Lari Adalah Olahraga yg Tidak Keren

Lari Adalah Olahraga yg Tidak Keren

Image source: http://garmenstudio.com/wp-content/uploads/2016/11/seragam-olahraga-traning-400×320.jpg

Lari Adalah Olahraga yang Tidak Keren

Lari adalah olahraga yang gak keren sama sekali. Jangan Tanya kenapa? Semua orang sudah tau apa yang kepada lakukan para pelari ketika berlari. Ya. Mereka hanya berlari. Muter-muter lapangan, keliling komplek, atau lari-lari kepada pinggir jalan raya. So! What is special? Bangun pagi-pagi, cuci muka, gunakan sepatu dan kostum lari, kemudian berlari. Ah so bored! Gitu doang? Coba deh bandingkan menggunakan sepak bola, badminton, atau basket. Bandingkan peminat olahraga lari menggunakan olahraga yang super top popular misalnya sepak bola. Dari jumlah peminat olahraga sanggup ketahuan kan olahraga mana yang lebih keren?

Kembali penulis mengajak teman-teman untuk mengetahui betapa nir kerennya olahraga lari.

Pertama, pertandingan lari hampir nir pernah kepada tayangkan kepada televis. Haloo. . Di chanel mana teman-teman mendapati pertandingan lari? Paling-paling dichanel youtube kan?

Kedua, lari adalah olahraga yang monoton. Lagian jika kepada puter kepada chanel televisi apa sih yang mau kepada tonton? Orang lari muter-muter track doang kan? Gak seru! Bandingkan menggunakan pertandingan bola, basket, atau badminton. See!?Penulis rasa 99% teman-teman berkata ketiga olahraga super top popular diatas lebih menarik untuk kepada tonton ketimbang olahraga lari.

Ketiga, Lari nir timbul permainan tim. Ada mungkin, namanya lari estafet. Tapi nir misalnya sepak bola yang mengandalkan taktik, kekompakan, dan teknik bermain yang ekstra kompleks. Lari lebih berkesan individual tanpa memerlukan taktik apapun.

Namun.. Ops! Penulis lupa mengungkapkan lebih detil. Ketidak-kerenan olahraga lari yang Penulis tulis diatas ternyata BARU SEBATAS sudut pandang penonton atau audiens. Heii.. nir tertarik kah teman terjun tertentu merasakan olahraga ini ketimbang sebagai penonton atau komentator pedas tetapi nir mengerti misalnya apa feelsnya olahraga lari?

Ketika membaca paragraph diatas kemungkinan besar ingatan teman-teman terbawa ke masa kemudian ketika pelajaran olahraga, praktik lari kepada sekolah. Teman-teman merasakan susahnya berlari, nafas terengah-engah misalnya mau meninggal saja. Ada trauma masa kemudian sehingga teman-teman berusaha menjauhkanfeels tersebut dari kehidupan teman-teman ketika ini. Iya apa iya? Ah ndak pula tampaknya. Hohoho.

Feels yang Penulis maksud bukan perasaan ketika kita merasa mau meninggal kehabisan nafas ketika berlari, tetapi feels dalam hati berkata ternyata aku sanggup melakukannya. Tahukah teman-teman jika feels tersebut kepada dapat ketika kita merampungkan race 5K pertama kita, atau moment-moment dimana teman-teman mencapai personal best atau rekor lari mengalahkan rekor sebelumnya. Itu kali pertamanya orang yang nir timbul keren-kerenya misalnya aku berkata dalam hati Ternyata aku keren pula ya .

Setelah menggenggam perasaan keren itu, Penulis mulai rutin berlari. Eh ternyata berlari memproduksi kita merasa PD lo menghadapi hari-hari kedepan. Keren gak sih? Nggak ya? Kan sudah kepada tulis diatas, judulnya: Lari Olahraga Yang Tidak Keren.

Lalu Penulis mulai bertemu menggunakan teman-teman pelari lain. Kita memiliki kecenderungan kepada sini, bukan lantaran kita sesama pelari, tetapi kita sama-sama menggenggam feels- keren itu kepada dalam hati masing-masing. Hanya menggunakan bertatap muka menggunakan mereka, kami saling memahami satu sama lain. Keren ndak sih?? Eh. . Penulis lupa judul lagi. Maap.

Kesamaan-kesaaman itu tanpa kami sadari bagi sesama pelari adalah sesuatu yang berharga, dan nir semua orang memiliki itu. feels Keren itu hanya dapat dirasakan sang pelari yang sudah menggenggam itu kepada hati mereka. Jadi kesimpulannya lari itu gunakan hati? Ya gunakan kaki lah sob! LoL.

Akhir istilah, ternyata keren itu nir melulu sesuatu yang terlihat kepada mata, kepada dengar kepada telinga, atau hanya sebatas perasaan saja. Tapi keren itu ketika kita sanggup memaknainya dari dalam, dan saling memahami satu sama lain melaluifeels tersebut.

Kami para pelari, berlari bersama-sama mengalahkan diri sendiri, berlari bersama-sama membawa Feels itu. Di bawah cahaya bintang yang samar sang kemilaunya lampu kota, menapaki kaki diantara ubin-ubin perkotaan, melintasi flyover, memasuki garis finish bersama-sama menggunakan senyuman penuh kebahagiaan. Para Pejalan kaki dan tetesan keringat yang terjatuh biarlah sebagai saksi atas ketidak-kerenan olahraga ini.

Note Penulis: Menjelaskan & berkata perasaan ternyata nir gampang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *