh Dokter WINA yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia," tambahnya.

Setelah dinyatakan meninggal, polisi eksklusif melakukan autopsi terhadap jenazah Adam untuk mencari memahami penyebab kejadiannya.

"Luka hasil kekerasan tumpul berupa luka memar pada pelipis kiri, leher kanan, dada dan tungkai atas, resapan darah pada kulit pelipis bagian dalam, otot leher kanan, otot dada, paru kanan dan kiri. Dan didapatkan tanda tewas lemas," ungkap Martinus.

"Sebab kematian kekerasan tumpul pada dada yang berakibat gangguan kembang kempis dada, sebagai akibatnya berakibat tewas lemas," lanjutnya

Dari hasil pemeriksaan polisi berhasil menemukan beberapa barang bukti di Tempat Kejadian Perkara (TKP) yaitu:

1 (satu) kayu lingkaran warna hitam panjang 45 centimeter diameter 3 centimeter, 1 (satu) pipa alumunium bekas gagang sapu sepanjang 60 centimeter, 1 (satu) raket bulutangkis merek Yonex gagang warna hitam, 1 (satu) buah kopelrim warna hitam.
1 (satu) kunci slot sepeda warna merah.
3 (tiga) buah anak kancing baju PDL coklat.
1 (satu) buah sarung tangan buntung warna hitam.
1 (satu) kipas angin mini merek Maspion.
1 (satu) kursi duduk dengan sandaran tangan.
1 (satu) buah bantal dacron.
1 (satu) unit kasur.
1 (satu) tutup botol botol merek Aqua warna biru.
1 (satu) buah kaos olahraga Akpol.
sepasang sepatu olahraga Akpol.
1 (satu) buah topi pilket Akpol.
1 (satu) botol mini minyak kayu putih dan 1 (satu) botol mini minyak GPU (Gosok Pijat Urut).
1 (satu) buah pluit warna hitam, 2 (dua) btg dupa warna jingga.

Atas peristiwa tersebut, para tersangka dikenakan pasal Tindak Pidana dimuka umum bareng sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang subsider penganiayaan yang berakibat kematian sebagaimana dimaksud dalam pasal 170 KUH Pidana subsider 351 ayat (3) KUH Pidana jo Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.

Setelah itu, nantinya polisi akan terus menindaklanjuti kasus tersebut dengan
Melakukan penahanan terhadap para Tersangka, melakukan pemberkasan, melengkapi barang bukti dan saksi-saksi, melakukan rekonstruksi peristiwa untuk melengkapi berkas perkara dan koordinasi dengan JPU. [noe]

Cara unik Presiden Jokowi rayakan Hari Sumpah Pemuda

Cara unik Presiden Jokowi rayakan Hari Sumpah Pemuda

Image source: http://www.wowchannelz.com/assets/post/featured_image/48ef34813df02b65470f70bda13c727a.jpg

Cara unik Presiden Jokowi rayakan Hari Sumpah Pemuda

Ada yang berbeda di Istana Bogor kemarin. Presiden Joko Widodo (Jokowi) merayakan Hari Sumpah Pemuda memakai cara unik. Tamu undangan didominasi anak-anak muda Tanah Air berprestasi & bergerak di dunia kreatif, ada atlet sampai pengusaha motor akbar.

BERITA TERKAIT
Keberadaan PPP menegaskan koalisi Jokowi nasionalis-religius
Sindir PSI, Sekjen PDIP minta beri daftar cawapres tak sekadar demi elektoral
Ini isi surat untuk Jokowi supaya BBM jenis premium tak dijual saat Asian Games

Kepala Negara yang mengenakan celana jin berwarna biru, baju olah raga tangan panjang berwarna putih & sepatu kets, mengawali peringatan Sumpah Pemuda memakai bermain bulu tangkis beserta atlet berprestasi.

Dalam pertandingan bulu tangkis yang singkat ini, Jokowi berpasangan memakai atlet pria Kevin Sanjaya melawan Markus Fernaldi, yang berpasangan memakai atlet bulu tangkis perempuan Gregoria Mariska. Jokowi terlihat beberapa kali melancarkan smash.

Setelah bermain bulu tangkis, Jokowi lalu meninjau setiap stand yang ada di halaman Istana Bogor. Jokowi terlihat relatif berhenti lama saat berada di stand pengusaha di bidang motor custom, & menjual kostum ala bikers.

Pengusaha di bidang otomotif itu juga memboyong sekitar tiga motor & satu mobil. Setelah itu, mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut meninjau sejumlah food truck yang berjejer di samping kanan Halaman Istana Bogor.

Jokowi yang didampingi Mensesneg Pratikno, Menpora Imam Nahrawi, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki & Kepala Badan Ekonomi Kreatif itu terlihat relatif lama saat meninjau food truck yang menjajakan dimsum.

Selanjutnya Kepala Negara & sejumlah menteri masih berkeliling meninjau stand & mengajak berbincang para tamu undangan.

Dalam sesi obrolan memakai kalangan pemuda, Jokowi mengaku jenuh memakai proses pendidikan yang ada saat ini. Sebab hampir seluruhnya proses pendidikan dilakukan di dalam kelas.

"Kalau bisa banding 40:60, 40 (belajar) di ruangan, 60 luar ruangan," ujar Jokowi sekaligus disambut meriah oleh kalangan pelajar yang berkesempatan hadir dalam perayaan tersebut.

Keinginan Jokowi juga disuarakan oleh Siti Soraya Cassandra atau lebih dikenal memakai Sandra, pemilik kebun Kumara. Kepada Jokowi, Sandra mengaku prihatin atas respons sejumlah pelajar terhadap alam.

Berdasarkan pengalamannya, beliau menceritakan nir sedikit pelajar merasa risih menginjak rumput pada awalnya. Namun, imbuh Sandra, beberapa pelajar tersebut mengaku bahagia memakai pengalaman baru menginjak rumput.

"Saya kaget ada anak yang enggak mau injak rumput. Mereka geli lah apalah, tetapi pas kami coba kasih pengertian gambaran mereka mau injak tanah & oh begini yah rasanya, adem dingin begitu lembek," ujar Sandra.

Mendengar cerita Sandra, Jokowi merespons bakal mempertimbangkan memanggil sejumlah pihak yang memiliki gagasan ataupun terobosan di dunia pendidikan.

Jokowi berkata sebagai negara maritim & agraris, masyarakat Indonesia khususnya kalangan pemuda mampu lebih kreatif memanfaatkan limpah ruah kekayaan alam yang dimiliki. Tidak hanya sekedar menanam.

"Saya kira pemikiran pemikiran anak muda seperti ini yang kita tunggu. Ada kesempatan akbar kita di sektor pertanian entah masuk ke dalam sektor apapun, on farm nya kah, packagingnya kah, inovasinya kah," ujar Jokowi menutup sesi obrolan.

Saat berada di stand motor custom, Jokowi sempat mencoba jaket berwarna hijau tua yang dipajang oleh brand Rawtype Riot.

"Keren. Keren. Keren," kata Jokowi.

Setelah mencoba jaket berwarna hijau tua tersebut, Kepala Negara juga mencoba sebuah kacamata berwarna hitam yang framenya terbuat dari kayu.

Tak hanya relatif mencoba jaket & kacamata, mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menjajal menaiki salah satu motor aliran chopper yang dipajang oleh scene roda 2 tanah air.

"Ini (merek) Royal Enfield Pak," kata salah satu penjaga stand tersebut.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf menjelaskan, tahun ini pemerintah bukan untuk 'merayakan' Sumpah Pemuda. Tetapi pemerintah bertujuan untuk memfasilitasi anak-anak muda. Maka mereka diundang ke Istana Bogor.

"Bukan merayakan. Tapi memfasilitasi para pemuda. Pemuda maunya begini, & Presiden menyambut," kata Triawan.

Menurut Triawan, peringatan Sumpah Pemuda kali ini juga didesain oleh anak-anak muda. Maka tak heran, Istana Bogor terlihat seperti tongkrongan anak-anak muda. Halaman Istana Bogor yang berumput hijau ditaruh kursi santai layaknya orang yang tengah piknik. Jokowi, kata Triawan, juga tak ingin Sumpah Pemuda terkesan kaku.

"Ya udah jangan cuman upacara, kaku, beliau trauma. Ini konsep seperti di White House," ujarnya. [cob]

BWF Ubah Format Pertandingan Thomas dan Uber Cup

BWF Ubah Format Pertandingan Thomas dan Uber Cup

Image source: http://cdn1-a.production.images.static6.com/Ly4PZrsIMZA8vLUKHGSZiNlAIjg=/640×355/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/657312/big/thomascup.jpg

BWF Ubah Format Pertandingan Thomas dan Uber Cup

Badminton World Federation (BWF) telah mengusulkan format baru dalam perhelatan Thomas dan Uber cup di India nanti. Beberapa peraturan sebelumnya yang mengalami perubahan adalah jumlah partai pertandingan yang awalnya lima menjadi tiga (dua partai tunggal dan satu ganda) dan memangkas skor (andai kata pertandingan berlanjut game ketiga) asal 21 menjadi 11. Alasan penyebab memakai format baru ini agar pemain tidak terlalu menghabiskan banyak tenaga saat pertandingan berlanjut hingga game ketiga. Format pertandingan yang biasanya lima partai menjadi tiga partai pertandingan karena agar penonton tidak terlalu usang menunggu hanya untuk mengetahui tim/negara yang menang (juara).

Perubahan format pertandingan ini bukan kali pertama yang dilakukan oleh BWF, pada tahun 2004 silam format pertandingan kejuaraan Thomas dan Uber cup berbeda asal  pertandingan sebelumnya (2002). Ditahun 2002, satu partai pertandingan poin hanya hingga nomor tujuh dan diselesaikan dalam lima games. Sedangkan ditahun 2004, poin hingga nomor 15 dan diselesaikan dalam tiga game saja.

Meski masih menjadi wacana, namun andai kata aturan ini jadi diterapkan dikejuaraan beregu Thomas dan Uber cup 18-25/5 nanti, maka tidak menutup kemungkinan akan banyak kejutan yang terjadi saat kejuaraan Thomas dan Uber cup nanti. Negara/tim yang awalnya tidak diperhitungkan dapat saja muncul menjadi juara baru, ataupun kebalikannya. Jika format baru memainkan dua sektor tunggal diawal pertandingan dan satu ganda diakhir pertandingan, maka negara yang mendapat keuntungan besar asal format baru ini dan yang paling diunggulkan untuk menjadi juara di bagian putra (Thomas cup) adalah Negeri Tirai Bambu (China).

Ditunggal pertama ada Chen Long sedangkan ditunggal kedua dengan masuknya Lin Dan sebagai tim inti China, peluang memertahankan gelar juara beruntun enam kali, peluangnya 99%:1%. Begitu pula dibagian putri, tim Negeri Tirai Bambu ini tetap berpeluang memertahankan gelar juara mereka ditahun kemudian. Namun andai kata format pertandingan memainkan partai pertama tunggal, partai kedua ganda, dan terakhir tunggal, maka negara-negara penguasa bulutangkis seperti China, Indonesia, Denmark, Malasya, dan Korea adalah negara yang paling berpeluang menjadi juara dibagian putra, namun China tetap memiliki peluang yang lebih besar dibandingkan tim asal negara lainnya.

Sangat disayangkan andai kata format baru ini akan mulai diberlakukan ditahun ini. Pertandingan semakin tidak menarik dan membosankan untuk ditonton. Jika ditahun kemudian, dengan memainkan lima partai di babak perempat final hingga final, untuk meraih kemenangan, suatu tim/negara harus mengumpulkan poin 3 (menang 3 partai)  atas lawannya. Saat itu, meski telah unggul 2-0 atas lawannya di dua partai awal, maka tim/negara tersebut belum dapat dikatakan menang. Dengan memertandingkan lima partai, membuka peluang/kesempatan kepada setiap tim untuk memenangkan pertandingan. Tahun ini, dengan format baru, maka tim/negara yang telah menang didua pertandingan awal telah dikatakan sebagai pemenang.

Susunan pemain sebuah tim pun akan gampang ditebak, siapa saja yang akan bertanding. Tentu saja mereka akan memilih atlit yang kiranya mampu memenangkan pertandingan. Negara-negara (tim) seperti China, Denmark, dan Indonesia akan semakin lebih gampang untuk ditebak komposisi pemain-pemainnya yang akan diturunkan dibabak perempat final hingga ke final. Dibagian Thomas cup, China, susunan/komposisi pemainnya adalah tunggal pertama akan diisi oleh Chen Long, Ganda akan menurunkan Liu Xiaolong/Qiu Zihan, dan tunggal kedua akan diisi oleh Lin Dan. Indonesia, tunggal pertama Tommy Sugiarto, ganda Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, dan Simon Santoso akan mengisi tunggal terakhir. Denmark, Jan O Jorgensen dan Hans-Kristian Vittinghus akan mengisi tunggal pertama dan terakhir, sedangkan diganda mereka akan menurunkan Mathias Boe/Carsteen Mogensen. Dibagian putri, negara China dan Korea pun akan gampang ditebak susunan pemainnya. Li Xiurei, Wang Shixian, dan Bao Yixin/Tang Jinhua pasti akan diturunkan. Korea akan menurunkan Sung Ji Hyun, Bae Yeon Ju, dan Jang Ye Na/So Young Kim akan dipercayai untuk mengemban amanah bagi timnya. Sedangkan tim uber Indonesia, sepertinya tidak mendapatkan pengaruh akan perubahan format baru ini. Lima atau tiga partai pertandingan, peluangnya pun sama saja. Tapi kejutan diharapkan mampu diukir oleh para Srikandi Indonesia ini.

Salam bulutangkis.

Bulutangkis, Salah Satu Olahraga Terindah yang Ada

Bulutangkis, Salah Satu Olahraga Terindah yang Ada

Image source: http://i0.wp.com/daenggassing.com/wp-content/uploads/2008/05/piala_thomas_1984___bersama_2.jpg?w=1060

Bulutangkis, Salah Satu Olahraga Terindah yang Ada

Bulutangkis, olahraga ini bisa dibilang begitu akrab dan dekat dengan kita orang Indonesia. Wajar, karena bisa dibilang hanya olahraga inilah yang benar-benar dapat dikatakan Indonesia berprestasi dan bersaing di level elit/atas dunia. Berbagai penghargaan dan pencapaian berhasil digapai oleh Indonesia melalui olahraga ini. Tentu, olahraga bulutangkis ini yang membuat nama Indonesia harum di mata dunia. Bahkan, faktanya, bulutangkis sampai hari ini sebagai satu-satunya olahraga yang bisa menyumbangkan seluruh medali emas Indonesia pada Olimpiade. Menunjukkan begitu tergantungnya harga diri dan olahraga Indonesia pada bulutangkis. Oleh karena sejarah dan fakta itulah, membuat orang Indonesia begitu antusias akan even-even bulutangkis, banyak pula anak anak yang berminat dan mau sebagai atlet bulutangkis.

Banyak olahraga lain yang pula populer dan banyak digemari oleh orang, misalkan saja sepak bola, basket , voli atau tenis. Memang tiap olahraga punya seni dan keindahannya masing-masing dan tidak sama satu dengan yang lain. Ambil contoh olahraga sepak bola. Olahraga ini sudah begitu mendunia, dan hampir seluruh negara-negara di dunia memainkan olah raga ini dan menggemarinya. Ini karena sepakbola olahraga yang menarik dan indah. Permainan yang dimainkan oleh banyak pemain membutuhkan kerjasama yang baik dan kekompakan, baru skill dan finishing. Melalui olahraga sepak bola itulah cermin keadaan bangsa, bila prestasinya jelek, berarti negara itu berpotensi dicap sebagai bangsa yang tidak bisa bekerja sama dengan baik untuk membangun negeri, contohnya ya Indonesia, he he..

Tetapi, di sini saya lebih mau menekankan tentang olahraga populer nomor dua di negeri ini, yaitu bulutangkis. Entah kenapa saya amat menikmati menyaksikan olahraga yang satu ini. Saya sering sekali melihat di TV, bahkan di Youtube, karena saking cintanya akan olahraga ini. Di situ saya sebagai saksi betapa dahsyatnya pertandingan-pertandingan bulutangkis.  Berikut faktor-faktor yang membuat bulu tangkis begitu menarik untuk disaksikan:

Pertama, bulutangkis bisa dibilang olahraga yang sangat cepat dan enerjik. Rasa-rasanya tak ada olahraga lain yang begitu cepat dan enerjik layaknya bulutangkis. Bulutangkis sendiri dinobatkan sebagai olahraga raket yang tercepat dibandingkan Tenis, Tenis meja, Squash, dan mungkin yang lain. Untuk menghasilkan satu poin saja banyak sekali pukulan dan konvoi yang tidak simpel dilakukan. Sangat berbeda dengan oleharga raket lainnya yang lebih simpel dan sebentar dalam meraih poin demi poin. Menyaksikan perjuangan dan usaha para pemainnya sungguh memberi hiburan dan pembelajaran bagi saya

Kedua, bulutangkis menampilkan banyak variasi pukulan. Variasi pukulan dalam bulutangkis ada banyak sekali macam. Misal pukulan lob (pukulan ke arah lapangan belakang lawan), pukulan smash, pukulan netting , pukulan drop shot (kok seperti diletakkan di depan net lawan), jumping smash, pukulan backhand, pukulan forehand, pukulan servis,.. Hal itu sangat jarang kita jumpai di olahraga-olahraga lainnya. Bahkan pukulan fundamental macam servis pun bisa dilakukan dengan berbgai cara, ada servis panjang, servis pendek, dll. Pukulan pukulan yang ada ini membuat pertandingan bulutangkis sebagai amat menarik disaksikan dan tidak monoton. Penonton pun diajak menebak-nebak habis gini diapain ya? Kira kira begitu. Karena tak jarang banyak pukulan-pukulan pemain bulutangkis menipu, dan tidak terduga alias shocking strokes.

Ketiga, bulutangkis menggunakan shuttlecock bukan bola. Hal ini yang amat membedakan dan sebagai ciri khas dibanding dengan olahraga lain. Shuttlecock dipilih dan digunakan karena sifatnya ringan dan aerodinamis. Biasanya kan olahraga lain menggunkan bola sebagai objek pembantu. Shuttlecock sangat pantas bagi olaharga bulutangkis karena, bulutangkis olahraga yang cepat, oleh karena itu dibutuhkan objek yang ringan dan aerodinamis. Dalam bulutangkis, sebisa mungkin  shuttlecock jangan menyentuh arena permainan sendiri  (maksudnya di bulutangkis kok yang menyentuh tanah/lapangan terlebih  dahulu, otomatis poin bertambah) . Berbeda dengan tenis, dan sepak bola, maupun basket, di mana bola yang sebagai objek pembantu  sering sekali menyentuh tanah dan memantul. Juga, karena sifat bola yang biasanya berat dan susah dikontrol di udara yang membuatnya tak cocok bagi bulutangkis.

Faktor berkutnya, adalah kecepatan, mungkin ini hampir mirip dengan nomor 1, tetapi saya sendirikan.  Faktor kecepatan ini sangat memengaruhi dalam bulutangkis. Permainan cepat yang tersaji di lapangan menimbulkan decak kagum karena sangat atraktif dan seru untuk ditonton. Bagaimana sering pemain yang berusaha mengembalikan shuttlecock dari  pukulan-pukulan/jumping smash lawan harus jatuh bangun untuk melakukannya. Hal ini sangat jarang ditemui di olahraga lain. Di mana, effort yang sangat baik dan ulet ditunjukkan oleh pemain-pemain bulutangkis. Lari dari sana ke sini, dari ujung kiri kanan, belakang lapangan pun harus diperjuangkan untuk dilakukan. Memang ini erat kaitannya dengan ketahanan fisik dan kelenturan dan daya tahan tubuh. Hal ini pula , yang membuat saya begitu kagum dan amat respek kepada atlet itu sendiri yang tidak hanya menampilkan permainan indah akan tetapi effort dan kesungguhan yang tercermin di lapangan. Tentu, tidak semudah terlihat di lapangan, untuk mencapai hal dan level tersebut diperlukan latihan keras dan kemampuan lebih.

Sayangnya, bulutangkis kurang begitu diminati di luar asia, karena kalah pamor dengan olahraga raket lainnya yaitu tenis. Tenis lebih mendapat banyak cover media, atensi, dan peminat. Padahal bagi saya bulutangkis jauh lebih attractive , quick dan of course entertaining. Hadiah turnamen bulutangkis pun kalah jauh dari turnamen-turnamen tenis dunia. Mungkin, karena mayoritas yang jago bulutangkis dari asia ya? Tetapi kalau di Indonesia, ga usah ditanya bulutangkis bisa dibilang sudah merakyat dan membudaya di sini, selain karena sejarah dan prestasinya yang dicapai, pula karena olahraga ini relatif murah, tidak semahal tenis misalnya. Inilah PR bagi BWF terutama lebih memasyarakatkan bulutangkis yang sebenarnya begitu indah dan menarik ini ke dunia.

Bulutangkis China Masters 2017 Dua Wakil Indonesia ke Semifinal

Bulutangkis China Masters 2017 Dua Wakil Indonesia ke Semifinal

Image source: http://static1.ligaolahraga.com/news/resize_image_new.php?dir=2017/02/10/&image=berita-badminton-kandaskan-pasangan-tuan-rumah-alfian-annisa-lolos-ke-semifinal-thailand-masters-2017.jpg&new_width=560

Bulutangkis China Masters 2017 Dua Wakil Indonesia ke Semifinal

Liputan6.com, Tiongkok – Indonesia berhasil menempatkan dua wakil di semifinal bulutangkis  China Masters 2017. Hafiz Faisal/Shela Devi menjadi wakil Indonesia di angka ganda adonan ad interim Berry Angriawan/Hardianto di sektor ganda putra.

Keberhasilan Hafiz Faisal/Shela Devi terasa manis karena mereka sukses mengandaskan wakil tuan tempat tinggal, Han Chengkai/Chen Lu dengan dua gim eksklusif, 21-17, serta 21-10. Tadi kami mencoba konsentrasi terus selama di lapangan serta menjaga komunikasi dengan partner," ujar Shela misalnya dikutip badmintonindonesia.org

Shela menuturkan beliau serta Hafiz sempat terganggu lampu lapangan yang silau serta kondisi di arena yang berangin. Namun beliau menolak hal itu untuk dijadikan alasan supaya tampil di bawah performa.

Soal lapangan yang berangin serta lampu yang silau, memang terasa sih, namun harus dibiasakan, kan lawan pula merasakan hal yang sama, ujar Shela.

Kendati lolos ke semifinal, Hafiz/Shela tak sanggup berleha-leha. Pasalnya, mereka akan kembali berhadapan dengan pasangan tuan tempat tinggal, Wang Yilyu/Huang Dongping. Ini akan jadi pertemuan pertama antara ke 2 pasangan tersebut.

Mau lawan siapa saja siap, kami akan coba main lebih rileks, lebih hening, tambah lagi rasa percaya diri," kata Shela.

Kiprah tak kalah cemerlang pula ditunjukkan oleh Berry/Hardi. Melawan unggulan ke 2, Huang Kaixiang/Wang Yilyu, Berry/Hardi tak ciut nyali serta menang lewat pertarungan tiga gim 21-17, 14-21, serta 23-21.

Bulu tangkis DKI optimis pertahankan gelar beregu putri

Bulu tangkis DKI optimis pertahankan gelar beregu putri

Image source: https://cdns.klimg.com/bola.net/library/p/headline/0000090981.jpg

Bulu tangkis DKI optimis pertahankan gelar beregu putri

Kontingen DKI Jakarta optimis bisa mempertahankan gelar juara beregu putri pada cabang bulu tangkis Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII yang berlangsung di Riau, 9-20 September 2012.

BERITA TERKAIT
Juara All England, Kevin-Marcus diganjar insentif Rp 250 Juta
Menang di BWF Super Series 2017, Menpora beri insentif buat Kevin & Marcus
Menpora: Tidak terlena dengan kebanggaan selangit, Kevin-Marcus akan terus raih prestasi

"Kami berharap mempertahankan gelar beregu," ujar instruktur ganda tim DKI Jakarta, Endra Mulyajaya di sela pertandingan di Gelanggang Remaja Pekanbaru, Riau, Minggu (9/9). Untuk memperoleh target tersebut, timnya yang lebih bertenaga di sektor ganda akan berusaha meraih 2 poin berasal 2 pasangan mereka.

"Kami tinggal berharap satu angka berasal tunggal," katanya jika 2 tim gandanya yang terdiri atas Nitya Krishinda, Pia Zebadiah, Della Destiara, & Dian Fitriani, bisa mengamankan 2 angka. Meski demikian, Endra memperkirakan DKI akan menghadapi persaingan ketat berasal tim unggulan teratas Jawa Barat & Jawa Tengah.

"Jabar baik tunggal maupun gandanya bertenaga, kekuatan mereka merata sedangkan Jateng bertenaga di tunggal namun gandanya kurang bertenaga," katanya.

Adapun DKI yang berada di Grup Q telah meraih 2 kemenangan, masing-masing lima-0 berasal Banten & Riau. Selanjutnya tim putri DKI akan bertemu Sulawesi Selatan pada pertandingan Grup Q berikutnya, Senin (10/9).

Sementara itu instruktur tim Jabar, Richard Mainaky membicarakan, timnya pula berpeluang meraih medali emas pada nomor beregu putri. Jabar yang diperkuat pemain pelatnas Linda Wenifanetri, Suci Rizki Andini, Tiara Rosalia Nuraidah & Komala Dewi sebagai unggulan teratas pada nomor beregu putri.

"Selain itu, kami pula berharap berasal tunggal putri, Linda," tambah Richard mengenai pemain tunggal putri peringkat 57 dunia tersebut. Dalam 2 pertandingan pertama mereka pada Grup P, tim Jabar pula meraih 2 kemenangan atas Sulawesi Utara & Sumatera Utara masing-masing dengan skor lima-0. (ant/kny)

Bulu Tangkis Diharapkan Harumkan Nama Indonesia di Asian games

Bulu Tangkis Diharapkan Harumkan Nama Indonesia di Asian games

Image source: https://cdn1-a.production.images.static6.com/2vQ5I1hsC_HfEWeimx0Y7XP27Og=/673×373/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/1835271/original/038657600_1516184113-20180117_PBSI_KunjunganCDM_2.jpg

Bulu Tangkis Diharapkan Harumkan Nama Indonesia dalam Asian games

Liputan6.com, Jakarta – Ketua Kontingen atau Chieff De Mission (CDM) Asian Games 2018 Wakil Kapolri Komjen Pol Syafruddin mengunjungi fasilitas Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, Rabu (17/1/2018). Kedatangan Syafruddin guna meninjau persiapan para pebulu tangkis untuk menghadapi perhelatan olah raga itu.

"Saya hari ini datang ke yuk untuk melaksanakan tinjauan lapangan terkait persiapan bulu tangkis dalam menghadapi Asian Games 2018," istilah Syafruddin dalam Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta.

Syafruddin merasa konfiden cabang bulu tangkis bisa menyampaikan asa dalam Asian Games didasarkan  target. "Bika melihat ini, saya optimistis nanti kita bisa berbicara banyak dalam Asian Games," pungkasnya

Untuk target, beliau menekankan bulu tangkis wajib bertarget maksimal. "Bika bisa empat emas dan mempertahankan apa yang telah dicapai, itu nir boleh luntur. Tetapi, saya menekankan target maksimal dan membanggakan saja. Dan saya lihat PBSI telah siap untuk itu," ujar Syafruddin.

Keyakinan itu tidak lepas menurut bulu tangkis yang telah dapat menyampaikan prestasi mulai menurut medali emas Olimpiade, gelar juara global, dan dalam ajang lainnya.

"Di Indonesia, belum terdapat cabor lain yang menyamakan bulu tangkis. Saya berharap bulu tangkis akan kembali mengharumkan nama Indonesia dalam ajang Asian Games," tutur beliau.

Berapa Lama Menanti Chong Wei, Peter Gade, Lin Dan serta Taufik Hidayat Baru

Berapa Lama Menanti

Image source: http://mediaserver.fxstreet.com/Reports/974fee59-84f1-4a1f-9b5d-025d75888b69/eursd1_20150727061204.png

Berapa Lama Menanti Chong Wei, Peter Gade, Lin Dan dan Taufik Hidayat Baru

Sektor tunggal putra dunia pernah diwarnai persaingan sengit antara empat pemain terbaik dari empat negara berbeda. Taufik Hidayat dari Indonesia, Peter Gade Christensen dari Denmark, Lee Chong Wei dari Malaysia dan Lin Dan dari Tiongkok.

Keempat pemain ini selalu bersaing di pentas bulu tangkis setidaknya sejak Taufik dan Peter Gade mulai mencuri perhatian menjelang tahun 2000 selanjutnya kemunculan Lin Dan dan Chong Wei, hingga Taufik purna tugas pada 2012, tahun yang sama waktu Gade maupun gantung raket.

Selama rentang waktu tersebut, pertemuan di antara keempat pemain ini selalu ditunggu-tunggu. Masing-masing dari antara mereka mempunyai keunggulan dan kelebihan yang nir dimiliki yang lain. Saat mereka bertemu nir hanya rivalitas untuk memenangkan laga yang dicari, maupun kepiawain masing-masing yang menarik disaksikan.

Misalnya, Taufik yang nir hanya kencang dalam smes maupun mempunyai powerbackhand yang istimewa. Kecepatan backhandsmes Taufik pernah mencapai angka 206 km/jam, anugerah yang melambungkan namanya dan virtual yang hingga kini masih terus dikejar para penerus. Sementara di sisi berbeda, Gade yang jangkung itu sangat harmonis mengggabungkan antara serangan cepat, gerakan kaki yang halus dan tekanan konstan. Tipuan-tipuan dan pancingan-pancingannya sangat jeli dan terukur. Melihat Gade bermain kita nir hanya melihat lawannya jatuh bangun menjangkau ruang-ruang sempit, maupun bagaimana Gade memainkan harmoni yang rupawan itu.

Dari segi konsistensi Chong Wei dan Lin Dan unggul. Rivalitas keduanya bahkan masih berlangsung hingga kini. Terakhir kali kita menyaksikan partai el clasico di arena bulu tangkis yakni di semi final Olimpiade Rio de Janeiro kemudian. Saat itu Chong Wei sukses mengandaskan Super Dan, sekaligus mendekatkan legenda Malaysia itu dengan medali emas pertama dalam karirnya setelah di dua edisi sebelumnya meraih perak. Itu maupun setelah kalah dari Lin Dan.

Bagi Peter Gade menyebut dua edisi Olimpiade sebelum di Rio itu mempunyai arti sendiri. Bisa jadi mirip membuka luka lama. Namun di situlah kita mendapati bagaimana tingkat persaingannya dengan Taufik dan Lin Dan.

Di Olimpiade Athena Gade nyaris tembus semi final andai saja ia nir lebih dulu bertemu Taufik. Setelah lolos dari hadangan Chien Yu-Hsiu dari Taiwan dan Nikhil Kanetkar dari India, Gade bertemu Taufik di semi final. Saat itu patut diakui Taufik sedang on fire. Gade takluk straight set dengan skor identik 15-21 dan 15-21. Lolos dari Gade, Taufik kemudian bertemu Shon Seung-mo dari Korea Selatan dan memenangkan pertarungan itu untuk mempersembahkan emas. Sementara pemain Indonesia lainnya, Sony Dwi Kuncoro kebagian medali perunggu.

Empat tahun kemudian, tahun 2008, di Tiongkok. Giliran Lin Dan yang jadi bahan pembicaraan. Gade kembali menelan pil getir setelah kandas di babak yang sama dari Super Dan yang kemudian menjadi kampiun.

Di Olimpiade Rio, giliran Lin Dan dan Taufik bersaing di semi final. Julukan sebagai Mr.Runner-up semakin pantas disematkan kepada Lee setelah di final kalah dari Chen Long. Sebelum di Rio, Lee lebih dulu mendapatkan julukan itu setelah kandas di final Kejuaraan Dunia 2015 di Jakarta. Hingga periode itu tercatat Lee sudah enam kali kandas di partai puncak turnamen besar, di antaranya empat kali di Kejuaraan Dunia dan dua kali di Olimpiade.

Kekalahan di Brasil itu menandai penurunan performa Lin Dan yang sebelumnya sangat superior. Dibandingkan ketiga rekan segenerasi itu, pemain yang kini berusia 33 tahun itu paling poly mengoleksi gelar. Selain dua keping emas Olimpiade, di lemari prestasinya ada lima gelar Juara Dunia (2006, 2007, 2009, 2011 dan 2013), dan jumlah yang sama untuk gelar All England yang diukirnya tahun 2004, 2006, 2007, 2009, dan 2012.

Selain dua ajang besar itu hampir semua turnamen mayor sudah pernah dimenangi. Puncaknya pada usia 28 tahun ia sudah memenangkan sembilan turnamen bergengsi mulai dari Olimpiade, Kejuaraan Dunia, Piala Thomas, Piala Sudirman, Super Series Finals, All England, Asian Games hingga kejuaraan Asia. Ia menjadi pebulutangkis pertama yang menorehkan catatan impresif itu dan berhak atas predikat Super Grand Slam.

Tidak hanya Lin Dan yang bisa menguasai puncak bulu tangkis dunia. Taufik dan Peter Gade maupun pernah berada di urutan teratas. Taufik baru bisa berada di puncak pada tahun 2000, tiga tahun setelah Gade merasakannya. Tidak hanya di tingkat dunia, di level Eropa, sejak 1998 hingga 2010 Gade ialah penguasanya.

 Meski Lin Dan paling lama menyandang status pemain tunggal putra nomor satu, Chong Wei-yang waktu ini masih di puncak dunia-pernah menjadi nomor satu selama 199 pekan secara beruntun sejak 21 Agustus 2008 hingga 14 Juni 2012. Sementara di arena Asian Games, Taufik paling superior dari ketiganya karena berhasil menggondol tiga medali emas.

Paparan singkat di atas ialah bagian dari jejak prestasi yang diukir dari persaingan di antara mereka. Dari lapangan sebagai lawan hubungan mereka kemudian berlanjut ke luar lapangan sebagai sahabat.

Kedekatan relasi mereka waktu ini nir hanya memantik rasa kagum, serentak mengundang rasa rindu. Kapan pencinta bulu tangkis dunia kembali mendapatkan tontonan menarik dari para pemain hebat mirip mereka?

Saat ini dan mungkin sampai satu atau dua tahun mendatang kita masih bisa menyaksikan Lin Dan dan Chong Wei bersaing di senja karir mereka. Namun setelah itu, siapa saja yang akan mengisi panggung bulu tangkis dunia?

Tidak simpel memang menjawab pertanyaan ini. Masih bercokolnya Lee di puncak dunia menawarkan bahwa belum ada generasi baru yang benar-benar istimewa bisa menggusur para pemain senior mirip Lee, Lin Dan bahkan Jan O Jorgensen dari Denmark. Di sisi lain keempat pemain itu, begitu maupun pebulu tangkis legendaris lainnya, mirip terlahir dengan anugerah istimewa.

Tentu saja perjuangan dan kerja keras mereka patut diacungi jempol. Tentang ini Lee dan Lin menjadi contoh paling aktual. Selalu gagal berkali-kali bahkan dengan cara dramatis sekali pun, Lee tetap tegar. Begitu maupun ketika tersandung duduk perkara doping nir membuatnya patah arang.

Saat acara Yonex The Legend's Vision, di Jakarta, Senin (17/8) tahun kemudian yang maupun dihadiri Taufik, Peter Gade, minus Lin Dan, Lee berkata bahwa dirinya perlu berjuang keras untuk mempersiapkan diri. Ia tahu bahwa dalam setiap turnamen hanya ada satu kampiun sehingga persiapan yang matang dan perjuangan selama pertandingan ialah harga mati.

Selain butuh kedisiplinan ekstra, patut diakui bulu tangkis dunia waktu ini memang sedang krisis bibit-bibit istimewa. Tidak hanya Indonesia setelah era Taufik, Tiongkok, Malaysia dan Denmark maupun mencicipi hal yang sama. Belum ada penerus dengan bakat dan kemampuan mirip Lin Dan, Peter Gade dan Chong Wei.

"Semua orang nir tahu betapa sulitnya untuk berada di atas dalam waktu yang lama. Mungkin untuk memenangkan satu atau dua turnamen simpel, tetapi sulit untuk melakukannya secara konsisten, ungkap Lee kepada Berita Harian (Jumat, 3 Februari 2017, mirip dikutip dari Djarumbadminton.com.

Tentang bulu tangkis Malaysia, Lee mempunyai kesaksian betapa susahnya negara tersebut mencari penerusnya. "Semua pemain muda yang ada di kita sekarang masih jauh tertinggal di belakang saya, malah untuk menyaingi saya ketika latihan pun nir bisa."

Pemain yang kini bergelar Dato itu kemudian meminta Asosiasi Badminton Malaysia (BAM) untuk melupakan cita-cita mendapatkan suksesor selevelnya. Lebih berfaedah mencari sebanyak-banyaknya pemain muda dan menempa mereka, ketimbang hanya penekanan pada beberapa pemain.

Saya kira wejangan Chong Wei pada BAM relevan maupun bagi bulu tangkis Indonesia. Gencar melakukan regenerasi agar jangan sampai ada jurang antar generasi mirip pada tunggal putri kita waktu ini. Siapa tahu dari proses berkelanjutan dan berjenjang itu akan lahir para pemain hebat. Walaupun mirip istilah Lee, mendapatkan penerus setingkat empat sekawan itu, hampir tidak mungkin. Sekalipun nanti akan datang maupun para penerus itu, waktunya nir singkat.

"Secara pribadi, saya merasa itu akan memakan waktu 20 sampai 30 tahun lagi.

Benarkah Ada ‘Anak Emas’ di Pelatnas PBSI

Benarkah Ada 'Anak Emas' di Pelatnas PBSI

Image source: https://cdn1-a.production.liputan6.static6.com/medias/1326979/big/071539700_1472033136-1471988644-1471896863-strict-parenting.jpg

Benarkah Ada 'Anak Emas' di Pelatnas PBSI

Tepat sehari setelah penyelenggaraan Indonesia Open 2017 berakhir yaitu tanggal 19 Juni 2017, Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) mengumumkan daftar skuad inti Indonesia untuk Southeast Asia (SEA) Games 2017. Sebanyak dua puluh pebulutangkis terpilih untuk membela nama Indonesia di cabang bulutangkis pada ajang olahraga multicabang antar negara-negara Asia Tenggara itu. Pada tahun ini, SEA Games akan diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia pada tanggal 19-30 Agustus 2017.

PBSI menargetkan untuk mampu meraih tiga medali emas dengan nomor-nomor andalan artinya beregu putra, tunggal putra dan ganda putra. Susy Susanti selaku manajer tim bulutangkis Indonesia di SEA Games 2017 jua berharap sektor ganda putri mampu tampil maksimal untuk menyumbangkan tambahan medali emas. Sebagai negara dengan tradisi bulutangkis paling bertenaga di Asia Tenggara, sudah sepantasnya Indonesia memasang sasaran yang tinggi di SEA Games.

Pemilihan anggota skuad bulutangkis untuk ke SEA Games 2017 memang sempat memproduksi PBSI cukup pusing. Hal ini karena tanggal penyelenggaraan ajang yang tahun ini memasuki edisi ke 29 itu bertabrakan dengan tanggal pelaksanaan Kejuaraan Dunia 2017 di Glasgow, Skotlandia. Banyak pebulutangkis Indonesia dengan kualitas top yang lolos kualifikasi untuk tampil di turnamen level tinggi itu. Indonesia mengincar untuk bisa kembali menempatkan pebulutangkisnya sebagai juara global.

Di sisi lain, PBSI jua tak bisa begitu saja menurunkan pemain-pemain pelapis di ajang SEA Games 2017 karena bulutangkis artinya cabang olahraga yang selalu diberi sasaran tinggi oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk bisa meraih medali emas bagi Kontingen Indonesia. Pada gelaran SEA Games 2015 di Singapura, tim bulutangkis Indonesia sukses menjadi juara umum dengan raihan total sembilan medali yang terdiri dari tiga medali emas, dua medali perak dan empat medali perunggu. Prestasi tersebut diharapkan bisa terulang atau bahkan lebih baik lagi tahun ini.

Walaupun hanya dalam level Asia Tenggara, namun persaingan di cabang olahraga bulutangkis cukup sengit karena Thailand dan Malaysia punya pemain-pemain berkualitas yang tak bisa dianggap remeh. Thailand bahkan memilih strategi untuk hanya mengirim dua orang pemain saja ke Kejuaraan Dunia 2017 dan mengalihkan kekuatan penuh lainnya ke SEA Games 2017.

Oleh karena itu, beberapa nama pemain yang masuk kategori utama dan sebenarnya lolos untuk tampil di Glasgow seperti Jonatan Christie, Greysia Polii, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Fitriani pun mundur dari daftar pemain di Kejuaraan Dunia 2017 dan lalu dimasukkan ke dalam skuad untuk SEA Games 2017. Pemain-pemain andalan lainnya seperti Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Praveen Jordan/Debby Susanto, dll. tetap berangkat ke Glasgow.

Dari daftar nama pada skuad bulutangkis Indonesia ke SEA Games 2017, salah satu yang menyita perhatian publik artinya masuknya nama Muhammad Bayu Pangisthu dan Firman Abduk Kholik. Bersama dengan Jonatan Christie dan Ihsan Maulana Mustofa, mereka akan jadi kuartet tunggal putra yang turun di nomor beregu. Mereka akan bahu-membahu bareng dua pasangan ganda putra yang sedang naik daun, Berry Angriawan/Hardianto dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto untuk mempertahankan medali emas di nomor beregu putra yang nir pernah lepas dari tangan Indonesia sejak SEA Games tahun 2007.

Meskipun hanya turun di nomor beregu dan nir di nomor perseorangan, Bayu dan Firman dinilai oleh banyak orang kurang layak untuk masuk skuad bulutangkis Indonesia di SEA Games 2017. Berbagai komentar di akun media sosial resmi PBSI dan gerombolan-gerombolan fans bulutangkis Indonesia ramai-ramai mempertanyakan keputusan PBSI membawa dua tunggal putra tersebut ke SEA Games 2017. Bahkan, nir sedikit yang menilai bahwa PBSI telah menjadikan Bayu dan Firman sebagai anak emas yang mendapat perlakuan spesifik.

Mengapa komentar-komentar ihwal isu anak emas itu muncul? Kita bisa melihat dari catatan prestasi keduanya yang bisa dibilang kurang baik dalam dua tahun terakhir. Pada tahun 2016 dan 2017, keduanya lebih sering kalah di babak pertama dan babak kedua dikala dikirim bertanding di turnamen internasional. Terkadang kekalahan itu terjadi bukan dikala melawan pemain unggulan, namun dari pemain yang usianya sama-sama muda dan di atas kertas punya kemampuan yang sebanding.

Hal itu berdampak pada peringkat global BWF mereka yang cenderung stagnan dan bahkan melorot sejak tahun lalu. Bayu ada di peringkat 65 sedangkan Firman terpaku di peringkat 90. Seharusnya mereka mendapat teguran keras atau bahkan hukuman berupa nir dikirim bertanding ke luar negeri untuk sementara dikala.

Kekhawatiran akan kemampuan Bayu dan Firman untuk sanggup menanggulangi tekanan dikala tampil di nomor beregu jua disuarakan oleh fans. Apalagi salah satu dari mereka kemungkinan akan turun sebagai tunggal putra ketiga setelah Jonatan dan Ihsan. Itu berarti mereka akan bermain di partai kelima yang menjadi penentuan dikala skor kedua tim imbang 2-2. Status wajib menang untuk menyumbangkan poin bagi tim Indonesia dirisaukan belum bisa diemban oleh Bayu dan Firman.

Berkaca pada Kejuaraan Bulutangkis Beregu Campuran 2017 yang dihelat di Vietnam pada bulan Februari lalu, keduanya nir berhasil menang dikala diturunkan. Yang memproduksi fans bulutangkis gemas, keduanya kalah dari pemain lawan yang peringkatnya di bawah mereka. Kekalahan mereka berpengaruh pada skor secara keseluruhan yang dihasilkan Indonesia.

Firman kalah dari Lim Chi Wing yang berperingkat 120 dalam dua set langsung 19-21 15-21 dikala Indonesia bersua Malaysia di babak penyisihan grup B. Untungnya Indonesia masih bisa menang 3-2 atas negeri jiran itu. Lalu, Bayu kalah dari Kenta Nishimoto yang berperingkat 85 dalam dua set langsung 15-21 16-21 dan itu menyebabkan Indonesia takluk 2-3 dari Jepang di babak perempatfinal.

Dengan rentetan catatan yang nir baik itu, nampaknya bisa dipahami bila para pecinta bulutangkis berharap PBSI memilih pemain lain sebagai tunggal putra yang melengkapi Jonatan dan Ihsan ke SEA Games 2017. Panji Ahmad Maulana yang duduk di peringkat 75 dan di atas peringkat Firman disebut-sebut lebih pas diberi kesempatan beraksi di SEA Games. Ada jua yang beropini bahwa PBSI sebaiknya justru menyertakan peraih medali perak pada Kejuaraan Dunia Junior BWF 2016, Chico Aura Dwi Wardoyo yang punya potensi untuk berkembang jadi pemain hebat di masa depan.

Meskipun sudah banyak mendapat kritikan dari sana-sini, namun PBSI tetap nir memberikan respon. Organisasi yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto ini tetap lanjut dengan daftar nama anggota skuad bulutangkis untuk SEA Games 2017 yang sudah diumumkan. Dengan demikian, klaim ihwal status anak emas PBSI yang ditujukan untuk Bayu dan Firman pun tetap mengambang dan diamini oleh banyak orang.

Kini semua ada di tangan Bayu dan Firman untuk membuktikan kepantasan diri mereka sebagai anggota tim bulutangkis Indonesia di SEA Games 2017. Mereka punya kesempatan untuk mematahkan klaim banyak orang bahwa mereka dijadikan anak emas oleh PBSI melalui penampilan yang ciamik di Kuala Lumpur nanti dan persembahan medali emas di nomor beregu putra. Jadikanlah tuduhan itu sebagai motivasi dan pelecut untuk bekerja keras.

Untuk itu, mereka wajib melakukan persiapan yang lebih keras dalam sekitar dua bulan tersisa sebelum SEA Games 2017 dimulai. Selama ini, mereka dinilai kurang disiplin karena terlalu sering eksis di media sosial Instagram. Kini, hal itu sebisa mungkin harus mereka kurangi agar bisa lebih fokus untuk berlatih. Perbaikan dalam sisi mental jua perlu dikerjakan sehingga mereka lebih tenang dan percaya diri dikala bertanding. Hendri Saputra selaku instruktur di sektor tunggal putra diharapkan bisa lebih keras menggembleng mereka.

Bola panas sekarang dipegang oleh atlet yang bersangkutan dan tentunya para instruktur dan pengurus di PBSI untuk memberikan verifikasi bahwa seleksi anggota tim bulutangkis SEA Games 2017 sepenuhnya berdasarkan pertimbangan yang rasional dan nir ada unsur anak emas. Masyarakat Indonesia siap mendukung dan mendoakan tim bulutangkis Indonesia agar sukses di Kuala Lumpur. Namun di sisi lain, masyarakat jua ikut mengawal bagaimana kiprah Bayu dan Firman dalam mengemban tugas di ajang olahraga yang diikuti oleh 11 negara itu. Kita tunggu saja.