Komentator Silang Bola Berteriak Ahay

Komentator Silang Bola Berteriak Ahay

Image source: https://img.okezone.com/content/2016/12/14/598/1566073/live-dahsyat-lucunya-denny-cagur-gagal-jadi-komentator-bola-CW3N7jNFHO.jpg

Komentator Silang Bola Berteriak Ahay

Ya, saya kali ini agak berbeda berasal biasanya.

Tidak menulis atau menyoroti tentang perkembangan olahraga sepakbola Indonesia, nir juga mengulas akibat berasal dua pertandingan ujicoba timnas sepakbola putra Indonesia baik yang senior (14 Agustus 2013 vs Philippines) maupun timnas U-23 SEA GAMES 2013 (15 Agustus 2013 vs Timnas Brunei Darussalam).

Menyaksikan kedua pertandingan siaran langsung tersebut di RCTI ada yang menarik berasal gaya reporter pembawa acara Hadi Gunawan.

Setiap kali terjadi peluang yang menegangkan, baik shot on goal maupun umpan berbahaya yang terkejar oleh striker baik berasal pihak Indonesia maupun pihak lawan, sang reporter selalu berteriak "AHAYY !!"

Begitu fenomenalnya teriakan tersebut sehingga banyaka penggemar sepakbola menjadikannya sebagai trending topic baik di lembaga-lembaga komunikasi dunia maya seperti Kompasiana ini, maupun website-website gosip online.

Banyak yang menjadikannya sebagai trade mark komentator sepakbola Indonesia gaya baru. Karena gayanya Hadi Gunawan ini lebih menarik perhatian daripada gaya "datar" nya Tris Irawan yang sebelumnya sering menjadi reporter silang bola di RCTI.

Ripto Syahvidi pencipta teriakan "Ahay !"

Tapi tahukah Anda bahwa Hadi Gunawan bukanlah orang pertama yang mempopulerkan teriakan "Ahay!"dalam siaran langsung pertandingan olahraga Indonesia khususnya yang berlangsung di Kompleks Olahraga Senayan Jakarta.

Adalah Ripto Syahvidi orang yang pertama kali mempopulerkan teriakan "Ahay !" ini.

Saya nir tahu apakah beliau saat ini masih hidup atau telah wafat, mengingat kompatriotnya di TVRI, Bung Sambas telah tiada di pertengahan tahun 1990-an

Saya masih inget saat itu masih duduk di bangku SD, pertengahan tahun 80-an , kala mendengarkan siaran langsung pertandingan sepakbola final Perserikatan, pertandingan-pertandingan sepakbola timnas Indonesia era Ricky Yacobi dkk., maupun pertandingan-pertandingan badminton tim Piala Thomas maupun Uber, terutama yang berlangsung di Stadion Utama Senayan (belum GBK namanya kala itu), maupun Istora Senayan Jakarta.

Penyiar RRI tahun 80-an yang acapkali menjadi juara turnamen Tenis Meja antar karyawan Departemen Penerangan di jaman Harmoko tersebut, seingat saya saat itu memang satu-satunya dan yang pertama yang mempopulerkan teriakan alay tersebut.

Ini misalnya:

"Haa…umpan tarik berasal Marzuki, berikan cepat saja dalam Zulkarnaen (Lubis), ada pemain Korea di sana, ia oper lagi dalam Ricky Yacobi…Ricky mencoba utak-atik sebentar, tembak !!!…..Ahaaaaayy! bolanya melenceng jauh di atas gawang, saudara-saudara"

Atau:

"Icuk angkat kok ke depan, coba bermain reli bersama Morten, balik lagi tipis berasal Morten, langsung smesh….Ahayy…sayang seribu sayang saudara-saudara, smesh berasal Icuk jatuh tipis di luar garis lapangan"

Kebanyakan memang teriakan Ahay ini diucapkan Bung Ripto, jikalau peluang yang tercipta gagal dimanfaatkan.

Namun saya nir setuju jikalau teriakan penuh semangat nan menggelikan berasal Bung Ripto, maupun gaya barunya Hadi Gunawan yang kini menjadi trend setter baru tetapi berbau retro itu.

Jujur saja, silahkan Anda menyaksikan siaran langsung sepakbola di televisi-televisi negara-negara Arab…..itu jauh lebih "alay" dari saya.

Bayangkan kala sang striker tim kesayangan atau tim lawan sedang mengancam gawang tim musuhnya, sang reporter tak jarang mengucapkan takbiratul ihram, bahkan ada yang bersyahadat.

Ya, seingat saya saat pertandingan di Piala Asia 2000 Lebanon, suatu pertandingan di TV Arab antara tim tuan rumah melawan tim lawan saya lupa, saat pemain Lebanin akan mengambil penalti, sang penyiar TV berkata cepat"

"Asyhadu an Laa Ilaha Ila Allah, Wa Asy hadu anna Muhhamadar Rasulullah…yala…yala"

dan saat tendangan penaltinya gol, maka sang reporter pun berteriak bukan "Gol !!" melainkan "Allahu Akbar….Alhamdulillah…Allahu Akbar !!"

Buat saya yang seseorang Muslim, agak menggelikan juga, kok orang mau tendangan penalti malah dibacaka syahadat..?

Kalo gol diteriaki Takbir masih masuk akal.

Bayangkan, bermain bola diperlakukan bagai jihad di medan perang, pantas saja tim-tim Arab prestasi sepakbola nya menjulang hebat homogen-homogen.

Hehehe,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *