Detik-detik penganiayaan Taruna Akpol Brigdatar Adam sampai tewas

Detik-detik penganiayaan Taruna Akpol Brigdatar Adam sampai tewas

Image source: https://www.jawapos.com/radar/uploads/radarsemarang/news/2017/07/23/berkas-perkara-14-taruna-akpol-segera-dilimpahkan_m_3042.jpeg

Detik-detik penganiayaan Taruna Akpol Brigdatar Adam sampai tewas

Polisi sudah menetapkan 14 orang menjadi tersangka atas kasus meninggalnya seorang Taruna Akpol tingkat dua, Brigadir Dua Taruna (Brigdatar) Muhammad Adam. 14 orang tersebut adalah Taruna Tingkat III, antara lain: RLW, GCM, EA, JED, MB, HA, CAE, AKU, GJN, RAP, CAS, RK, lZ, PDS.

BERITA TERKAIT
Ini vonis untuk 4 Taruna Akpol yang aniaya junior sampai tewas
Divonis 6 bulan, 9 taruna Akpol penganiaya junior eksklusif bebas
4 Taruna Akpol penganiaya Brigdatar Adam dituntut 3 tahun penjara

"Dari hasil pemeriksaan 24 orang saksi, tiga diantaranya pengasuh. Dan 14 orang kita tetapkan sebagai tersangka atas meninggalnya Muhammad Adam," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri, Komisaris Besar Polisi Martinus, melalui keterangan tertulis, Minggu (21/5).

Martinus mengatakan, kronologis awal mula Adam menjadi korban pemukulan tehadap 14 orang seniornya tersebut. Pada Rabu (17/5), pukul 23.00 WIB, setelah apel malam di depan ruang makan Brigdatar MKL diberitahu oleh Brigtutar RLW untuk beberapa Taruna tingkat II berkumpul di Flat A Graha Taruna Detasemen Tingkat III.

"Lalu pada pukul 24.00 WIB, para Taruna Tingkat II kumpul di Flat D Graha Taruna Tingkat II, selanjutnya berangkat menuju Flat A, di tangga bawah belakang melalui tebing di belakang kantor Detasemen Taruna Tingkat III," jelasnya.

"Sekira pukul 00.45 WIB, mereka diberi tindakan fisik oleh Taruna Tingkat III, disertai dengan tindakan kekerasan berupa pemukulan, baik dengan tangan kosong maupun menggunakan indera, kepada Taruna Tingkat II yang ada di dalam Gudang," sambung Martinus.

Setelah itu, kurang lebih pukul 01.30 WIB Brigtutar CAS memanggil korban (Brigdatar MA). Selanjutnya, MA diberi tindakan sendiri oleh Brigtutar CAS dengan cara memukul menggunakan tangan kosong sebanyak satu kali ke arah dada atau ulu hati, korban (posisi berlutut) sampai korban menunduk dan mengeluh kesakitan sambil memegang dada dengan ke 2 tangannya, namun korban tetap dipukul sampai lebih dari 5 kali sampai korban jatuh tersungkur di lantai.

"Setelah tersungkur, korban ditelentangkan oleh Brigtutar CAS untuk di cek kondisi kesehatanya, bahkan sempat di guyur mukanya menggunakan air Aqua, namun korban tetap tidak sadarkan diri, selanjutnya korban dibawa keluar gudang, yang dibantu Brigtutar lainnya ke luar gudang, supaya mendapatkan udara segar. Namun korban tetap tidak sadarkan diri," ujar Martinus.

Usai dibawa keluar gudang, kemudian korban dibawa ke salah satu kamar A.3 melalui kamar mandi untuk diberikan pertolongan dengan cara dada ditekan menggunakan ke 2 tangan 30 kali kemudian ditiup mulut 2 kali, hal itu diulangi dengan cara yang sama, akan akan tetapi korban tetap tidak sadarkan diri.

"Pada kurang lebih pukul 02.20 WIB, Brigtutar CAS menghadap dan melaporkan peristiwa ke Pawas AKP Agung Basuni, untuk selanjutnya dilaporkan ke Pawasden Taruna Tingkat III AKP CFFl untuk mengecek kesehatanya," katanya.

"Pukul 02.30 WIB, korban dibawa ke RS Akpol untuk mendapat tindakan medis. Sesampai di RS Akpol, oleh Dokter WINA yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia," tambahnya.

Setelah dinyatakan meninggal, polisi eksklusif melakukan autopsi terhadap jenazah Adam untuk mencari memahami penyebab kejadiannya.

"Luka hasil kekerasan tumpul berupa luka memar pada pelipis kiri, leher kanan, dada dan tungkai atas, resapan darah pada kulit pelipis bagian dalam, otot leher kanan, otot dada, paru kanan dan kiri. Dan didapatkan tanda tewas lemas," ungkap Martinus.

"Sebab kematian kekerasan tumpul pada dada yang berakibat gangguan kembang kempis dada, sebagai akibatnya berakibat tewas lemas," lanjutnya

Dari hasil pemeriksaan polisi berhasil menemukan beberapa barang bukti di Tempat Kejadian Perkara (TKP) yaitu:

1 (satu) kayu lingkaran warna hitam panjang 45 centimeter diameter 3 centimeter, 1 (satu) pipa alumunium bekas gagang sapu sepanjang 60 centimeter, 1 (satu) raket bulutangkis merek Yonex gagang warna hitam, 1 (satu) buah kopelrim warna hitam.
1 (satu) kunci slot sepeda warna merah.
3 (tiga) buah anak kancing baju PDL coklat.
1 (satu) buah sarung tangan buntung warna hitam.
1 (satu) kipas angin mini merek Maspion.
1 (satu) kursi duduk dengan sandaran tangan.
1 (satu) buah bantal dacron.
1 (satu) unit kasur.
1 (satu) tutup botol botol merek Aqua warna biru.
1 (satu) buah kaos olahraga Akpol.
sepasang sepatu olahraga Akpol.
1 (satu) buah topi pilket Akpol.
1 (satu) botol mini minyak kayu putih dan 1 (satu) botol mini minyak GPU (Gosok Pijat Urut).
1 (satu) buah pluit warna hitam, 2 (dua) btg dupa warna jingga.

Atas peristiwa tersebut, para tersangka dikenakan pasal Tindak Pidana dimuka umum bareng sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang subsider penganiayaan yang berakibat kematian sebagaimana dimaksud dalam pasal 170 KUH Pidana subsider 351 ayat (3) KUH Pidana jo Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.

Setelah itu, nantinya polisi akan terus menindaklanjuti kasus tersebut dengan
Melakukan penahanan terhadap para Tersangka, melakukan pemberkasan, melengkapi barang bukti dan saksi-saksi, melakukan rekonstruksi peristiwa untuk melengkapi berkas perkara dan koordinasi dengan JPU. [noe]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *