Aksi 2 Wanita Kalahkan Pemain Sepakbola Pria

Aksi 2 Wanita Kalahkan Pemain Sepakbola Pria

Image source: http://4.bp.blogspot.com/-us-yXHhYY2I/TzvBaoJhx0I/AAAAAAAADkQ/IN0KJUOCGyo/w1200-h630-p-k-no-nu/3.jpg

Aksi 2 Wanita Kalahkan Pemain Sepakbola Pria

Liputan6.com, Washington DC – 2 Orang pesepakbola profesional anggun sumber Brasil serta Prancis mengerjai sekelompok laki-laki yang tengah 'merumput' di lapangan sintetis. Mereka menyamar sebagai orang awam serta mengajak bertanding.

Dilansir menurut Daily Mail yang dikutip Sabtu (8/8/2015), mereka adalah Raquel Benetti serta Alice Fougeray yang berafiliasi dengan MaxMan.tv. Keduanya ingin tanda bahwa kemampuan seseorang perempuan tak bisa diremehkan, bahkan bisa melakukan apa yang dilakukan oleh laki-laki kepada umumnya.

Salah satu menurut mereka memakai dress ketat berbelahan rendah rona merah. Sementara seseorang lainnya menyamar sebagai neneknya.

Keduanya kemudian asyik melihat pertandingan sepak bola yang dimainkan oleh beberapa laki-laki di dalam lapangan. 

Si gadis berbaju merah kemudian bertanya apakah beliau bisa bermain. "Aku bermain sepak bola pula," katanya kepada keliru satu pemain sembari mengenakan sepasang sepatunya. Yang lain pun menjawab: "Kamu terlihat seperti ingin balik  ke harta benda".

"Jangan khawatir," kata sang gadis (Raquel Benetti) meyakinkannya. Aku bisa bermain," tambahnya.

Dalam video yang di upload MaxMan.TV ke YouTube, nampak pemain lain mengabaikan serta sedikit mengejek. Sampai akhirnya sang nenek yang diperankan Alice Fougeray turun ke lapangan, karena melihat cucunya dijatuhkan lawan. Ia pun kemudian ikut bermain beserta.

Tak lama syarat pun berbalik. Berkat kelincahan serta kerjasama yang baik antara Alice serta Raquel dalam menggiring bola, tendangan bertubi-tubi ke gol lawan pun berhasil diciptakan.

Para laki-laki yang awalnya berpikir kedua perempuan ini tidak bisa bermain sepakbola, terlihat shock serta terkejut. Gol-gol anggun dengan trik menggocek lawan yang ciamik, berhasil membawa duo perempuan anggun menuju kemenangan.

Penasaran seperti apa aksi 2 professional freestyle soccer players ini? Saksikan video selengkapnya di sini.

(Mar/Tnt)

9 Film Nasional Bertema Sepakbola

9 Film Nasional Bertema Sepakbola

Image source: http://assets.kompas.com/data/photo/2016/03/30/2230327cahaya-dari-timur300x400.jpg

9 Film Nasional Bertema Sepakbola

Industri film Indonesia yg sedang berkembang belakangan ini, tidak disia-siakan juga sang para sutradara untuk membangun sebuah Film, yg judulnya beda dari permintaan pasar Film Indonesia yg lebih menentukan genre Film genre horor & juga Film laga. Para sutradara ini, lebih menentukan Film nasional, yg berlatang perihal Sepakbola. Memang, isi dari Filmnya sendiri, bukan melulu perihal situasi dilapang, situasi didalam ruang ganti, situasi para penonton yg berdiri diatas tribun. Tetapi, ada unsur lainnya juga, antara lain, unsur percintaan, unsur persahabat, juga unsur adu gengsi antar gerombolan suporter & juga unsur comedy

Berikut inilah 9 Film nasional yg bertema sepakbola.

1.The Conductor (2008)

Ini merupakan Film pertama Indonesia yg bertema sepakbola. film ini berjenis dokumentar, karya dari Andi Bachtiar Yusuf (Ucup). Cerita dari film ini sendiri artinya, perihal dirigen atau bahasa kerennya, yg senang mimpin gerombolan suporter untuk bernyanyi, menyemangati tim idolanya yg sedang berlaga.

Film ini sendiri mengangkat atau berlatar belakang  perihal sosok Yuli Soemphil Sugianto, dirigen yg berasal dari Malang & yg selalu membangun gerombolan Aremania, untuk terus bernyanyi selama 90 menit tanpa henti  Selama Arema bertanding.

2.Gara – Gara Bola (2008)

Film yg disutradarai sang Agasyah Karimdan Khalid Kashogi. Film ini sendiri dibintangi sang Winky Wiryawan & Herjunot Ali, sebagai sosok sentral didalam film ini. Film ini bercerita perihal persahabatan antara Ahmad (Winky Wiryawan) menggunakan Heru (Herjunot Ali).

Ahmad sendiri memilik urusan ekonomi desain kaos mini-kecilan, sedangan sahabatnya, Heru, bekerja sebagai kasir direstoran milik ayahnya. Mereka berdua merupakan penggemar berat bola. Gara-gara kegemerannya tersebutlah mereka wajib berurusan menggunakan penagih hutang dari bandar judi.

3.Romeo Juliet (2009)

Ini bukan perihal film yg diangkat dari novel karya Shakespeare. Kisah ini sendiri diangkat dari latar belakang dari gerombolan suporter. Bermula dari sosok Desi (yg diperankan sang Sisi Pricilla), yg sangat menggilai team Persib Bandung, yg secara tidak sengaja bertemu menggunakan Rangga (Edo Borne) yg merupakan pendukung dari tim Persija Jakarta.

Mereka kemudian jatuh cinta. Perjalanan cinta mereka tidak begitu saja mulus, lantaran mereka berdua bukan dari gerombolan suporter yg sama.

4.Garuda Didadaku (2009)

Bayu, yg masih duduk kepada kelas 6 Sekolah Dasar, mempunyai satu mimpi dalam hidupnya: menjadi pemain sepak bola hebat. Setiap hari menggunakan penuh semangat, beliau menggiring bola menyusuri gang-gang kepada sekitar rumahnya sembari mendribble bola untuk sampai ke lapangan bulu tangkis & berlatih sendiri kepada sana. Heri, teman Bayu penggila bola, sangat konfiden akan kemampuan & bakat Bayu.

Namun sayangnya, saat bayu mau mengikuti seleksi masuk Timnas U-13, sang kakek, malah menentangnya. Pak Usman, kakek Bayu, mengungkapkan, bahwa menjadi bermain  sepakbola itu identik menggunakan kemiskinan & tidak punya masa depan yg depan yg cerah.

lima.Hattrick (2011)

SETIAP tahun turnamen Underground Futsal bertaraf internasional berlangsung tanpa pernah diketahui sang banyak orang. Bu Bos seseorang janda pimpinan mafia kepada Indonesia punya ambisi meneruskan asa suaminya untuk memenangkan turnamen underground ini untuk pertama kalinya, terutama lantaran Indonesia menjadi tuan tempat tinggal tahun ini.

Apakah akhirnya tim Indonesia bisa mengalahkan tim-tim bertenaga dari Italy,Jerman & Jepang?

6.Tendangan Dari Langit (2011)

Wahyu (16 tahun) mempunyai kemampuan luar biasa dalam bermain sepakbola. Ia tinggal kepada Desa Langitan kepada lereng gunung Bromo beserta ayahnya, penjual minuman hangat kepada kawasan wisata gunung api itu, & ibunya. Demi membahagiakan orangtuanya, Wahyu memanfaatkan keahliannya dalam bermain bola menggunakan menjadi pemain sewaan & bermain bola dari satu tim desa ke tim desa lain.

7.Hari Ini Pasti Menang (2013)

Tim Nasional (Timnas) Indonesia kepada 2014 masuk perempat final Piala Dunia kepada Brasil. Gabriel Omar (Zendhy Zaen) jadi bintang menggunakan status pencetak gol terbanuak menggunakan enam gol. Gabriel Omar pun jadi selebritas & ikon baru anak muda Indonesia. Apalagi, penampilannya beserta timnas Indonesia & klubnya, Jakarta Metropolitan, makin bersinar seusai Piala Dunia 2014

8.Cahaya Dari Timur (Beta Maluku) (2014)

Awal tahun 2000, Sani Tawainela, mantan pemain Tim Nasional U-15 Indonesia kepada Piala Pelajar Asia tahun 1996 yg gagal menjadi pemain professional mengalami guncangan akbar. Sani menyaksikan tertembaknya seseorang anak dalam sebuah korelasi senjata kepada Ambon. Sani yg kembali ke Tulehu, desa kelahirannya yg berjarak 25 kilometer dari kota Ambon & menyambung hidup sebagai tukang ojek

9.Tabula Rasa (2014)

Hans (Jimmy Kobogau), pemuda berasal Serui, Papua, bercita-cita menjadi pesepakbola profesional. Namun nasib berkata lain. Pada saat Hans hampir kehilangan semangat hidupnya, beliau bertemu menggunakan Mak (Dewi Irawan), seseorang pemilik tempat tinggal makan Minang sederhana. Di tengah perbedaan mereka, Hans & Mak menemukan persamaan. Mimpi & semangat hidup terbentuk kembali lewat makanan & masakan

*Disunting dari berbagai macam sumber*

(Profil) La Nyalla Mattaliti, Antara Premanisme & Paranormal

(Profil) La Nyalla Mattaliti, Antara Premanisme & Paranormal

Image source: https://mmc.tirto.id/image/2016/05/03/la-Nyalla-1_ratio-16×9.jpg

(Profil) La Nyalla Mattaliti, Antara Premanisme & Paranormal

Kisruh sepakbola Nasional dua tahun terakhir melahirkan sosok "fenomenal" di Indonesia. Namanya semakin melejit seiring terpilihnya beliau sebagai Ketua umum PSSI versi Ancol yang diselenggarakan oleh KPSI. Dalam setiap konferensi pers juga diskusi wacana sepakbola, beliau tanpa rasa memalukan acapkali memproklamirkan dirinya sebagai ketum PSSI menggantikan ketum PSSI yang absah, Djohar Arifin Husain. Dan saat ini, beliau menjadi "public enemy" bagi Bonek lantaran ulahnya yang menyingkirkan & menghilangkan klub pujian kota pahlawan Surabaya dari peta sepakbola nasional pasca KLB 17 maret 2013.

Klub Persebaya 1927 yang pernah terkulai sakit yang akan terjadi degradasi di era Nurdin Halid untuk menyelamatkan klub Pelita Jaya agar tetap eksis di kasta tertinggi sepakbola Indonesia, saat ini sedang terluka oleh ulahnya. Dialah sang waketum PSSI pasca KLB 17 maret merangkap ketum BTN & anggota exco PSSI, La Nyalla Mattaliti (LNM).

Bagi pemerhati kisruh sepakbola nasional tentunya tidak asing dengan nama tersebut. Tapi bagi kompasianer yang tidak suka bola atau bukan pemerhati kisruh bola indonesia, tentunya tidak semuanya mengetahui siapakah La Nyalla tersebut. Agar lebih kenal dengan sosok yang satu ini, pada kesempatan kali ini, penulis sengaja menulis khusus biografi singkat La Nyalla Mattaliti atau biasa disingkat LNM.

LNM sebenarnya baru berkecimpung di organisasi sepakbola, dua atau 3 tahun terakhir ini tepatnya tahun 2011 ketika menjabat sebagai Ketua Pengprov PSSI Jawa Timur. Setahun sebelumnya tahun 2010, beliau menjabat sebagai Wakil Ketua KONI Provinsi Jawa Timur. Dan sepakbola tentunya merupakan keliru satu bagian dari olahraga yang dikelola KONI. Pada tanggal 18 Maret 2012, LNM semakin mengukuhkan dirinya terlibat dalam kisruh sepakbola Indonesia ketika terpilih sebagai ketua umum PSSI versi Ancol pada Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI). Sebenarnya, kebanyakan organisasi yang dikelolanya terkait perkara kepemudaan atau kepartaian & yang terkait dengan bidang pendidikannya yaitu Teknik Sipil.

Pria yang lahir di jakarta, 10 Mei 1959, terkenal dengan motonya Sekali Layar Terkembang, Pantang Surut Ke Belakang dalam usahanya merebut PSSI. Oleh lantaran itu, ketika beliau berjuang menguasai PSSI selama kurun dua tahun terakhir, beliau tidak kenal lelah & sangat gigih. Terus maju untuk melawan PSSI yang absah, terus merongrong PSSI yang absah, lawan terus PSSI yang absah, seandainya muncul peluang hajar & kuasai PSSI yang absah. Intinya, tutup telinga, pasang muka badak, & tutup mata terhadap orang yang kontra dengannya berasal PSSI dapat dikuasai.

Dalam sebuah autobiografi tentangnya yang penulis kutip dari sini, namanya tersohor dengan premanisme-nya, sebagai akibatnya sebagian orang mungkin merinding mendengar nama La Nyalla Mattalitti. Lelaki keturunan Bugis ini memimpin organisasi pemuda Patriot Pancasila, yang disegani sejak Orba lantaran sepak terjangnya yang inheren selama ini. Nyalla berusaha mendekatkan diri dengan kitab yang merekam perjalanan hidupnya dalam Hitam Putih yang ditulis budayawan Sam Abede Pareno. Buku itu diluncurkan, Minggu (10-5-2009), di RM Taman Sari sebagai kado ulang tahunnya yang ke-50. Sejumlah tokoh hadir di antaranya Khofifah Indarparawansa, anggota DPRD Jatim, Sabron Djamil Passaribu, Pemred Harian Surya, Rusdi Amral.

Begitu mengenal lebih dekat maka bayangan kita wacana beliau buyar, istilah Komisaris Utama PT Indraco, MT Junaedy dalam kesaksiannya di kitab biografi ini. Buku setebal 115 halaman ini merekam jejak Nyalla.

Dia dikenal bengal. Nyalla mini kerap membentuk ribut, pernah membawa sangkur untuk berkelahi, begitu bengalnya hingga orang tuanya langganan dipanggil pengajar BP. Supaya jera, Nyalla sempat dipondokkan ke Bekasi yang ternyata tidak awet. Namun kelak beliau rindu & kembali ke pondok itu saat remaja.

Kakeknya, Haji Mattalitti ialah saudagar Bugis-Makassar terkenal di Surabaya. Bapaknya, Mahmud Mattalitti SH ialah dosen Fakultas Hukum Unair yang pernah menjabat sebagai Pembantu Dekan FH Unair. Namun dari kitab ini Nyalla tidak pernah memakai nama akbar & kekayaan keluarganya dalam hidupnya. Menginjak dewasa, beliau menunjuk "nyantri" & tinggal di kompleks Makam Sunan Giri Gresik.

Dia bekerja serabutan. Pernah menjadi sopir angkutan umum Wonokromo-Jembatan Merah & sopir minibus L300 Surabaya-Malang. Sampai menikah pun nasibnya tidak berubah. Di kompleks makam wali ini, beliau menghimpun banyak preman diajak "mendekatkan diri" kepada-Nya (?). Hasilnya beliau memiliki ratusan pengikut yang setia hingga kini.

Namun kitab ini tidak menjelaskan bagaimana LNM dapat mengenal banyak preman itu. Dia hanya menjelaskan punya kemampuan pengobatan alternatif alias paranormal. Keahlian ini diasah sejak di ponpes di Bekasi. Pasiennya mulai orang pinggiran hingga dosen. Namun lantaran emoh dicap dukun, Nyalla tidak praktik lagi. Kalau Enda melihat saya seperti sekarang, itu lantaran tekad saya bulat. Kerja sungguh-sungguh, istilah pengusaha konstruksi ini.

Dia mengungkapkan titik awal sebagai pengusaha ialah kisah nekadnya membentuk pameran kreativitas anak belia tahun 1989. Pameran yang disokong PT Maspion itu bangkrut Rp 180 juta gara-gara tidak muncul peserta. Di sinilah Nyalla mempertaruhkan hidup & namanya. Dia dikejar-kejar penagih hutang. Kerugian itu begitu memukul, bahkan Nyalla yang sempat akan 'lempar handuk' & bersedia mengangsur Rp 250.000 per bulan. Dia melobi Maspion lagi, meminta sponsor senilai Rp 5 juta untuk menggelar pameran. Kelak pameran ini dikenal dengan nama Surabaya Expo. Kegiatan yang berlangsung sejak 1990 itu berkibar & menjadi rencana tahunan hingga 2001. Di sinilah beliau dikenal banyak pengusaha & birokrat. Kalau saya mundur pada 1989 kemudian. Saya tidak akan seperti sekarang, pungkasnya.

Sampai disini kutipan dari kitab autobiografinya yang penulis ambil dari tribunnews.com. Bika muncul versi lain yang berbicara wacana biografinya, silahkan merujuk kesana. Disini hanya ditulis dari apa yang pernah beliau ceritakan sendiri.

Kalau saat ini La Nyalla terlihat sombong & "bengis" terhadap mereka yang kontra dengannya seharusnya sudah tidak aneh lagi lantaran dari cerita diatas sudah terlihat kontroversi LNM sejak mini & beliau sudah terbiasa dengan dunia preman ketika dewasanya. Semoga sedikit cerita diatas, kompasianer yang belum mengenal sosoknya minimal sekarang sedikit mengetahui wacana sepak terjangnya sebelum beliau berkecimpung di kisruh sepakbola Indonesia.

Tulisan ini ditutup dengan merangkum daftar organisasi & riwayat pekerjaan yang pernah dipegang La Nyalla sebagai akibatnya kita dapat mengetahui kapan La Nyalla terlibat di dunia sepakbola:

Pengalaman Organisasi

1993-Sekarang  : Ketua MPW Pemuda Pancasila Jawa Timur

1990-1994      : Bendahara GM KOSGORO Jawa Timur

1993-1996      : Bendahara DPD KNPI Jawa Timur

1995-1998      : Ketua HIPMI Jawa Timur

1995-1997      : Wakil Bendahara DPD Golkar Jawa Timur

2003-2008      : Ketua DPW Partai Patriot Pancasila Jawa Timur

2008-2013      : Ketua DPW Partai Patriot Jawa Timur

2005-Sekarang  : Ketua DPW Asosiasi Konsultan Indonesia(ASKONI) Jawa Timur

2001-Sekarang  : Ketua DPD Gabungan Pengusaha Kontruksi Nasional (GAPEKNAS)

2002-Sekarang  : Ketua DPD Asosiasi Tenaga Ahli Kontruksi Indonesia (ATAKI)

2009-Sekarang  : Ketua Umum Kadin Jawa Timur

2010-Sekarang  : Wakil Ketua KONI Provinsi Jawa Timur

2011-Sekarang  : Ketua Pengprov PSSI Jawa Timur

2011-Sekarang  : Anggota Komite Ekskutif PSSI

2012-Sekarang  : Ketum PSSI versi Ancol

2013-Sekarang  : Waketum PSSI output KLB 17 maret 2013

2013-Sekarang  : Ketua BTN (Badan Tim Nasional)

Riwayat Pekerjaan

1988-Sekarang  : Direktur Utama PT.Airlanggatama Nusantara Sakti

2009-Sekarang  : Komisaris Utama PT.Airlaggga Media Cakra Nusantara

2010-Sekarang  : Komisaris Utama PT.Pelabuhan Jatim Satu