Lomba Terompah Panjang, Olahraga Tradisional Pengingat Masa Lalu

Lomba Terompah Panjang, Olahraga Tradisional Pengingat Masa Lalu

Image source: http://cdn1-a.production.images.static6.com/8jgjUpAmF5auXOWeYYqzWI31Tbc=/146×82/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/1736806/original/076363800_1507736439-WhatsApp_Image_2017-10-11_at_6.58.39_PM.jpeg

Lomba Terompah Panjang, Olahraga Tradisional Pengingat Masa Lalu

Liputan6.com, Bengkulu – Masih ingatkah Enda permainan tradisional terompah panjang? Sebagian warga Indonesia mungkin tidak asing lagi memakai permainan yang membutuhkan kekompakan serta kebersamaan waktu masih berusia muda.

Saat ini, permainan pengingat masa lalu itu sudah menjadi galat satu olahraga yang dilombakan dalam Pekan Olahraga Tradisional Indonesia yang dihelat Kementerian Pemuda serta Olahraga (Kemenpora).

Sebanyak 500 pelajar asal banyak sekali wilayah mengikuti empat tangkai olahraga yang dipertandingkan pada daerah Sport Center Pantai Panjang, Kota Bengkulu itu. Selain terompah panjang, juga dipertandingkan olahraga egrang, hadang, serta sumpit.

Sekretaris Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora Bambang Laksono mengatakan, pekan olahraga tradisional ini bertujuan untuk berbagi permainan tradisional dalam sebuah kompetisi. Diharapkan ke depan dapat dijadikan rujukan untuk ditingkatkan lagi menjadi olahraga prestasi seperti pencak silat serta sepak takraw.

"Sesungguhnya olahraga tradisional ini untuk memupuk kebersamaan, kreativitas serta cinta olahraga," ucap Bambang pada Bengkulu, Rabu, 11 Oktober 2017.

Empat cabang olahraga yang dipertandingkan ini sangat membutuhkan konsentrasi, akurasi, serta nilai kebersamaan yang tinggi menjadi karakteristik warga tradiosional Indonesia yang mengutamakan gotong royong. Ke depan jumlah permainan yang ditingkatkan menjadi olahraga itu akan ditambah. Sebab, Indonesia memiliki sangat banyak permainan yang menarik serta unik untuk dikembangkan.

Adapun ketua rombongan peserta asal Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Yuliansyah mengaku, interaksi sosial yang terbangun melalui olahraga tradisional ini sangat baik. Selain untuk mengejar prestasi, pihaknya juga menemukan banyak hal baru pada setiap wilayah yang ditunjuk menjadi tuan rumah pekan olahraga ini.

Seperti pada Bengkulu, permainan hadang yang diperlombakan, ternyata juga sudah lama ada memakai sebutan permainan Calabur. Beberapa wilayah juga memiliki nama lain untuk permainan tersebut, namun intinya sama.

Kalimantan Timur sendiri menargetkan merebut yang terbaik untuk lomba sumpit. Permainan tradisonal ini ialah tradisi warga Suku Dayak yang dilakukan untuk berburu fauna pada hutan. Akurasi serta konsentrasi yang dimiliki para atlet Kaltim sangat diyakini tidak sanggup ditandingi peserta asal wilayah lain.

"Khusus sumpit, kami targetkan dapat menang pada semua kelas," Yuliansyah menegaskan.

Saksikan video pilihan berikut adalah:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *