Perkembangan Bola Basket kepada Kota Jember

Perkembangan Bola Basket di Kota Jember

Saat ini Saya ingin sekali menuliskan tentang kota kelahiran Saya, Jember di Jawa Timur. Saya lahir di sana tahun 1979 & tumbuh akbar kepada periode tahun 1979 hingga 1997 awal. Jember adalah kota administratif kepada awalnya, namun kemudian berubah menjadi kota kabupaten. Budaya pertanian, perkebunan & perdagangan sangat terasa kental di kota ini, ditambah keberadaan beberapa pondok pesantren di segala penjuru kota, menambah aura religius dalam kesehariannya.

Untuk sebuah kota kabupaten, Jember berubah menjadi sebuah kota yg maju, dari pandangan Saya. Apa saja indikatornya? Untuk ukuran kota kabupaten, Jember, adalah salah satu kota yg memiliki sistem transportasi dalam kota, bernama angkutan kota (orang Jember menyebutnya LIN), & bis kota DAMRI. Tidak berhenti di situ, Jember juga memiliki layanan taksi di awal tahun 90-an. Indikator lainnya adalah Jember memiliki pusat perbelanjaan yg digawangi sang Matahari Grup, memakai konsep Departemen Store-nya di Johar Plaza. Ditambah fasilitas bioskop Cineplex 21, meski film yg diputar terlambat beberapa minggu dibandingkan memakai film yg diputar di Surabaya.

Saya tumbuh memakai akbar memakai budaya karnaval buat memperingati ulang tahun kemerdekaan. Saya jangan lupa sejak duduk di bangku TK, Saya sudah mengikuti karnaval keliling kota memakai kostum norma. Tidak hanya itu, cabang olahraga yg banyak dimainkan anak-anak kepada masa itu cukup variatif. Tidak hanya sepak bola, namun juga tenis meja, tenis lapangan, bola voli, renang & bola basket. Pada masa SMP hingga SMA, Saya cukup aktif mengikuti kompetisi olahraga yg terdapat, terutama bola basket. Untuk ukuran kota kabupaten, cabang olahraga basket cukup berkembang & banyak diminati sang kalangan remajanya. Terbukti ketika ini telah tersedia banyak fasilitas lapangan basket yg indah di kota Jember.

Kemampuan bermain bola basket di masa remaja, masih terbawa hingga hari ini. Meski umur sudah nir belia lagi, Saya selalu berusaha buat mencari kesempatan bermain bola basket beserta sahabat-sahabat di kota Bandung. Bahkan bila Saya kembali ke Jember, Saya pastikan akan selalu membawa perlengkapan bermain bola basket di dalam tas Saya. Agar Saya dapat bermain beserta sahabat-sahabat yg masih tinggal di Jember.

Pada ketika itu, aura kompetisi NBA di Amerika Serikat sudah masuk juga ke kota Jember. Saya dapat menyaksikan seseorang mega bintang, Michael Jordan, meliuk-liuk melakukan slam dunk ke ring lawan. Acara NBA di televisi partikelir waktu itu selalu Saya ikuti sebelum pergi bermain di lapangan, menjadi bahan ilham bermain tentu saja.

Demikian kisah Saya tentang kota Jember & bola basket.

Salam!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *