Inilah duet dua Pebasket Cantik Esa Unggul pada Timnas Sea Games

Inilah duet dua

Image source: http://cdn.klimg.com/resized/630x/g/i/n/inilah_potret_duet_romantis_tulus_-_raisa_bikin_hati_meleleh/raisa-20150808-021-bayu.jpg

Inilah duet 2 Pebasket Cantik Esa Unggul pada Timnas Sea Games

Liputan6.com, Jakarta
Nama Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma Dewi & Kadek Pratita Citta Dewi mungkin terdengar asing pada pendengaran banyak orang  bila disandingkan. Namun bila dilihat menurut prestasi Dewa Ayu & Citta tidaklah dapat disepelekan, 2 dara manis yang sama-sama mengenyam pendidikan pada Universitas Esa Unggul sudah banyak mendapatkan banyak sekali prestasi yang membanggakan mulai menurut pemenang ajang Liga Basket hingga pemain terbaik pada turnamen taraf nasional.

Sejumlah prestasi yang pada dapat oleh 2 dara manis ini pun tidaklah diraih secara instan, namun melalui banyak sekali usaha & kerja keras. Mulai menurut latihan yang intensif, mengikuti berbagi program & instruksi pelatih hingga wajib membagi ketika antara latihan basket memakai pelajaran kuliah. Semua usaha yang dilakukan oleh 2 dara manis ini dilakukan memakai konsisten & tidak setengah-setengah, tidak mengherankan mereka berdua dipanggil oleh Tim Nasional Basket Indonesia yang memperkuat Sea Games.

Dipanggilnya mereka berdua ke Timnas Basket Indonesia buat Sea Games bukanlah dilema yang gampang, sebab mereka wajib bersaing ketat memakai ratusan hingga ribuan pemain basket puteri yang berprestasi menurut banyak sekali tempat pada Indonesia. Pengalaman mengikuti banyak sekali ajang turnamen basket juga menjadi nilai tambah yang dimiliki oleh Ayu & Citta menjadi akibatnya dapat menembus 15 besar seleksi Timnas Basket. Meskipun nantinya mereka berdua masih akan berpotensi dicoret sebab wajib mengikuti seleksi pergi pada bulan Juli.

Percaya Diri Selama Seleksi

Seleksi Timnas basket Indonesia yang menghabiskan ketika hingga lima bulan ini memang sangat menyita ketika & tenaga para peserta seleksi, hal ini pun yang dirasakan oleh  salah satu peserta menurut Esa Unggul yakni Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma Dewi atau akrab yang disapa Ayu.

Selain skill & kemampuan dalam berbasket yang dievaluasi, mental pun dipertaruhkan dalam seleksi ini. Salah satu ujian mental yang sangat digembleng ketika proses seleksi ialah bagaimana kita dapat percaya diri menawarkan talenta kita selama seleksi pada depan ratusan hingga ribuan perserta seleksi.

"Dalam seleksi kemarin kita kan diperintahkan buat menawarkan skill & talenta terbaik kita supaya mendapatkan nilai yang bagus menurut para juri & pelatih. Mungkin skill bermain basket sih tidak mengecewakan bagus sebab sudah timbul persiapannya, namun yang menjadi dilema itu bagaimana kita bisa tahan mental & percaya diri. Meskipun banyak yang mempunyai kemampuan yang bagus akan tetapi gak Percaya diri malah membangun kita tidak aporisma," ujar Ayu ketika dihubungi Esa Unggul, Kamis (05/07/2017) 

Gadis yang menyukai Film horor & action ini pun membicarakan faktor pengalaman mengikuti banyak sekali turnamen basket juga dapat membantu dirinya lebih percaya diri dalam berkompetisi ketika melakukan seleksi memakai peserta lain. "Kebetulan saya kan aktif pada Basket kampus & mengikuti banyak sekali turnamen taraf nasional maupun taraf tempat jadi sudah tidak mengecewakan terlatih buat mengikuti seleksi seperti ini & bertemu memakai pebasket lainnya,"  ujarnya.

Ayu yang masih berkuliah semester 2 jurusan kesehatan Masyarakat ini pun mengatakan ketika melakukan seleksi Timnas 
banyak dukungan menurut orang-orang terdekat  yang mengalir buat dirinya. "ketika seleksi tentu saja kan banyak yang wajib saya korbankan seperti berkumpul beserta famili & sahabat, akan tetapi menurut mereka sangat mendukung saya buat terus semangat mengikuti proses seleksi," katanya.

Pebasket yang mempunyai tinggi badan 176 centimeter ini menceritakan dukungan yang diberikan oleh sahabat-sahabat kuliahnya ketika dirinya mengikuti pemusataan latihan salah satunya ialah membantu dirinya buat dapat mengikuti proses belajar mengajar yang dirinya tidak dapat mengikuti proses kuliah.

"Supaya dapat belajar, jadinya saya bawa laptop ke tempat seleksi, untungnya sahabat sahabat saya yang pada kampus banyak membantu saya, misal kalau timbul tugas saya koordinasikan ke mereka, terus tugasnya saya bikin pada sela sela ketika jam istirahat saya selama pada sana. Terus menurut para dosen , & dekan juga sangat membantu saya, mensupport saya selama mengikuti seleksi ini,Dan ga kalah pentingnya , yang pastinya adanya dukungan menurut famili saya , tentunya peran menurut orang tua saya , saudara tertua, & adik saya , yang selalu menawarkan saya dukungan semangat dalam menjalankan seleksi," tuturnya.

Ayu yang pernah menjadi Top Scorer Liga Basket Mahasiswa Puteri ini masih terus berupaya buat lolos pada seleksi terakhir Timnas Basket Indonesia pada ajang SEA Games  pada 15 juli nanti, Ayu menganggap pemanggilan dirinya buat mengikuti seleksi adalah sebuah pujian tersendiri bagi dirinya sebab dapat membela & mengharumkan negara pada ajang Internasional.

"Kepanggil dalam seleksi kemarin apalagi sea games yang akan membela tanah air sendiri itu pujian sendiri. Tentunya saya tidak akan menyianyiakan kesempatan ini, saya berkomitmen buat bisa membela tanah air, mengharumkan nama bangsa, kampus , dan club basket saya merpati bali," katanya.

Gadis penyuka Sepatu Nike under armour ini pun membicarakan target dirinya ke depan, Ayu berharap bisa sukses menjadi pebasket & menjadi mahasiswa pada Perguruan Tinggi. ayu yang memfavoritkan kuliner Gado-Gado ini pun berpesan kepada mahasiswa Esa unggul supaya mampu berprestasi dalam banyak sekali hal memakai tidak pantang menyerah dalam meraih sesuatu. "menjalankan sesuatu itu wajib memakai hati yang tulus & ikhlas , dan jangan pernah mengeluh , selalu bersyukur, & selalu berusaha , sebab dampak tidak akan pernah mengkhianati urusan ekonomi," tutupnya.

Menjalankan Tiga Tanggung Jawab Berbarengan

Kadek Pratita Citta Dewi, mahasiswi Semester 6 Jurusan Manajemen Ekonomi ini menjadi salah satu peserta seleksi yang juga satu angkatan beserta Ayu. Citta begitu mahasiswi pencinta travelling ini tidak sporadis disapa, memang aktif pada dunia basket, bahkan dirinya menjadi Kapten Basket Putri Esa Unggul.

Tidak mengherankan pebasket yang mempunyai tinggi 173 Cm ini menjalankan tiga tugas secara berbarengan, yakni menjadi kapten basket pada club basket Esa Unggul yakni The Swans, menjadi mahasiswi manajemen Ekonomi, & salah satu peserta seleksi pemain buat Timnas Esa Unggul. Citta pun sempat kesulitan buat membagi tiga tanggung jawab besar tersebut, pada satu sisi beliau berjuang buat mengharumkan nama kampus & Negara, pada sisi yang lainnya beliau pun wajib berjuang buat meraih cita-citanya menuntaskan kuliah.

"Ini sulit sih buat membagi ketiganya, kalo selama ini, selagi saya bisa kuliah saya sempurna usahain kuliah sebab sadar diri bakal bolong-bolong kuliahnya. kalau menurut Tim The Swans sih mereka sangat mendukung saya dalam seleksi ini terutama pelatih The Swans Bang Jali, sempat gak lezat juga saya pada Tim Swans kan kapten, ketika saya tetapkan buat bergabung seleksi  banyak sekali event yang tidak bisa saya ikutin beserta tim Swans akan tetapi mereka ngertiin kondisi saya emang wajib berjuang disini," ungkap Citta.

Tidak dipungkiri akbibat kesibukannya bermain basket mahasiswi kelahiran Denpasar, 13 Agustus 1995 pun tidak sporadis diperingati oleh ke 2 orang tuanya buat tidak meninggalkan bangku kuliahnya & meskipun sibuk, dirinya dinasehati oleh ke 2 orang tuanya buat tetap mengutamakan pendidikan. "Kalau tanggapan orang tua sih sangat positif sangat mendukung pilihan saya, ya walaupun selalu diingetin kuliahnya jangan hingga ditinggal," jelasnya.

Pengorbanan Citta buat meraih banyak sekali prestasi membanggakannya memang tidak dapat diremehkan, pemain terbaik Libama DKI 2015-2016 ini selalu konsisten & tidak pernah kendor buat menggapai banyak sekali prestasi pada dunia perbasketan, latihan yang konsisten beliau selalu jalankan pada tengah padatnya kesibukan gadis penyuka bakso & Mie Ayam ini.

"Saya memang menargetkan diri saya tahun ini bisa ikut seleksi & amin bisa masuk ke Timnas. Untuk meraih itu semua saya wajib urusan ekonomi 2 kali lebih berat menurut latihan biasanya, banyak even-even yang membantu juga, hingga saya bisa terpanggil Seleksi timnas dmulai dr PON & mewakili kampus Esa Unggul pada ajang Libama DKI," ujarnya.

Sama seperti Ayu, Citta pun menawarkan Harapannya ke depan, target ke depan dimana dirinya akan fokus pada dunia perbasketan terutama memajukan Tim Basket Kampus & klubnya. Anak ke 2 menurut empat bersaudara ini pun berpesan kepada seluruh mahasiswa Esa Unggul supaya aktif dalam organisasi kampus, jangan menyia-nyiakan ketika muda sebab banyak potensi yang dapat digali ketika menjadi mahasiswa.

"Pesan saya buat sahabat-sahabat, kalo memang menginginkan sesuatu, jangan setengah-setengah  selagi kau bisa raih itu raih itu semaximal yang kau bisa, sebab kita kan menjadi mahasiswa masih muda, masih mempunyai ketika yang sangat luang jadi jangan sia-siakan potensi dalam diri kalian," tutupnya.

Penulis:
Rasyid

Universitas Esa Unggul

Jadilah bagian menurut Komunitas Campus CJ Liputan6.com memakai berbagi kabar & kabar teranyar melalui e-mail: campuscj6@gmail.com dan follow official Instagram @campuscj6 buat update kabar aktivitas-aktivitas offline kami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *