Runtuhnya Sepakbola Brasil Telah Terlihat Sejak 10 Tahun Lalu

Runtuhnya Sepakbola Brasil Telah Terlihat Sejak 10 Tahun Lalu

Image source: https://deaconsden.files.wordpress.com/2016/07/img_0229.jpg?w=662

Runtuhnya Sepakbola Brasil Telah Terlihat Sejak 10 Tahun Lalu

Liputan6.com, Kegagalan Brasil kepada Piala Dunia 2014 mengakibatkan keprihatinan dari pemain legendarisnya, Gilberto Silva.  Menurut Silva,  sepakbola Brasil dalam duduk perkara akbar.

Sempat tampil meyakinkan, Seleccao secara mengejutkan harus menuai kekalahan telak bareng skor 1-7 waktu menghadapi Jerman kepada semifinal. "Bencana" bagi sepakbola Brasil. Sempat kalah dari Uruguay enam gol tanpa balas kepada 1920, Brasil menuali kekalahan lebih dari enam gol kepada 2014.

Silva yg mengantarkan Brasil merebut Piala Dunia 2014 itu menyebut, poly faktor pemicu "aib" tersebut. "Sulit buat berkata poly hal yg galat," keluh beliau sebagaimana dilansir dari BBCSport.

"Ini bukan sekadar kegagalan Tim Nasional juara global, tetapi mencangkup sepakbola Brasil secara luas. Bagaimana Federeasi menjalankan sepakbola kepada negeri ini. Kami harus fokus kepada pembinaan usia muda dan Akademi sepakbola," ungkap Silva.

Mantan pemain Arsenal itu nir menyangkal, sepakbola sanggup memecahkan duduk perkara kepada Brasil. Namun virtual itu nir sinkron virtual. "Tapi saya berharap, seluruh orang memperhatikan dan mencoba bekerja lebih  baik buat mencari solusi, itulah keinginan saya," beliau melanjutkan.

Bagi Silva, tanda-tanda kegagalan sepakbola Brasil sudah terlihat jauh 10 tahun ke belakang. Menurut beliau, Federasi nir memperhatikan isyarat "keruntuhan" sepakbola Brasil. Masalah gaji pemain yg ditunggak klub ikut memainkan kiprah krusial bagi kemunduran sepakbola Brasil.

"Sejumlah asosiasi pemain sudah membicarakan aspirasi ini kepada Federasi (CBF) dan Pemerintah. Namun nir pernah mendapat tanggapan berfokus," ujarnya.

Dan duduk perkara tersebut menjadi bom waktu. Terbukti bareng kegagalan Brasil kepada Piala Dunia 2014. "Tahun demi tahun muncul sesuatu yg galat dan kepada titik eksklusif Anda merasa nir memiliki jalan keluar. Dan situasinya mencapai titik nadir. Orang-orang berpikir itu hanya alasannya adalah kami kalah tetapi duduk perkara ini sudah lama terjadi," papar Silva.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *