Takkan Habis Komentar untuk Koruptor!

Takkan Habis Komentar untuk Koruptor!

Image source: http://abouttiyo.web.id/wp-content/uploads/2013/01/Komentar-blog-WordPress.jpg

Takkan Habis Komentar buat Koruptor!

Bukan berlatar belakang keluarga atau pun berpendidikan hukum, akan tetapi penulis melihat sumber sudut pandang seseorang manusia normal, yang ingin negaranya sejahtera tanpa korupsi.

Korupsi pada negara kita seakan setara menggunakan kanker stadium tiga dalam tubuh lelaki tua. Bertubi-tubi telinga kita mendengar perkara pejabat negara, politikus, kepala daerah terjerat korupsi. Entah suap, gratifikasi, penyalahgunaan wewenang, serta lain sebagainya. Begitu masif perkembangan korupsi pada Indonesia, seakan mirip trend K-Pop yang merajalela. 

Baru-baru ini, kita mendengar 'lagi' seseorang pejabat yang 'lagi-lagi' jadi tersangka 'lagi' dalam perkara korupsi sebuah mega proyek pada tanah air. Setelah sempat dicabut status tersangkanya, akan tetapi beliau sekarang pulang menyandang status tersangka. Sempat sakit jantung, terbaring lemah serta beberapa hari kemudian sudah dapat bekerja lagi, sekarang beliau wajib pulang mendapatkan fenomena sebagai seseorang tersangka. Stop. relatif.

Tarik lebih jauh lagi ke masa kemudian perjalanan panjang perkara korupsi pada Indonesia. Koruptor kelas kakap, yang harusnya terkunci pada tahanan menggunakan penjagaan ketat, tiba-tiba terciduk sedang menonton pertandingan olahraga pada Pulau nan cantik. Bagaimana bisa?

Ya, Korupsi menjadi kanker yang menggerogoti negara ini. Ada pihak eksklusif yang menyalahgunakan kekuasaan mereka buat seenaknya mengambil serta mencuri uang rakyat layaknya uang milik mereka sendiri. Lembaga supervisi korupsi pun seakan terintimidasi. berat memang menghadapi para manusia bertangan kotor nan berpikir licik. 

Namun, sebagai warga yang berpikiran cerdas, luhur, yang dilahirkan buat suatu perbuatan baik, mari kita kawal serta awasi sebagai akibatnya ruang mobilitas para koruptor pun semakin sempit serta Indonesia, khususnya pemerintahan yang sedang berjalan bisa meminimalisirkan serta bebas sumber aktivitas korupsi dalam bentuk apa pun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *