Peran Orang Tua Aika Anak Mogok Sekolah

Peran Orang Tua Aika Anak Mogok Sekolah

Image source: http://cdn-media.viva.id/thumbs2/2012/03/22/148606_anak-dan-orang-tua-bermain-layang-layang_663_382.jpg

Peran Orang Tua Jika Anak Mogok Sekolah

Sekolah adalah kewajiban anak-anak untuk masa depannya. Banyak yang semangat untuk berangkat ke sekolah, namun ada juga yang malas-malasan untuk berangkat. Bahkan ada juga yang mogok sekolah dengan alasan ketika bangun pagi menjelang berangkat sekolah mengeluh sakit kepala, sakit perut, gangguan pada tenggorokon. Tetapi sakitnya hilang ketika mereka boleh tinggal di rumah, & kembali sakit keesokan harinya menjelang sekolah.

Mogok sekolah biasanya muncul sehabis liburan panjang, sakit lama atau sehabis insiden yang membuat anak tertekan misalnya kematian, perceraian orang tua atau pindah rumah. Jika anak misalnya ini mereka akan ketinggalan mata pelajaran & semakin lama tidak sekolah semakin sulit juga untuk kembali ke sekolah. Untuk itu mereka yang mogok sekolah perlu penanganan serius dengan tujuan agar mereka yang mogok sekolah mau kembali ke bangku sekolah. Sebagai orang tua harus melakukan hal-hal sebagai berikut :

Menekankan pada anak tentang pentingnya sekolah & di beri masukan-masukan yang positif.
Bekerjasama dengan pihak sekolah. Dengan peran guru mampu di harapkan dapat siap dengan kembalinya anak , memberi penghargaan dalam hal akademis sosial & emosi
Periksakan masalah kesehatannya untuk memastikan memang benar-benarada gangguan kesehatan sebagaimana yang di keluhkan anak atau anak benar-benar sehat.
Lepaskan anak secara bertahap. contohnya ia tidak mau ke ruang perpustakaan & masih menolak masuk kelas.
Jangan di anggap sebagai kendala beri nasehat yang lembut.
Konsultasikan masalah ini dengan psikolog/psikiater anak sesegera mungkin.

Perilaku anak mogok sekolah biasanya tidak di karenakan dengan hal-hal sekolah misalnya dengan kesulitan akademis atau kesulitan memahami pelajaran. Sebagian besar anak-anak yang mengalami mogok sekolah malah terjadi pada anak yang justru mempunyai tingkat kecerdasan di atas rata-rata. Tetapi walupun anak mempunyai tingkat kecerdasan tinggi anak-anak tetap belajar di sekolah.

Demikian hal- hal yang harus di lakukan orang tua untuk menunjang kegiatan belajar anak di sekolah. Semoga anak anak tetap mau belajar di sekolah demi masa depannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *