Jelang Kompetisi Basket Putri, GMC Terus Berbenah Diri

Jelang Kompetisi Basket

Image source: http://img.antaranews.com/new/2015/04/ori/20150413181.jpg

Jelang Kompetisi Basket Putri, GMC Terus Berbenah Diri

Liputan6.com, Jakarta- Semakin dekatnya software Kompetisi Bola Basket Putri Indonesia Srikandi Cup Musim 2017-2018, klub pendatang baru Generasi Muda Cirebon (GMC) terus mematangkan persiapan. Mereka melakukan uji coba melawan tim peringkat 3 trend kemudian Merpati Bali. Dalam pertandingan yang dilangsungkan siang tadi kepada GOR Asaba Green Arena, Jakarta Barat, GMC mendapatkan pengalaman berharga walaupun harus kalah telak 35-64. 

Bermaterikan pemain muda yang homogen-homogen masih berusia 19 tahun, GMC sadar diri. Mereka tidak akan mematok sasaran yang cukup tinggi. Klub yang dimiliki sang Wahyu Gunarto atau yang akrab dengan sapaan Njoo Lie Wen (eks pemain Kobatama bareng klub Asaba dan timnas kepada era tahun 1980-an), hanya ingin anak asuhnya menimba pengalaman dari versus-lawannya yang berpengalaman kancah perbasketan Putri Indonesia. 

Agar tidak menjadi bulan-bulanan versus, klub pujian kota Cirebon itu, akan dilatih asisten pelatih timnas Basket Putri Sea Games 2017 kemudian, Tri Adnyanaadi Lokatanaya yang sudah dikenal sarat pengalaman menangani klub basket putra maupun putri tadi.

"Saya tidak ingin muluk-muluk. Materi kami sebagian besar para pemain muda yang minim pengalaman. Bahkan terdapat yang masih berumur 15 tahun dan sudah absolut tidak dapat didaftarkan buat Srikandi Cup (terkait dengan peraturan aporisma umur). Untungnya GMC mendapat dua pemain pengalaman yakni Sinta Ayu (Sahabat Semarang) dan Maharani (Sritex Solo). Saya cuma pesan kepada para pemain agar bertanding semaksimal mungkin dan menyerap ilmu dari para pemain yang lebih berpengalaman misalnya layaknya tim Surabaya Fever dan Merpati Bali," ujar Njoo Lie Wen.

Hal yang sama pula diutarakan sang sang adik, Arif Gunarto yang pula ialah eks pemain Kobatama (Aspac Jakarta). Selepas memimpin anak asuhnya bertanding, beliau menuturkan bahwa para pemainnya biasanya masih dalam level junior dan minim persiapan dibanding para kontestan lainnya. Namun beliau konfiden dengan adanya Srikandi Cup, jam terbang para pemain GMC akan bertambah dan menciptakan tim akan terus berkembang.

"Hari ini GMC mendapat pengalaman yang berharga dari Merpati Bali. Tidak dapat dipungkiri pekerjaan tempat tinggal kami masih sangat banyak. Bersama pelatih kepala (coach Tri) kami akan terus mencoba menempa persiapan para pemain disisa ketika 2 bulan ini. Tapi saya sangat optimis dengan potensi pebasket putri kepada Cirebon, hanya tidak dapat dipungkiri kami masih sangat fresh dan kurang mendapat pengalaman," Komentar Njoo Lie Fan, sapaan akrab Arif Gunarto.

Lebih lanjut beliau berharap besar bahwa kompetisi putri kedepannya harus mendapat perhatian besar misalnya layaknya putra lantaran potensi buat berprestasi cukup besar, asalkan kualitas pertandingan dan kompetisinya ditata dengan sebaik mungkin.

"Srikandi Cup berpotensi besar buat menaikkan prestasi basket kepada sektor putri, Kalau perlu kedepannya memakai pemain asing agar kompetitif dan mutu pertandingannya terjaga. Saya cukup konfiden dengan prestasi timnas putri kedepannya, asalkan Perbasi harus fokus dan memperhatikan kompetisi ini," komentar Njoo Lie Fan yang pula asisten pelatih timnas putri Sea Games 2017 kemudian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *