(Profil) La Nyalla Mattaliti, Antara Premanisme & Paranormal

(Profil) La Nyalla Mattaliti, Antara Premanisme & Paranormal

Image source: https://mmc.tirto.id/image/2016/05/03/la-Nyalla-1_ratio-16×9.jpg

(Profil) La Nyalla Mattaliti, Antara Premanisme & Paranormal

Kisruh sepakbola Nasional dua tahun terakhir melahirkan sosok "fenomenal" di Indonesia. Namanya semakin melejit seiring terpilihnya beliau sebagai Ketua umum PSSI versi Ancol yang diselenggarakan oleh KPSI. Dalam setiap konferensi pers juga diskusi wacana sepakbola, beliau tanpa rasa memalukan acapkali memproklamirkan dirinya sebagai ketum PSSI menggantikan ketum PSSI yang absah, Djohar Arifin Husain. Dan saat ini, beliau menjadi "public enemy" bagi Bonek lantaran ulahnya yang menyingkirkan & menghilangkan klub pujian kota pahlawan Surabaya dari peta sepakbola nasional pasca KLB 17 maret 2013.

Klub Persebaya 1927 yang pernah terkulai sakit yang akan terjadi degradasi di era Nurdin Halid untuk menyelamatkan klub Pelita Jaya agar tetap eksis di kasta tertinggi sepakbola Indonesia, saat ini sedang terluka oleh ulahnya. Dialah sang waketum PSSI pasca KLB 17 maret merangkap ketum BTN & anggota exco PSSI, La Nyalla Mattaliti (LNM).

Bagi pemerhati kisruh sepakbola nasional tentunya tidak asing dengan nama tersebut. Tapi bagi kompasianer yang tidak suka bola atau bukan pemerhati kisruh bola indonesia, tentunya tidak semuanya mengetahui siapakah La Nyalla tersebut. Agar lebih kenal dengan sosok yang satu ini, pada kesempatan kali ini, penulis sengaja menulis khusus biografi singkat La Nyalla Mattaliti atau biasa disingkat LNM.

LNM sebenarnya baru berkecimpung di organisasi sepakbola, dua atau 3 tahun terakhir ini tepatnya tahun 2011 ketika menjabat sebagai Ketua Pengprov PSSI Jawa Timur. Setahun sebelumnya tahun 2010, beliau menjabat sebagai Wakil Ketua KONI Provinsi Jawa Timur. Dan sepakbola tentunya merupakan keliru satu bagian dari olahraga yang dikelola KONI. Pada tanggal 18 Maret 2012, LNM semakin mengukuhkan dirinya terlibat dalam kisruh sepakbola Indonesia ketika terpilih sebagai ketua umum PSSI versi Ancol pada Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI). Sebenarnya, kebanyakan organisasi yang dikelolanya terkait perkara kepemudaan atau kepartaian & yang terkait dengan bidang pendidikannya yaitu Teknik Sipil.

Pria yang lahir di jakarta, 10 Mei 1959, terkenal dengan motonya Sekali Layar Terkembang, Pantang Surut Ke Belakang dalam usahanya merebut PSSI. Oleh lantaran itu, ketika beliau berjuang menguasai PSSI selama kurun dua tahun terakhir, beliau tidak kenal lelah & sangat gigih. Terus maju untuk melawan PSSI yang absah, terus merongrong PSSI yang absah, lawan terus PSSI yang absah, seandainya muncul peluang hajar & kuasai PSSI yang absah. Intinya, tutup telinga, pasang muka badak, & tutup mata terhadap orang yang kontra dengannya berasal PSSI dapat dikuasai.

Dalam sebuah autobiografi tentangnya yang penulis kutip dari sini, namanya tersohor dengan premanisme-nya, sebagai akibatnya sebagian orang mungkin merinding mendengar nama La Nyalla Mattalitti. Lelaki keturunan Bugis ini memimpin organisasi pemuda Patriot Pancasila, yang disegani sejak Orba lantaran sepak terjangnya yang inheren selama ini. Nyalla berusaha mendekatkan diri dengan kitab yang merekam perjalanan hidupnya dalam Hitam Putih yang ditulis budayawan Sam Abede Pareno. Buku itu diluncurkan, Minggu (10-5-2009), di RM Taman Sari sebagai kado ulang tahunnya yang ke-50. Sejumlah tokoh hadir di antaranya Khofifah Indarparawansa, anggota DPRD Jatim, Sabron Djamil Passaribu, Pemred Harian Surya, Rusdi Amral.

Begitu mengenal lebih dekat maka bayangan kita wacana beliau buyar, istilah Komisaris Utama PT Indraco, MT Junaedy dalam kesaksiannya di kitab biografi ini. Buku setebal 115 halaman ini merekam jejak Nyalla.

Dia dikenal bengal. Nyalla mini kerap membentuk ribut, pernah membawa sangkur untuk berkelahi, begitu bengalnya hingga orang tuanya langganan dipanggil pengajar BP. Supaya jera, Nyalla sempat dipondokkan ke Bekasi yang ternyata tidak awet. Namun kelak beliau rindu & kembali ke pondok itu saat remaja.

Kakeknya, Haji Mattalitti ialah saudagar Bugis-Makassar terkenal di Surabaya. Bapaknya, Mahmud Mattalitti SH ialah dosen Fakultas Hukum Unair yang pernah menjabat sebagai Pembantu Dekan FH Unair. Namun dari kitab ini Nyalla tidak pernah memakai nama akbar & kekayaan keluarganya dalam hidupnya. Menginjak dewasa, beliau menunjuk "nyantri" & tinggal di kompleks Makam Sunan Giri Gresik.

Dia bekerja serabutan. Pernah menjadi sopir angkutan umum Wonokromo-Jembatan Merah & sopir minibus L300 Surabaya-Malang. Sampai menikah pun nasibnya tidak berubah. Di kompleks makam wali ini, beliau menghimpun banyak preman diajak "mendekatkan diri" kepada-Nya (?). Hasilnya beliau memiliki ratusan pengikut yang setia hingga kini.

Namun kitab ini tidak menjelaskan bagaimana LNM dapat mengenal banyak preman itu. Dia hanya menjelaskan punya kemampuan pengobatan alternatif alias paranormal. Keahlian ini diasah sejak di ponpes di Bekasi. Pasiennya mulai orang pinggiran hingga dosen. Namun lantaran emoh dicap dukun, Nyalla tidak praktik lagi. Kalau Enda melihat saya seperti sekarang, itu lantaran tekad saya bulat. Kerja sungguh-sungguh, istilah pengusaha konstruksi ini.

Dia mengungkapkan titik awal sebagai pengusaha ialah kisah nekadnya membentuk pameran kreativitas anak belia tahun 1989. Pameran yang disokong PT Maspion itu bangkrut Rp 180 juta gara-gara tidak muncul peserta. Di sinilah Nyalla mempertaruhkan hidup & namanya. Dia dikejar-kejar penagih hutang. Kerugian itu begitu memukul, bahkan Nyalla yang sempat akan 'lempar handuk' & bersedia mengangsur Rp 250.000 per bulan. Dia melobi Maspion lagi, meminta sponsor senilai Rp 5 juta untuk menggelar pameran. Kelak pameran ini dikenal dengan nama Surabaya Expo. Kegiatan yang berlangsung sejak 1990 itu berkibar & menjadi rencana tahunan hingga 2001. Di sinilah beliau dikenal banyak pengusaha & birokrat. Kalau saya mundur pada 1989 kemudian. Saya tidak akan seperti sekarang, pungkasnya.

Sampai disini kutipan dari kitab autobiografinya yang penulis ambil dari tribunnews.com. Bika muncul versi lain yang berbicara wacana biografinya, silahkan merujuk kesana. Disini hanya ditulis dari apa yang pernah beliau ceritakan sendiri.

Kalau saat ini La Nyalla terlihat sombong & "bengis" terhadap mereka yang kontra dengannya seharusnya sudah tidak aneh lagi lantaran dari cerita diatas sudah terlihat kontroversi LNM sejak mini & beliau sudah terbiasa dengan dunia preman ketika dewasanya. Semoga sedikit cerita diatas, kompasianer yang belum mengenal sosoknya minimal sekarang sedikit mengetahui wacana sepak terjangnya sebelum beliau berkecimpung di kisruh sepakbola Indonesia.

Tulisan ini ditutup dengan merangkum daftar organisasi & riwayat pekerjaan yang pernah dipegang La Nyalla sebagai akibatnya kita dapat mengetahui kapan La Nyalla terlibat di dunia sepakbola:

Pengalaman Organisasi

1993-Sekarang  : Ketua MPW Pemuda Pancasila Jawa Timur

1990-1994      : Bendahara GM KOSGORO Jawa Timur

1993-1996      : Bendahara DPD KNPI Jawa Timur

1995-1998      : Ketua HIPMI Jawa Timur

1995-1997      : Wakil Bendahara DPD Golkar Jawa Timur

2003-2008      : Ketua DPW Partai Patriot Pancasila Jawa Timur

2008-2013      : Ketua DPW Partai Patriot Jawa Timur

2005-Sekarang  : Ketua DPW Asosiasi Konsultan Indonesia(ASKONI) Jawa Timur

2001-Sekarang  : Ketua DPD Gabungan Pengusaha Kontruksi Nasional (GAPEKNAS)

2002-Sekarang  : Ketua DPD Asosiasi Tenaga Ahli Kontruksi Indonesia (ATAKI)

2009-Sekarang  : Ketua Umum Kadin Jawa Timur

2010-Sekarang  : Wakil Ketua KONI Provinsi Jawa Timur

2011-Sekarang  : Ketua Pengprov PSSI Jawa Timur

2011-Sekarang  : Anggota Komite Ekskutif PSSI

2012-Sekarang  : Ketum PSSI versi Ancol

2013-Sekarang  : Waketum PSSI output KLB 17 maret 2013

2013-Sekarang  : Ketua BTN (Badan Tim Nasional)

Riwayat Pekerjaan

1988-Sekarang  : Direktur Utama PT.Airlanggatama Nusantara Sakti

2009-Sekarang  : Komisaris Utama PT.Airlaggga Media Cakra Nusantara

2010-Sekarang  : Komisaris Utama PT.Pelabuhan Jatim Satu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *